Monumental MAN 3 Bantul Yogyakarta Launching Tiga Buku

Dalam memperkuat minat baca dan literasi, MAN 3 Bantul, Yogyakarta melauching tiga buku yang merupakan karya civitas sekolah setempat.
Launching trilogi buku karya civitas MAN 3 Bantul, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Bantul - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul, Yogyakarta mempersembahkan karya monumental yang bisa dikenang. Upaya nyata dari civitas adalah dengan diluncurkannya tiga buku antolog karya siswa, guru dan pegawai MAN 3 Bantul. Launching trilogi buku ini dalam rangka menyongsong HAB ke-75 Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus mengawali tahun 2021.

Tiga bulu tersebut masing-masing berjudul Antologi Puisi Siswa (Denting Bait Rindu, 197 halaman), Antologi Cerpen Siswa (Telaga Rindu, 126 halaman) dan Antologi Puisi Guru (Aksara Ungkapan Jiwa, 96 halaman). Ketiga buku tersebut merupakan hasil dari kegiatan lomba menulis cerpen dan puisi yang diselenggarakan madrasah. Kegiatan melalui program perpustakaan mampu menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki civitas, buktinya dengan launching tiga judul buku tersebut.

Baca Juga:

Kepala perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul, Kholif Diniawati mengatakan, keberhasilan dalam menyusun ketiga buku tersebut tak lepas dari motivasi Kepala MAN 3 Bantul Nur Wahyudin Al Azis yang memang sangat antusias dalam mengembangkan potensi menulis seluruh civitas yang dipimpinnya. "Kami menyambut harapannya untuk mengembangkan minat baca melalui program literasi," katanya, Senin, 4 Januari 2021.

Acara launching tiga buku dilakukan oleh Dewan Perpusda DIY, Ida Fajar Priyanta di aula madrasah dengan dihadiri guru MAN 3 Bantul, Sabtu, 2 Januari 2021. Ida juga pernah menjabat Kepala Perpustakaan UGM Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Kami menyambut harapannya untuk mengembangkan minat baca melalui program literasi.

Menurut Kholif, dihadirkannya Ida Fajar adalah karena disamping menjadi Dewan Perpusda yang secara otomatis menjadi induk dari Perpustakaan di madrasah, juga berprofesi sebagai pendidik di berbagai perguruan tinggi di dalam negeri dan bahkan di luar negeri. 

"Kami berharap, pak Ida juga memberikan motivasi serta wawasan bagi civitas untuk mengembangkan potensi menulis dan membaca, sekaligus memberikan pengalaman mengajar guna memberikan nuansa pembelajaran yang lebih menarik khususnya di era pandemi ini," ungkapnya.

Kholif juga berharap saran serta ide cerdasnya dalam mengelola perpustakaan dengan baik. "Mengingat berbagai pengalaman menangani perpustakaan selama ini,” ujarnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Ida Fajar menegaskan pentingnya generasi bangsa saat ini semakin diarahkan dan dimotivasi untuk senang membaca atau berliterasi. “Saya sangat mengapresiasi upaya guru MAN 3 Bantul dalam menyusun buku ini, mengingat dengan aksi nyata guru dalam menulis ini tentu akan menjadi teladan dan contoh yang sangat baik bagi siswa," ungkapnya.

Di akhir paparan, Ida Fajar melaunching buku dengan membubuhkan tanda tangan dalam buku yang dilaunching serta menerima buku karya MAN 3 Bantul yang didalamnya juga berisi kata sambutan yang ditulisnya selaku Dewan Perpusda DIY. "Teruslah berkembang dan teruslah berkarya, karena sejatinya tulisan adalah cara manusia memperpanjang usia,” ungkapnya. []

Berita terkait
Masa Pandemi Kunjungan Perpustakaan Kota Depok Meningkat
Pengunjung Perpustakaan Umum Kota Depok, Jabar, dari tahun ke tahun kian meningkat yang menandakan minat baca dan gemar membaca semakin baik
Perpustakaan Rekreatif Dorong Literasi Masyarakat
Perpustakaan tidak hanya jadi tempat untuk memberikan edukasi dan informasi saja tapi juga rekreatif untuk meningkatkan literasi masyarakat
Perpustakaan Nasional Tertinggi di Dunia Ada di Indonesia
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) yang memiliki 27 lantai.
0
Kemendikbud: Pancasila Matpel Wajib SD - Perguruan Tinggi
Kemendikbudristek mengatakan Pancasila akan menjadi mata pelajaran wajib dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dengan penerapan yang mudah.