Aku + Kamu = Kita, Film Pendek Karya MAN 3 Bantul Yogyakarta

MAN 3 Bantul Yogyakarta meluncurkan film baru dan terbilang sukses. Dalam hitungan jam sudah ditonton 1.500 kali. Seperti apa filmnya?
Proses pembuatan film pendek Aku + Kamu = Kita, karya MAN 3 Bantul Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Bantul – Madrasah Aliyah Negeri 3 Bantul Yogyakarta melakukan penayangan perdana karya film pendek yang telah diproduksi. Film ini terbilang sukses, dalam hitungan jam, sudah ditonton lebih dari 1.500 kali.

Film pendek tersebut berjudul Aku + Kamu = Kita, merupakan hasil kerja sama antara MAN 3 Bantul, Blank Art Studio yang digawangi Anas P.S. dan disutradari koordinator rumpun bahasa Sumiyati MA dan Anas P.S.

Film ini menceritakan seorang siswi madrasah, bernama Ayu yang berasal dari Bandung, Jawa Barat dan tidak bisa berbahasa Jawa. Dia menemui kesulitan dalam memahami bahasa Jawa yang memang sering digunakan dalam berkomunikasi oleh mayoritas siswa di madrasah mengingat kebanyakan dari mereka berasal dari Yogyakarta.

Baca Juga:

Ketidaktahuan terhadap bahasa Jawa membuat Ayu merasa tersingkir dan tidak bisa berkomunikasi dengan teman lainnya. Konflik terjadi saat teman-temannya menganggap dirinya sombong dan tidak mau berinteraksi dengan mereka.

Berkat saran dan juga nasehat dari budenya di mana Ayu tinggal, menjadikannya percaya diri dan menyadari bahwa sebenarnya untuk berkomunikasi bisa menggunakan bahasa Indonesia. Inilah pesan yang bisa diambil dari film tersebut, yakni bahasa Indonesia memang merupakan bahasa persatuan dan merupakan bahasa komunikasi yang bisa dipahami seluruh warga negara.

Penayangan perdana yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

Film pendek dengan durasi 15 menit tersebut bertemakan Pentingnya Bahasa Indonesia. Pembuatan film ini digagas oleh guru-guru bahasa yang bertujuan untuk mememberikan wadah kreativitas siswa khususnya dibidang seni akting dan peran.

Kepala MAN 3 Bantul, Nur Wahyudin Al Azis yang juga menjadi bagian dalam produksi film tersebut mengungkapkan, pembuatan film tersebut merupakan upaya madrasah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. 

Baca Juga:

“Penayangan perdana yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda juga merupakan bukti semangat siswa dalam merealisasikan makna Sumpah Pemuda, yakni realisasi rasa cinta terhadap bahasa Indonesia,” katanya, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Sutradara Sumiyati mengatakan, produksi film pendek tersebut merupakan film pertama yang dibuat. Gagasan memproduksi film adalah keinginannya memberikan pengalaman dan juga fasilitas guna mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa.

Dia berharap dari pengalaman yang diperoleh dalam produksi film ini, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat dikembangkan di kemudian hari. "Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik dari seluruh civitas, film bisa dinikmati masyarakat luas dan bahkan dalam hitungan jam, sudah ditonton lebih dari 1.500 kali, semoga bermanfaat dan menambah rasa cinta terhadap bahasa Indonesia,” ungkapnya. []

Berita terkait
Yu Ning "Tilik" Jadi Guru dan Cerita Mendadak Akting
Brilliana Dessy pemeran Yu Ning dalam film Tilik mengisahkan perjalanan kariernya dalam dunia akting. Dia pernah mendadak harus berakting.
Profil Brilliana Desy, Pemeran Yu Ning Film Tilik
Brilliana Desy, pemeran Yu Ning dalam Film Tilik ternyata sudah 11 tahun bergelut di dunia peran. Siapa sebenarnya pemeran Yu Ning ini?
Tilik, Film Dokumenter yang Dimodifikasi ke Fiksi
Penulis naskah Bagus Sumartono bercerita, pada awalnya film pendek Tilik bergenre dokumenter.
0
27 Juta Suntikan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Vaksinasi yang dilakukan pemerintah hingga Senin, 31 Mei 2021, akan mencapai angka 27 juta suntikan vaksinasi