UNTUK INDONESIA
Minta Liga Dihentikan, Suporter Tuntut Ketegasan PSSI
Belum ada kepastian kompetisi sepak bola di Tanah Air akan berlanjut membuat suporter bersikap. Mereka memnta ada kejelasan dari PSSI dan PT LIB.
Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe saat tampil menjadi salah satu pembicara Webinar bertemakan Suara Pemain ke-12 yang diadakan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu, 7 November 2020. (Foto: Tagar/Dok JOY)

Yogyakarta - Belum ada kepastian kompetisi sepak bola di Tanah Air akan berlanjut meski PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memutuskan bakal dihelat awal Februari 2020. Suporter pun meminta ketegasan dari PSSI dan PT LIB terkait pelaksanaan liga seperti disampaikan di webiner yang diadakan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu, 7 November 2020.

Kompetisi tahun 2021 masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, belum ada jaminan izin kepolisian dikantongi operator liga. Padahal ini menjadi hal penting yang menyebabkan kompetisi tertunda karena pandemi saat hendak bergulir kembali Oktober 2020. Atas kondisi tersebut, suporter menuntut ketegasan dari PSSI dan PT LIB.

Permasalahan-permasalahan tersebut yang kemudian dieksplorasi dalam webiner tersebut. Bertajuk 'Suara Pemain ke-12', webinar menghadirkan pembicara dari sejumlah perwakilan kelompok suporter, seperti Diky Soemarno, Ketua Umum Jakmania, Cak Ipul (Capo Green Nord Persebaya), Rengga Dian Senjaya (Ketua Umum Slemania), Aulia Haryo Suryo (Presiden Pasoepati) dan Muchlis ‘Thole’ Burhanuddin (Presiden Brajamusti). Turut hadir juga Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe.

Apalagi di Indonesia itu ada anggapan Tuhan pun tidak tahu jadwal kompetisi di Indonesia

"Yang jelas awal pandemi kami berkumpul, pengurus Jakmania sepakat liga dihentikan," kata Diky Soemarno, pentolan Jakmania dalam webinar tersebut.

Menurut dia dihentikannya kompetisi lebih karena kemanusiaan semata. Ini tidak terlepas dengan pandemi Covid-19 yang masih cukup tinggi.

"Ketika liga dihentikan, kami juga pikirkan klub. Bila liga semakin ditunda, maka semakin besar kerugian yang dialami klub," ujar dia. 

"Dalam kondisi normal saja, klub kekurangan uang apalagi kondisi seperti ini. Tapi kita tidak bisa menghindari kondisi sekarang dan kami setuju liga dihentikan," kata Diky melanjutkan.

Senada dikatakan Cak Ipul dalam webinar yang diikuti lebih dari 100 partisipan dan disiarkan langsung via channel YouTube. Dalam kondisi seperti ini, kata dia, diperlukan ketegasan dari PSSI untuk tidak melanjutkan liga. Permasalahannya saat ini sudah buka soal hiburan atau sepak bola yang dipertontonkan kepada masyarakat, tapi demi keselamatan masyarakat.

"Atas dasar itu lah kenapa kami ingin kompetisi tidak dilanjutkan, yaitu adanya pandemi dan ini diamini klub kami, Persebaya. Penundaan liga atau liga dihentikan dalam kondisi seperti ini bukan hal tabu. Apalagi di Indonesia itu ada anggapan Tuhan pun tidak tahu jadwal kompetisi di Indonesia," tutur Cak Ipul. 

"Pandemi jangan dijadikan suatu alasan. Saat tidak ada pandemi, LIB yang diminta PSSI menjalankan kompetisi pun masih sering membuat jadwal yang amburadul," ucap dia.

Dia juga menyoroti sikap PSSI dan PT LIB yang tetap menggelar kompetisi musim 2020 meski akan digelar Februari 2021. Hal itu dianggap sebagai sebuah ambiguitas dan sebaiknya federasi berani untuk menghentikan kompetisi musim 2020 ini.

Sudah Baca Gelagat Liga Ditunda

Sementara, Rengga Dian Senjaya, Ketua Umum Slemania, menuturkan dia sudah membaca gelagat bila kompetisi bakal ditunda. Bahkan dia sudah memperkirakan hal itu sejak PSS Sleman bertandang ke Persib Bandung. 

"Saat itu masih awal pandemi dan tim seperti memaksakan away ke Bandung dengan ketidakjelasan apakah liga tetap berjalan atau malah dihentikan. Setelah itu benar dihentikan dan ditunda sampai sekarang," ujar Rengga.

Presiden Brajamusti Muchlis Burhanuddin dan Presiden Pasoepati sama-sama sepakat perlu ada ketegasan dari PSSI dalam kondisi pandemi.

Baca juga:

Suporter Cantik Ini Rindu Ingin Lihat Penampilan PSM Makassar

Suporter Persiraja Banda Aceh Kecewa Liga 1 Kembali Ditunda

Sementara, Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe menyebut PSSI selalu melakukan tahapan tahapan secara terencana sebelum akhirnya memutuskan kompetisi dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada awal Februari 2021 mendatang.

"Tentu kami melakukan sosialisasi ke teman-teman suporter mengenai hasil keputusan terkait kompetisi. Tapi ini berjenjang. Kami sampaikan dulu ke klub lalu beralih ke kelompok suporter lewat para ketua," ujar Budiman. []

Berita terkait
5 Suporter Liga Tampil di Webinar 'Suara Pemain ke-12'
Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY) gelar webinar bertajuk Suara Pemain ke-12 yang hadirkan 5 kelompok suporter. Webinar digelar Sabtu besok.
Suporter PSM Makassar Ini Kecewa Liga 1 Mundur Hingga 2021
Kompetisi Liga 1 musim 2020 diundur hingga Februari 2021. Suporter PSM Makassar merasa kecewa dengan kembali dundurnya liga sampai tahun depan.
Suporter PSS Jadi Korban PHP PSSI dan Operator Liga 1
Suporter PSS Sleman menjadi korban Pemberi Harapan Palsu (PHP) PSSI dan PT LIB setelah menunda Liga 1 dan Liga 2. Keputusan itu terkesan mendadak.
0
Minta Liga Dihentikan, Suporter Tuntut Ketegasan PSSI
Belum ada kepastian kompetisi sepak bola di Tanah Air akan berlanjut membuat suporter bersikap. Mereka memnta ada kejelasan dari PSSI dan PT LIB.