TAGAR.id, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan prestasi olahraga Indonesia terus menunjukkan peningkatan meskipun masih banyak cabang olahraga yang belum mencapai prestasi seperti yang diharapkan.
"Prestasi (olahraga) kita hingga saat ini meningkat, meski memang belum sempurna," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan ANTARA seputar perkembangan pembangunan prestasi olahraga Indonesia di usia kemerdekaan yang ke-81 tahun.
Menpora menyebutkan salah satu pencapaian prestasi olahraga Indonesia yaitu menempati peringkat kedua di SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2025.
Pria yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu menyebutkan beberapa cabang olahraga populer juga menunjukkan peningkatan prestasi seperti sepak bola yang meraih emas di SEA Games (edisi 2023).
Dari cabang tenis, kata dia, juga muncul atlet-atlet yang terus berkembang dan menorehkan prestasi di panggung dunia seperti Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi.
Selain itu, atlet angkat besi Rizki Juniansyah, peraih emas Olimpiade Paris 2024, juga memecahkan rekor dunia. Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo juga meraih emas di Olimpiade Paris.
"Bulu tangkis mulai kembali berprestasi. (Cabang) futsal juga menempati peringkat kedua Asia," katanya.
Menpora menjelaskan kementerian yang dipimpinnya juga terus membenahi tata kelola pembangunan olahraga dan kepemudaan nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyederhanakan 119 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi empat Permenpora saja.
Langkah itu, kata dia, dilakukan agar pertumbuhan prestasi olahraga dan ekonomi olahraga bisa berjalan beriringan antara pemerintah, sektor swasta, dan daya beli masyarakat.
"Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tidak akan pernah cukup," katanya.
Selain itu, Menpora juga terus mendorong wisata olahraga (sport tourism) sebagai salah satu penggerak ekonomi baru Indonesia. Kemenpora bahkan menempatkan pengembangan wisata olahraga sebagai sektor unggulan dalam periode 2025–2029.
Berbagai kegiatan seperti lari atau maraton, balap motor, dan lainnya menjadi instrumen untuk memperkuat wisata olahraga dan menggerakkan ekonomi daerah maupun nasional.
Menpora menambahkan pihaknya terus membangun olahraga dengan paradigma baru yaitu tidak lagi menjadi pusat pembiayaan melainkan menjadi peluang yang menghasilkan sumber pendapatan.