UNTUK INDONESIA
Menko Luhut Bela TKA China, Apa Kabar Kaum Jobless?
Pemerintah menyebut tenaga kerja asing diperlukan karena memiliki skill khusus. Di sisi lain, BPS merilis angka pengangguran justru sedang naik
Dua orang tenaga kerja asing (TKA) melintas dengan sepeda motor di salah satu pintu masuk tangki penguapan milik PT Virtue Dragon Nickel Industri di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu, 15 Desember 2019.(Foto: Antara/Jojon/aww)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan menegaskan pemerintah tetap membuka akses bagi tenaga kerja asing (TKA) untuk bisa bekerja di Indonesia. Pernyataan tersebut dia lontarkan terkait dengan maraknya kedatangan TKA China di Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Mana ada di Konawe yang cukup? Di Halmahera juga mana yang cukup? Kalau ada yang bilang cukup datang ke saya,” katanya akhir pekan lalu, Sabtu, 25 Juli 2020.

Sikap Menko Luhut tersebut merujuk pada kondisi sejumlah perusahaan di Konawe, Sulawesi Tenggara yang masih membutuhkan tenaga kerja asing dengan skill khusus. Purnawirawan jenderal TNI itu juga menyampaikan bahwa keberadaan TKA bisa menjadi cara terbaik dalam transfer pengetahuan (transfer knowledge and technology).

"Transfer teknologi mereka juga mau, sehingga kita tidak perlu impor barang-barang tertentu,” tutur dia memberikan contoh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, sekitar 500 TKA asing asal China telah masuk ke Konawe, Sulawesi Tenggara guna membantu kegiatan produksi beberapa pabrik setempat. TKA tersebut diklaim memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh pekerja lokal.

Namun, apakah benar Indonesia dengan penduduk 276 juta jiwa kekurangan tenaga kerja dengan keahlian tertentu?

Berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73 juta orang dibandingkan dengan Februari 2019.

Pada periode itu pula, tingkat pengangguran diketahui meningkat sebanyak 60.000 orang menjadi 6,88 juta orang.

Kemudian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling tinggi terjadi untuk lulusan SMK dengan persentase 8,94 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia. Adapun, untuk tingkat diploma dan universitas masing-masing sebesar 6,76 persen dan 5,73 persen.

Dari sisi rata-rata upah buruh pada Februari 2020 sebesar Rp 2,92 juta perbulan. Angka tersebut didapat dari rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp 3,18 juta rupiah dan perempuan sebesar Rp 2,45 juta.

Sementara itu, rata-rata upah tertinggi terdapat di kategori pertambangan dan penggalian dengan Rp 5,1 juta. Sedangkan rata-rata upah terendah terdapat di kategori jasa lainnya (misal: pekerja salon, buruh cuci, asisten rumah tangga, dan lain-lain) yaitu sebesar Rp 1,71 juta.

Berita terkait
Luhut Pandjaitan Tepis Isu TKA China Jajah Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menepis isu TKA China akan menjajah Indonesia.
Prabowo Gusur Luhut Jadi 'Menteri Segala Urusan'?
Apa benar ada potensi Menhan Prabowo Subianto yang ditunjuk sebagai Ketua Ketahanan Pangan Nasional gusur Luhut Pandjaitan menteri segala urusan?
Cerita Luhut Pandjaitan saat Dikritik Presiden Jokowi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan kinerjanya dikritik Presiden Jokowi.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.