Mengupas Biaya Jajan Anak Muda dalam Sebulan, Keuangan Masih Aman?

Jajan kini bukan sekadar aktivitas membeli makanan atau minuman. Ada unsur hiburan, pelarian sejenak dari penat, dan kadang juga simbol gaya hidup.
Mengupas Biaya Jajan Anak Muda dalam Sebulan. (Foto: Tagar/Dok istimewa)

TAGAR.id, Jakarta - Jajan kini bukan sekadar aktivitas membeli makanan atau minuman. Ada unsur hiburan, pelarian sejenak dari penat, dan kadang juga simbol gaya hidup. Ketika ditotal, angka pengeluaran jajan bisa membuat kamu kaget karena sering kali tidak tercatat dalam anggaran bulanan.

Banyak anak muda punya satu pola yang persis yaitu niat hemat di awal bulan tetapi mulai longgar di pertengahan, lalu panik menjelang tanggal gajian. Jajan sering menjadi biang keladi halus yang menggerogoti saldo.

Kamu mungkin tidak sadar kalau satu minuman kekinian yang harganya sekitar dua puluh hingga tiga puluh ribu rupiah, jika dibeli tiga sampai empat kali seminggu, sudah menyumbang pengeluaran ratusan ribu dalam sebulan.

Bukan cuma minuman, ada kebutuhan hiburan kecil yang menyelinap. Kamu mampir jajan makanan ringan di minimarket, beli cemilan sambil nongkrong, add on topping, atau biaya ongkir yang sebenarnya bisa dihindari.

Aktivitas kecil ini mengandung pola psikologis, kamu merasa sedang memberi hadiah kecil untuk diri sendiri setelah hari yang melelahkan. Ada sisi emosional yang membuat jajan menjadi rutinitas menyenangkan.

Perbandingan Pengeluaran Berdasarkan Kebiasaan

Supaya lebih konkret, bayangkan tiga tipe anak muda yang cukup sering ditemui di kota besar.

1. Daily snacker

Mereka hampir selalu jajan minuman atau makanan kecil setiap hari. Sekilas terlihat remeh tetapi kalau dihitung, satu jajan tiga puluh ribu per hari dikalikan tiga puluh hari berarti total sudah sembilan ratus ribu rupiah. Angka ini bahkan belum termasuk jajan tambahan di akhir pekan.

2. Weekend foodie

Mereka jarang jajan di hari kerja dan memilih fokus mengeluarkan uang di akhir pekan untuk makan enak atau nongkrong bareng teman. Biasanya sekali makan bisa menghabiskan sekitar enam puluh hingga seratus ribu rupiah. Jika dilakukan empat kali sebulan, pengeluarannya bisa mencapai tiga ratus hingga empat ratus ribu rupiah. Terasa lebih kecil tetapi tetap signifikan.

3. Kombinasi fleksibel

Mereka tidak punya pola tetap tetapi mengikuti suasana hati. Kadang jajan setiap hari, kadang belanja makanan enak di akhir pekan. Pengeluaran tipe ini cenderung paling bervariasi karena berasal dari impulsif. Dalam sebulan, angka totalnya bisa menembus satu juta rupiah tanpa terasa.

Ketiga contoh ini menunjukkan bahwa biaya jajan bukan sekadar tentang makanan tetapi tentang kebiasaan, emosi, dan gaya hidup.

Biaya Tersembunyi: Ongkir, Titipan Teman, dan Tidak Memanfaatkan Promo

Ada tiga hal yang sering membuat biaya jajan naik tanpa sadar di antaranya:

1. Ongkos kirim

Banyak dari kamu merasa ongkir adalah hal kecil tetapi jika kamu pesan empat atau lima kali seminggu, ongkir bisa membentuk total yang besar.

2. Patungan atau titipan teman

Ketika kamu ikut patungan beli jajan kantor atau tongkrongan, biasanya kamu mengeluarkan uang tanpa sempat menghitung ulang.

3. Salah memanfaatkan promo

Kamu tidak memanfaatkan promo dengan tepat. Misalnya, promo buy one get one berlaku pada jam 10.00 - 11.00 pagi. Namun, kamu malah membeli ketika siang hari. Maka kamu tidak dapat mendapatkan promo.

Cara Mengendalikan Biaya Jajan tanpa Menghilangkan Kesenangan

Kamu tidak perlu berhenti total dari jajan. Namun, yang kamu butuhkan adalah batasan sehat. Kamu bisa membuat anggaran jajan mingguan sehingga kontrol lebih mudah. Kamu juga bisa mengurangi jajan impulsif dengan mempersiapkan stok makanan ringan di rumah. Jika ingin tetap jajan, pilih waktu tertentu agar pengeluaran tetap stabil.

Pertimbangkan pula untuk mencatat setiap pengeluaran di aplikasi keuangan. Banyak anak muda baru menyadari besaran pengeluaran jajan setelah melihat total bulanan mereka.

Jajan tetap bisa jadi bagian menyenangkan dalam hidup kamu asalkan ada tata kelola yang baik. Mengatur jajan bukan tentang menahan diri secara kaku tetapi tentang membuat hidup terasa lebih seimbang. Kamu masih bisa menikmati minuman favorit atau camilan kesukaan sambil tetap menjaga stabilitas keuangan pribadi.

Berita terkait
Kelebihan Virtual Office untuk Bisnis
Melalui konsep Virtual Office, pelaku usaha dapat memiliki alamat bisnis resmi di kawasan strategis tanpa perlu mengeluarkan biaya.
PGN Tangguh Hadapi Gejolak Global, Fokus Domestik Jadi Pilar Ketahanan Bisnis
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menegaskan ketahanan model bisnisnya di tengah ketidakpastian global.
Program Gelar Ganda Bisnis dan Computer Science di DLI Sebagai Batu Loncatan Menuju Kesuksesan Internasional
DLI, hasil kolaborasi antara dua universitas ternama dunia, Deakin University (Australia) dan Lancaster University (Inggris)
0
Mengupas Biaya Jajan Anak Muda dalam Sebulan, Keuangan Masih Aman?
Jajan kini bukan sekadar aktivitas membeli makanan atau minuman. Ada unsur hiburan, pelarian sejenak dari penat, dan kadang juga simbol gaya hidup.