Mengapa Cinta Pertama Sulit Dilupakan? Ini Penjelasan Dokter

Rasa antusias ketika jatuh cinta pada seseorang disebabkan oleh otak yang terus memproduksi hormon dopamin, adrenalin dan norepinefrin.
Cinta Pertama. (Foto: Tagar/iStock)

Jakarta - Orang-orang normal pasti akan merasakan indahnya jatuh cinta saat tertarik pada lawan jenisnya. Kalau sudah jatuh cinta, pasti kita menjadi lebih antusias daripada biasanya, lalu mencari tahu banyak hal tentang orang yang kita suka agar kita bisa lebih mudah mendapatkan hatinya, kita selalu memikirkannya dan ingin selalu dekat dengan dirinya.

Ternyata memang otak kita ikut memainkan peran dalam menciptakan hormon-hormon sensitif dan kenikmatan. Para dokter menjelaskan, rasa antusias itu disebabkan oleh otak yang terus memproduksi hormon dopamin, adrenalin dan norepinefrin yang membuat orang lebih waspada atau peka. Jadi, ketika kita dengan bersama dengan orang yang kita cintai, atau hanya sekedar memikirkannya, maka otak akan membaca rasa itu sebagai bentuk kenikmatan, sehingga otak akan terus memerintahkan kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tapi, banyak orang yang gagal move on karena tak bisa melupakan cinta pertama meski kisah percintaan ini sudah lama berlalu, karennama orang dan kenangan saat bersamanya akan selalu terukir di otak, inilah yang membuat orang-orang sering terbawa perasaan saat mengingatnya. Pertanyaannya adalah mengapai cinta pertama yang sulit dilupakan? Bagaimana otak memengaruhi hal tersebut sehingga banyak orang yang gagal move on?

Para dokter menjelaskan, gagal move itu terjadi karena apapun yang dilakukan pertama kali pasti akan mudah diingat. Semua memori kita dengan cinta pertama tersimpan dalam area sensorik otak.

Selain peran otak yang menciptakan hormon-hormon sensitif dan kenikmatan, sensasi pertama juga berperan membuat kita gagal move on. Contohnya, kita jadi ingat dengan cinta pertama saat kita mencium aroma minyak wangi seperti yang dia pakai atau mendengar lagu tertentu yang berkaitan dengan dia, maka akan timbul lagi suatu ingatan dan perasaan, yang berkaitan dengan orang tersebut. Ternyata, itu terjadi karena saraf penciuman dan pendengaran terletak sangat dekat dengan amigdala. Dokter menjelaskan, amigdala adalah organ kecil di dalam otak yang berbentuk seperti kacang. Amigdala mampu mengatur ingatan yang berkaitan dengan emosi, termasuk rasa takut dan senang.



Para dokter juga mengingatkan kita agar jangan kapok jatuh cinta meskipun pernah tersakiti, karena ternyata jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan.




Cinta pertama juga sering dialami oleh remaja yang sedang terpengaruh gejolak hormon. Menurut para dokter, apa pun yang dipengaruhi oleh gejolak hormon memang akan lebih berkesan dan terekam dalam memori kita. Faktamya, ada sebuah penelitian yang dilakukan kepada sekelompok lansia, mereka diminta untuk menceritakan mengenai ingatan sepanjang hidup, sebagian besar dari mereka menceritakan tentang pengalaman cinta pertamanya.

Meski cinta pertama sulit dilupakan dan tak ada yang menjamin bahwa kita akan mengalami kebahagiaan atau rasa sakit seperti saat pertama kali jatuh cinta, para dokter tetap menyarankan kita untuk terus mencintai orang yang kita yakini akan menjadi teman hidup kita.

Para dokter juga mengingatkan kita agar jangan kapok jatuh cinta meskipun pernah tersakiti, karena ternyata jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan. Misalnya, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa nyeri, dan menstabilkan tekanan darah maupun frekuensi denyut nadi sehingga jantung lebih sehat. []

Berita terkait
Ditinggal Nikah, Sarjana Hukum UNAS Luncurkan Novel Cinta
Zakiy Zakaria Rahman atau akrab disapa Zakiy Sarjana Hukum Universitas Nasional (UNAS) luncurkan novel cinta lantaran ditinggal nikah sang pacar.
Galuh Adiwinata Rilis Tembang Tak Salah Bila Jatuh Cinta
Penyanyi jazz muda Galuh Adiwinata kembali merilis tembang anyar yang diberi judul Tak Salah Bila Jatuh Cinta, pada Rabu, 11 November 2020.
Bahar Smith: Saya Jatuh Cinta Pada Kematian!
Bahar bin Smith melalui pengacaranya, mengatakan bahwa dirinya tidak takut untuk dipenjara lagi.
0
Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan Pandemi Covid-19
Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa untuk hadapi pandemi Covid-19 dalam jangka panjang diperlukan strategi kedepankan penanganan di hulu