UNTUK INDONESIA
Mendag Agus Suparmanto Siap Antisipasi Virus Corona
Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, antisipasi penyebaran virus corona sebagai bentuk perhatian dari pemerintah Indonesia
Agus Suparmanto saat melakukan kunjungan ke pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat. (Foto: instagram @agussuparmanto_)

Jakarta – Wabah virus corona di China turut meresahkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, virus ini sudah mulai menyebar ke sejumlah negara. Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, tak terkecuali Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto.

Mendag Agus Suparmanto mengatakan penyebaran virus corona di China tak memengaruhi aktivitas ekspor-impor antara Indonesia dengan China. Hal tersebut diungkap Agus pada Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian 2020 di Jakarta pada Senin, 27 Januari 2020.

“Kalau untuk ekspor ini kita menghadapi virus corona, saya rasa tidak ada dampaknya. Di sana juga tetap kita jalankan sesuai prosedur negara penerima ekspor kita,” ujar Agus dilansir dari Antara.

Hal tersebut dilakukan mengingat China masih menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar bagi Indonesia. Bahkan, total nilai ekspor Indonesia ke China mencapai 25,85 miliar dolar AS.

“Karena berkaitan dengan negara China, sangat besar dengan 1,7 miliar penduduk. Jadi potensinya besar sekali,” lanjutnya.

Meski begitu, mengingat wabah virus corona merupakan kejadian yang baru dan perlu tindakan antisipasi, Mendag tetap berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian.

“Kita nanti akan sikapi dengan Kementerian Kesehatan mengenai masalah itu. Pembatasan lainnya akan kita lihat dan evaluasi karena kejadian sangat baru dan berkembang sangat cepat, kita harus antisipasi,” kata Agus.

Agus Suparmanto dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) membina Kementerian Perdagangan pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, menggantikan Enggartiasto Lukita.

agus2Agus Suparmanto (Foto: instagram @agussuparmanto_)

“Bapak Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan, urusan ekspor, impor, masalah perdagangan, neraca perdagangan berada di beliau,” jelas Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada 23 Oktober 2019 lalu.

1. Aktif di Cabang Olahraga

Sebelum menduduki jabatan sebagai menteri, Agus aktif di cabang olahraga Indonesia sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) sejak 2014-2018. Pada tahun 2018, Agus kembali terpilih sebagai Ketua Umum (2018-2022) secara aklamasi oleh 27 dari 29 Pengurus Provinsi IKASI se-Indonesia.

Tak hanya itu, pada 2017, melalui General Assembly di Tokyo, Jepang, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini terpilih sebagai Wakil Presiden Fencing Confederation of Asia (FCA) untuk periode 2017-2022.

2. Direktur Utama Perusahaan

Selain fokus di cabang olahraga, Agus juga seorang pengusaha. Ia merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Galangan Manggar Biliton (GMB) yang di mana seorang pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menjadi salah satu jajaran pimpinannya.

Perusahaan yang beroperasi di Bangka Belitung ini pernah menggarap sebuah proyek pembangunan dok kapal di Manggar, Belitung Timur. Pada proyek ini, GMB turut menggandeng anak usaha dari PT Timah Tbk yaitu, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

3. Riwayat Pendidikan

Jauh sebelum itu, Pria yang lahir pada 23 Desember 1965 ini tumbuh besar di Jakarta. Setelah lulus dari SD Budhaya Jakarta, Agus kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMPN 14 Jakarta dan SMAN 8 Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan-pendidikan dasarnya, Agus kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Nasional. Selain itu, Agus juga merupakan lulusan dari salah satu pondok pesantren di Jawa Timur.

Diketahui, pagu anggaran Kemendag pada 2020 mencapai Rp3,57 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk 10 kegiatan kemendag di antaranya, Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Perundingan Perdagangan Internasional, Pengembangan Ekspor Nasional, Peningkatan Perdagangan Luar Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, serta Perdagangan Berjangka Komoditi.

Tak hanya itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk kegiatan Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perdagangan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perdagangan, serta Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Lainnya Kementerian Perdagangan. []

Berita terkait
Kemendag Dorong Pembentukan Pasar Digital
Pemerintah akan mendorong pembentukan pasar digital sebagai upaya revitalisasi pasar dari sisi non fisik.
Bahas Ekspor, Agus Suparmanto Menteri Perdagangan?
Politikus PKB Agus Suparmanto bahas ekspor dengan Presiden Jokowi di Istana. Jadi Menteri Perdagangan?
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Jumat 1 Mei 2020
BMKG merilis peringatan dini cuaca untuk eilayah DKI Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2020.