UNTUK INDONESIA
Menanti Gebrakan Erick Thohir Jika Jadi Menteri BUMN
Bos Mahakam Group Erick Thohir disebut-sebut akan diunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno.
Pengusaha Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Pengusaha Erick Thohir dikabarkan memiliki kans menempati posisi menteri dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

Ada sejumlah posisi yang disebut-sebut akan ditempati bos Mahakam Grup tersebut, seperti Menteri Perdagangan, Kepala Staf Kepresidenan, hingga Komite Ekonomi dan Insutri Nasional (KEIN) RI. 

Erick Thohir bisa memperbaiki hubungan antara Kementerian BUMN dengan DPR RI, khususnya Komisi VI.

Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, sosok Erick sangat berpotensi menempati posisi Menteri BUMN karena memiliki modal dan pengalaman untuk menduduki posisi itu.

"Kita lihat track record-nya sebagai pengusaha, tentu ini ideal, karena dengan pengalaman dia sebagai pengusaha tentu mempunyai arah dan punya kemampuan untuk mengeksekusi apa yang diinginkan Presiden untuk mendorong kinerja BUMN," kata Abra kepada Tagar pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Abra mengatakan Erick akan mampu memperbaiki Kementerian BUMN, khususnya dengan mitra kerjanya, yaitu Komisi VI DPR-RI yang sebelumnya tidak terselenggara dengan baik di masa kepemimpinan Rini Soemarno.

"Kemarin, Kementerian BUMN menghadapi permasalahan komunikasi kepada parlemen, karena Bu Rini udah di banned untuk datang ke parlemen jadi komunikasinya terhambat," ucapnya. 

Erick Thohir, kata Abra, bisa memperbaiki hubungan antara Kementerian BUMN dengan DPR RI, khususnya Komisi VI.

"Tantangan jangka pendek BUMN yang lain adalah memulihkan kembali kepercayaan investor bahwa arah pembangunan ke depan itu tidak seperti lima tahun belakang yang terlalu BUMN-isasi," katanya. 

Perbaikan tersebut, kata dia, akan berkorelasi dengan peningkatan arus investor masuk ke Indonesia. Memperbaiki tingkat investasi yang sebelumnya dikeluhkan Presiden Jokowi.

Menurut Abra, tantangan yang akan dihadapi mantan pemilik klub Inter Milan tersebut jika ditunjuk Jokowi menjadi Menteri BUMN adalah di sisi adaptasi terhadap budaya birokrasi. Karena Erick belum pernah menduduki jabatan pejabat publik sebelumnya.

"Tantangan jangka pendek bagi Erick jika ditunjuk sebagai menteri  sendiri adalah bagaimana ia mampu beradaptasi dengan lingkungan atau kultur birokrasi," tutur Abra.

Selain Erick, ada sejumlah nama lain berlatarbelakang pengusaha yang dipanggil Jokowi ke Istana Negara, seperti Nadiem Makarim, CEO Gojek dan Wishnutama yang sebelumnya dikenal menjabat sebagai CEO Net Mediatama (NET TV). []

Berita terkait
Erick Thohir Orang Kelima Tiba di Istana Kepresidenan
Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, tiba di Istana Kepresidenan, sekitar pukul 11.14 WIB, Senin, 21 Oktober 2019.
Adian Napitupulu Tolak Menteri, Gue Bukan Erick Thohir
Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menegaskan dirinya tetap menolak menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi Jilid II.
Erick Thohir, Dari Tim Sukses Menjadi Calon Menteri
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), tim sukses Jokowi-Maruf Amin dalam Pilpres 2019 dikabarkan akan menduduki posisi menteri dalam kabinet kerja II
0
Respons Anak Buah, CEO Amartha Jadi Stafsus Presiden
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto memberi tanggapan terhadap Andi Taufan yang ditunjuk jadi Stafsus Presiden.