UNTUK INDONESIA
Memerah Sejak Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,79%
Sejak sesi pembukaan, tidak ada sentimen positif yang dapat mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ditutup anjlok 2,79%.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (\'trading halt\') pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 15.33 WIB karena dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,01 persen. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Sejak sesi pembukaan, tidak ada sentimen positif yang dapat mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi jual investor asing (net foreign sell) yang menembus di atas Rp 1 triliun, membuat IHSG pada penutupan, Senin, 3 Agustus 2020 anjlok 2,79% atau 143,04 poin ke level 5.006,22.

Pada sesi pertama pembukaan, IHSG ditutup sudah terkoreksi cukup tajam 2,56% di posisi 5.017,36 poin, dengan net sell mencapai Rp 949 miliar. Pada penutupan, IHSG sempat menyentuh level terendah pada 4.928,47 dan level tertinggi di 5.157,27 poin.

Baca Juga: Net Sell Gede Rp 949 M, IHSG Sesi Pagi Anjlok 2,56% 

Sebanyak 66 saham mengalami kenaikan harga, 451 saham turun, dan 148 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 10,92 triliun. Sementara volume perdagangan tercatat mencapai 10,13 miliar lembar saham dengan 879.365 kali transaksi.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih alias net foreign sell sebesar Rp 1,48 triliun di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan  bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI senilai  Rp 580,1 miliar . Setelah itu saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM senilai Rp 268,5 miliar, dan dan PT Astra International Tbk atau ASII Rp 141,3 miliar    

Saham-saham yang mengalami kenaikan harga antara lain PT Bank Mega Tbk atau MEGA senilai  Rp 1.200 menjadi Rp 7.900 per lembar. Setelah itu saham PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk atau MREI sebesar Rp 380 menjadi Rp 4.480 per lembar, dan PT Asahimas Flat Gass Tbk atau AMFG sebesar Rp 270 menjadi Rp 2.970 per lembar . 

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya  PT Gudang Garam Tbk atau GGRM sebesar Rp 1.650 menjadi Rp 48.325 per lembar. Setelah itu saham PT United Tractors Tbk atau UNTR sebesar Rp 900 menjadi Rp 20.450 per lembar  serta PT Bank Central Tbk atau BBCA sebesar Rp 550 menjadi Rp 30.650 per lembar. 

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI sebanyak 60.653 kali senilai Rp 1,02 triliun. Setelah itu saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM sebanyak 43.883 kali senilai Rp 748,55 miliar serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI sebanyak 23.049 kali senilai Rp327,1 miliar.

Baca Juga: Ada Aksi Jual Rp 433,9 Miliar, IHSG Turun Tipis 0,03% 

Sebelumnya IHSG pada penutupan perdagangan, Kamis, 30 Juli 2020 menguat  0,75% atau 38,51 poin di posisi 5.149,63. Aksi beli asing (net foreign buy) memberikan sentimen positif terhadap Indeks Saham. []

Berita terkait
Net Sell Gede Rp 949 M, IHSG Sesi Pagi Anjlok 2,56%
Aksi jual pada sesi pertama yang hampir mendekati Rp 1 triliun membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,56% di posisi 5.017,36.
Ada Aksi Beli Rp 49,58 Miliar, IHSG Naik 0,75%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, 30 Juli 2020 menguat 0,75% atau 38,51 poin di level 5.149,63.
IHSG Melemah Tipis 0,07% Imbas Aksi Jual Rp 295,4 M
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2020 melemah tipis 0,07% di posisi 5.112,99 poin.
0
Memerah Sejak Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,79%
Sejak sesi pembukaan, tidak ada sentimen positif yang dapat mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ditutup anjlok 2,79%.