UNTUK INDONESIA
Memeluk, Dipeluk maupun Pelukan, Saling Menguntungkan
Pelukan bisa menjadi terapi yang ampuh untuk menyembuhkan aneka penyakit.
Ilustrasi. (Foto: Pexels/Sarah Jane)

Jakarta. (Tagar 14/12/2018) - Berpelukan memberikan bermanfaat bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Karena itu, jangan sampai menyepelekan pengaruh pelukan untuk pasangan dan anak-anak.

Pelukan bisa menjadi terapi yang ampuh untuk menyembuhkan aneka penyakit. Seperti dilansir Minddivgreen, memeluk dan tertawa sangat efektif dalam menyembuhkan depresi, kecemasan, menghilangkan stres dan penyakit yang berkaitan dengan stres.

Memeluk dapat meningkatkan jumlah hormon oksitosin dalam tubuh. Hormon oksitosin dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan diri, mengurangi rasa takut, dan meningkatkan kasih sayang dan ketenangan.

Selain itu, juga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan infeksi dan kelelahan, serta mengurangi stres dan depresi. 

Salah satu keunikan dari pelukan, orang yang memeluk dan yang dipeluk akan merasakan manfaat yang sama. Agar pelukan memiliki dampak lebih baik, sebelum memeluk singkirkan hal yang dapat mengganggu pikiran seperti urusan pekerjaan atau urusan rumah. 

Memberikan pelukan dengan pikiran stres dapat mengurangi energi positif dan kehangatan yang akan diberikan. Selain itu, bebaskan tangan dari telepon genggam, tas, kunci atau barang lainnya, sehingga lebih leluasa untuk memeluk. Lakukan pelukan minimal tiga detik, untuk merasakan dampaknya di tubuh.

Seperti dilansir di laman Standard, ada beberapa manfaat pelukan.

1. Meredakan kesendirian

Pelukan dapat memberikan lompatan secara instan hormon oksitosin yang dikenal dengan sebutan hormon kepedulian. Hormon ini memiliki manfaat untuk sejumlah kondisi kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.

Oksitosin adalah neurotransmitter yang bekerja di pusat emosi otak, mendorong perasaan puas, percaya, dan ikatan.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Oksitosin juga menyebabkan seseorang merasa lebih rileks, mengurangi ketegangan dan tingkat hormon kortisol atau yang lebih dikenal dengan hormon stres. Hormon ini bertanggung jawab untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Pelukan dapat menurunkan tingkat ini, sehingga dapat terhindar dari penyakit jantung.

3. Mengatur tanggapan emosional

Memeluk dapat meningkatkan kadar dopamine yang bertanggung jawab untuk mengatur respons emosional yang dialami orang dengan gangguan mental seperti depresi.

4. Mendorong mood

Serotonin merupakan neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk meningkatkan suasana hati yang berkaitan dengan depresi. Sehingga ketika seseorang memeluk berarti suasana hatinya dapat langsung meningkat hanya dengan melakukan tindakan fisik itu.

5. Merasa lebih baik

Dorongan hormon seperti oksitosin, kortisol,  dan serotonin pada akhirnya dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Sehingga dapat membantu seseorang yang merasa stres.

Dengan meluangkan waktu untuk memeluk seseorang, meski hanya sebentar, hal itu dapat memberi seseorang merasa tenang dan mengetahui bahwa ada yang mendukung. []

Berita terkait
0
Nabi Hud AS, Sebelum Angin Membinasakan Segala
Kenapa angin bertiup sehebat-hebatnya selama tujuh malam delapan hari membinasakan Ad, kaum bertubuh besar dan kuat pada zaman Nabi Hud AS.