Indonesia
Massa Pro Prabowo Siap Mati Seperti Perang Badar
Massa pengunjuk rasa pendukung capres Prabowo Subianto menyatakan siap mati dalam jihad untuk memenangkan paslon 02.
Para pengunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Rabu 22 Mei 2019. (Foto: Tagar/Morteza Albanna)

Jakarta - Massa pengunjuk rasa pendukung capres Prabowo Subianto menyatakan siap mati dalam jihad untuk memenangkan paslon 02. Sebab, menurutnya, pada saat zaman nabi perang badar terjadi.

"Kami siap mati buat jihad karena ini perang badar," ujar salah satu orator di sekitar gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Rabu 22 Mei 2019.

Massa berulang kali memekikkan gema takbir, yang makin menyulutkan semangatnya memercayai jika Prabowo adalah presiden terpilih yang memenangkan kontestasi demokrasi lima tahunan di negeri ini.

Baca juga: Kapolri: Ada Senjata Serbu M4 yang Akan Dipakai Perusuh

Mereka juga berusaha memprovokasi petugas kepolisian dengan meneriakkan kecurangan yang dilakukan polisi saat proses Pemilu 17 April 2019 lalu.

“Pak polisi, Pak polisi tugasmu mengayomi, Pak polisi jangan ikut kompetisi,” teriak massa aksi di samping Kantor Bawaslu.

Pantauan Tagar di lokasi Pukul 14.00 WIB, massa aksi terlihat beberapa kali mencoba menerobos masuk ke kantor Bawaslu RI dengan membuka kawat berduri yang telah dipasang aparat kepolisian.

Baca juga: Imbas Kerusuhan, Sebagian Layanan Medsos Ditutup

Massa  tak bisa merangsak maju karena dibatasi pagar kawat berduri setinggi satu meter lebih.

Selain itu, pengunjuk rasa juga menyuarakan slogan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama rakyat. Rata-rata dari massa sudah tidak memercayai aparat kepolisian, karena dianggapnya sangat pro terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dan tidak berpihak pada rakyat.

"Hidup TNI, hidup TNI, TNI bersama rakyat, takbir," teriak seorang orator pria. []

Berita terkait
0
Gubernur Sulsel Jelaskan Pemicu Mahasiswa Papua Bentrok
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah akhirnya angkat bicara terkait pemicu bentrokan mahasiswa Papua.