UNTUK INDONESIA
Maskapai Internasional yang Beroperasi di Musim Panas
Beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia dalam waktu dekat akan mulai beroperasi saat musim panas di tengah pandemi Corona.
Ilustrasi Pesawat. (Foto: Pixabay/272447)

Jakarta - Sebagian besar maskapai penerbangan di seluruh dunia telah menangguhkan layanan akibat permintaan penumpang yang semakin berkurang. Kondisi ini akibat virus Corona atau Covid-19 yang masih merebak, sehingga mengakibatkan sejumlah perjalanan non-esensial ditutup. 

Meski ada pembatasan perjalanan yang meluas saat ini, beberapa maskapai secara perlahan akan memulai kembali layanan penerbangan di musim panas. Namun, perjalanan tersebut tetap dengan kapasitas terbatas dan peraturan baru seputar jarak sosial dan sanitasi. 

Dilansir dari laman lonelyplanet.com, berikut Tagar rangkum sejumlah maskapai yang membuka kembali layanan penerbangan di musim panas ini.

1. Etihad Airlines

Etihad bekerja sama dengan pemerintah UEA untuk melanjutkan penerbangan penumpang reguler mulai tanggal 16 Mei mendatang.

"Tujuan kami adalah secara bertahap kembali ke jadwal yang lebih penuh segera setelah kami aman melakukannya, tetapi untuk sekarang, penerbangan kami tetap ditangguhkan dan akan kembali pada 16 Mei," kata maskapai tersebut melalui situs resminya.

Selain itu, Etihad juga menegaskan jika mereka akan terus mengoperasikan penerbangan repatriasinya sampai 31 Mei.

2. American Airlines

American Airlines melanjutkan kembali layanan transatlantik dengan penerbangan dari Dallas ke Madrid pada bulan Mei dan penerbangan ke Dublin, London, serta Athena dari Chicago pada bulan Juni mendatang.

Selain itu, maskapai ini juga akan membuka kembali layanan dari Miami ke Lima, Quito, Guayaquil, Santiago, dan Sao Paulo akhir bulan ini.

3. Qatar Airlines

Menurut Forbes, Qatar telah mempertahankan penerbangan sebanyak 30 tujuan termasuk Dallas dan Chicago selama krisis virus Corona.

Selain itu, maskapai ini akan mengembalikan layanannya secara bertahap ke 80 tujuan pada akhir Juni, termasuk penerbangan ke London, Dublin, Manchester, dan Edinburgh.

4. Korean Air

Korean Air berharap melanjutkan layanan yang tersedia di 33 rute internasional pada bulan Juni mendatang. Beberapa perjalanan tersebut termasuk penerbangan ke Washington DC, Seattle, Vancouver, Toronto, Frankfurt, Beijing, dan Kuala Lumpur.

5. Tap Portugal

Maskapai penerbangan Portugis akan melanjutkan sejumlah layanan penerbangan internasionalnya mulai 18 Mei termasuk ke Barcelona, Brussels, Dublin, London, Madrid, Newark, dan Ponta Delgada (Azores). Tap Portugal juga berharap akan ada lebih banyak tujuan yang ditambahkan pada akhir musim panas ini.

6. Turkish Airlines

Menurut Reuters, Turkish Airlines berencana untuk melanjutkan penerbangannya ke 19 negara pada bulan Juni pasca larangan penerbangan penumpang berakhir pada 28 Mei mendatang.

Selain itu, maskapai tersebut berharap bisa meningkatkan kapasitas penerbangannya ke 99 negara pada bulan September.

7. United Airlines

Maskapai yang berbasis di Chicago ini menangguhkan 90 persen layanannya pada bulan April, namun tetap mengoperasikan penerbangan terbatas di Eropa dan Amerika Selatan.

Sejauh ini United Airlines masih berharap bisa melanjutkan layanan Newark ke Paris, Shanghai dan Tokyo pada bulan Juni, serta layanan San Fransisco ke Beijing, Chengdu, Shanghai, dan Frankfurt, bahkan lebih banyak lagi rute untuk diikuti.

8. Wizz Air

Menurut The Guardian, terlepas dari larangan perjalanan non-esensial, maskapai bertarif rendah ini telah mengumumkan lima rute baru untuk musim panas 2020. Beberapa penerbangan yang akan dilakukan dari Juli yaitu London (Luton) ke Faro, Portugal ke Corfu, Heraklion, Rhodes dan Zakynthos di Yunani.

Selain itu, Wizz Air juga akan meluncurkan operasi di Abu Dhabi untuk pertama kalinya dengan menghubungkan hub UEA ke Budapest (Hongaria) dan Bucharest (Rumania) pada Juni, dan Cluj-Napoca (Romania), Katowice (Polandia), serta Sofia (Bulgaria) pada bulan September mendatang.

"Meskipun perjalanan saat ini dibatasi oleh peraturan pemerintah, kami merencanakan pelonggaran pembatasan karena situasinya membaik dan pelanggan kami dapat mulai bepergian lagi," kata Direktur Pelaksana Wizz, Owain Jones. []

Baca juga:

Berita terkait
Korban Covid-19 , Maskapai Kolombia Bangkrut
Maskapai penerbangan nasional Kolombia, Avianca mengalami kebangkrutan akibat dampak pandemi Covid-19.
Maskapai Jeblok Rp 441,2 Triiliun Imbas Virus Corona
IATA menyatakan maskapai global berpotensi kehilangan pendapatan 30 miliar dolar AS tahun ini karena imbas wabah virus corona.
Virus Corona, Kemenhub Larang Maskapai ke Wuhan
Kemenhub melarang maskapai nasional beroperasi dari dan kota Wuhan,China sementara waktu menghindari penyebaran virus corona masuk Indonesia.
0
Maskapai Internasional yang Beroperasi di Musim Panas
Beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia dalam waktu dekat akan mulai beroperasi saat musim panas di tengah pandemi Corona.