Marbinda, Tradisi Batak Toba Menjelang Natal

Sumatera Utara memiliki tradisi unik menjelang hari raya Natal. Tradisi ini hampir mirip dengan Idul Kurban.
Ilustrasi penyembelian hewan kurban dalam tradisi Marbinda di Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Ist)

Medan - Hari Raya Natal menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat kristiani. Hari raya ini identik dengan pohon natal yang dihiasi dengan berbagai pernak pernik.

Selain itu, menjelang Hari Raya Natal terdapat macam-macam tradisi unik yang dilakukan di berbagai daerah, salah satunya Sumatera Utara.

Sumatera Utara memiliki tradisi unik yang biasa dilakukan setiap menjelang Natal. Tradisi ini disebut Marbinda.

Marbinda  sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Batak Toba di Sumatera Utara. Walaupun tak semeriah dulu, tapi tradisi ini masih dijaga terutama di pemukiman-pemukiman orang Batak.

Marbinda adalah tradisi menyembelih hewan yang kemudian dibagikan pada masyarakat. Tradisi ini bertujuan untuk menjaga silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat dalam merayakan Hari Raya Natal.

Selain itu, tradisi ini juga dilakukan sebagai wujud syukur atas berkat yang diterima selama satu tahun.

Tradisi Marbinda hampir mirip dengan perayaan kurban saat Idul Adha. Namun yang berbeda adalah hewan yang digunakan. Masayarakat Batak Toba tidak hanya menyembelih sapi atau kerbau, tetapi babi juga bisa mejadi pilihan. Sebab, mayoritas masyarakatnya adalah nasrani.

Hewan kurban dalam perayaan tradisi ini, dibeli dari uang yang dikumpulkan dari warga selama berbulan-bulan sebelum Natal.
Hewan yang akan disembelih ditentukan dari jumlah uang yang terkumpul.

Jika jumlah uangnya banyak maka hewan yang disembelih harus berukuran besar, seperti sapi atau kerbau. Namun jika uang yang terkumpul terbatas maka hanya menyembelih babi.

Dalam perayaannya, tradisi ini dilakukan secara bergotong royong. Kegiatan menyembelih, memotong, memasak, dan membagikan daging dilakukan bersama-sama.

Dulu, daging yang dibagikan tidak hanya yang mentah tapi yang sudah masak juga. Tujuannya supaya setiap orang bisa menikmati menu yang sama.

Dalam masyarakat Toba, terdapat istilah 'sa sada hudon' yang artinya bisa merasakan makanan yang sama dari sumber yang sama. Nilai filosofi ini tetap dijaga secara turun temurun hingga sekarang. []
(Grace Natalia Indah)

Berita terkait
Telkomsel Sumbang 777 Hewan Kurban Saat Idul Adha 1441H
Telkomsel sumbang 777 ekor hewan kurban dan disalurkan ke 43.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia, saat perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H.
Jumlah Hewan Kurban di Rembang Ditemukan Cacing Hati
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang mencatat ada penurunan jumlah hewan kurban yang disembelih di momen Idul Adha.
21.360 Keluarga di Aceh Terima Daging Kurban Turki
Hewan kurban tersebut berasal dari dua lembaga kemanusiaan asal Turki yakni Hayrat Yardim dan Turkiye Diyanet Vakfi.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.