UNTUK INDONESIA
Jumlah Hewan Kurban di Rembang Ditemukan Cacing Hati
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang mencatat ada penurunan jumlah hewan kurban yang disembelih di momen Idul Adha.
Proses penyembelihan hewaan kurban di Masjid Desa Joho Kecamatan Sale belum lama ini. (Foto: Tagar/Rendy Teguh Wibowo)

Rembang - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang mencatat ada penurunan secara kumulatif hewan kurban yang disembelih mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Selain itu, Distanpan Kabupaten Rembang juga menemukan 18 hewan kurban terinfestasi cacing hati.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan hewan Dintanpan Rembang, Idham Rachamdi menyebutkan penurunan jumlah hewan kurban tahun ini tidak terlalu signifikan. Bahkan dimasa pandemi seperti saat ini, penurunannya kurang dari 7 persen.

Jumlahnya memang turun tapi sedikit sekali, kalau dibilang ada yang naik dan ada yang turun.

"Pemotongan hewan kurban secara umum tidak mengalami penurunan yang signifikan. Paling cuma selisih beberapa ekor, adanya pandemi Covid-19 ini sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah hewan kurban," kata Idham Rachamdi, Selasa, 4 Agustus 2020.

Berdasarkan data Dispantan Rembang, penurunan hanya terjadi pada hewan kurban jenis sapi jantan yang tahun sebelumnya sebanyak 830 ekor menjadi 829 ekor, sapi betina tidak produktif 111 ekor menjadi 71 ekor, dan domba jantan dari 1006 ekor menjadi 944 ekor.

Baca juga:

Pada hewan kurban kambing jantan dan kambing betina pada tahun 2020 ini justru mengalami peningkatan. Kambing jantan dari yang sebelumnya 2732 ekor menjadi 2769 ekor dan kambing betina 4 ekor menjadi 7 ekor.

"Jumlahnya memang turun tapi sedikit sekali, kalau dibilang ada yang naik dan ada yang turun," jelasnya

Selain itu, lanjut dia, pada pelaksanaan kegiatan pemeriksaan hewan setelah disembelih (post mortem) disejumlah wilayah, didapati infestasi cacing hati pada 18 ekor sapi dan 1 ekor sapi radang paru-paru. 

Dua ekor sapi terinfestasi cacing hati di desa Karas Kecamatan Sedan, dua ekor sapi di Desa Joho, Kecamatan Sale, lima ekor sapi di desa Mrayun kecamatan Sale, satu ekor sapi di desa Krikilan kecanatan Sumber, satu ekor sapi di desa Waru kecamatan Rembang, satu ekor sapi di desa Kasreman kecamatan Rembang, lima ekor sapi di desa Sumberejo kecamatan Rembang, satu ekor sapi di desa Pamotan Kecamatan Pamotan, dan satu ekor sapi radang paru-paru di desa Sumberjo kecamatan Rembang.

"Dari infestasi cacing hati yang ditemukan, bisa kita atasi dengan dilakukan treaming atau pengafkiran pada bagian hati yang rusak. Kemudian kita buang," ucap dia.

Idham menambahkan, pada kurban tahun ini tercatat ada penambahan hewan kurban jenis kerbau jantan sebanyak 4 ekor. Penambahan tersebut 1 ekor berasal dari desa Karangmangu Kecamatan Sarang, 1 ekor dari desa Kalipang Sarang, 1 ekor dari desa Maguan Kecamatan Kaliori, dan 1 ekor dari desa Pasucen Kecamatan Gunem.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini ada penambahan hewan kurban kerbau sebanyak empat ekor," ujarnya. []

Berita terkait
Kesunyian Hutan Wisata Mangrove di Rembang
Dana sudah terlanjur habis untuk perbaikan jeti, pandemi covid mendera. Nasib kesunyian harus dilakoni hutan wisata mangrove di Rembang.
Mantan Kades di Rembang Deklarasi 2020 Ganti Bupati
Para mantan kepala desa (kades) di Rembang mendeklarasikan 2020 Ganti Bupati. Sikap ini bentuk kekecewaan pecahnya Hafidz - Bayu di Pilkada 2020.
Dispensasi Menikah Rembang Meningkat Selama Pandemi
Pengajuan dispensasi pernikahan selama pandemi 2020 meningkat tajam dibandingkan selama 2019. Semester pertama tahun ini sudah 160 permohonan.
0
Gus Menteri Ajak Santri Perkokoh Tradisi Pesantren
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta seluruh santri memegang kokoh tradisi pesantren. Sebab, ini adalah budaya yang hanya ada di Indonesia.