Mantan Pilot Boeing Dituduh Berbohong Terkait Jet 737 Max

Dewan juri federal mendakwa seorang mantan pilot Boeing telah menipu regulator keselamatan tentang pesawat jet 737 Max
Seorang teknisi memeriksa bagian hidung dari pesawat Boeing 737 MAX yang diproduksi di Renton, Washington, pada 7 Desember 2015 (Foto: voaindonesia.com- AP/Ted S. Warren)

Jakarta – Dewan juri federal pada Kamis, 14 Oktober 2021, mendakwa seorang mantan pilot Boeing telah menipu regulator keselamatan tentang pesawat jet 737 Max, yang terlibat dalam dua kecelakaan fatal yang memakan korban jiwa.

Sang mantan Pilot, Mark A. Forkner, 49, didakwa memberi informasi palsu dan tidak lengkap kepada Badan Pengawas Penerbangan Federal mengenai sistem kendali penerbangan otomatis yang berperan dalam kecelakaan tersebut, yang menewaskan sebanyak 346 orang.

Menurut jaksa, karena dugaan penipuan Forkner, sistem tersebut tidak disebutkan dalam manual pilot atau materi pelatihan.

boeing 737 maxBelasan pesawar Boeing 737 MAX yang dilarang terbang tampak di Boeing Field, Seattle, Washington, 1 Juli 2019 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Pengacara Forkner belum menanggapi permintaan komentar. Pihak Boeing sendiri menolak untuk berkomentar.

Kecelakaan jet 737 Max terjadi pada 2018 di Indonesia, dan 2019 di Ethiopia. Pilot tidak mampu menguasai kendali, kedua pesawat menukik beberapa menit setelah lepas landas. Forkner ketika itu adalah kepala pilot teknis Boeing pada program Max (ka/rs)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Boeing 737 Max 8, Tragedi Pesawat Paling Laris dari Boeing

Mesin Boeing 737 MAX Mati Pada Penerbangan American Air

Bos Boeing Akui Salah Soal Kecelakaan B 737 Max

Tentang Boeing 737 MAX 8, Pesawat Unggulan yang Dua Kali Jatuh

Berita terkait
Mesin Boeing 737 MAX Mati Pada Penerbangan American Air
Penerbangan American Air dengan Boeing 737 MAX sempat dalam keadaan darurat setelah kapten mematikan satu mesinnya