UNTUK INDONESIA
Man United Vs Liverpool Laga Dua Musuh Bebuyutan
Laga antara Manchester United dengan Liverpool di Liga Inggris masih lama yaitu tanggal 20 Oktober 2019, tapi pemberitaan sudah merebak di media
Manchester United hanya mampu menang 1-0 atas Leicester City di pertandingan Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Sabtu 14 September 2019. Gol tunggal Man United dicetak Marcus Rashford (depan). (Foto: dailymail.co.uk)

Manchester – Laga kandang Manchester United (MU) akan berhadapan dengan kesebelasan tamu yaitu ‘The Reds’ atau Liverpool pada tanggal 20 Oktober 2019 pukul 22.30 WIB, tapi ulasan dan bahasan terkait dengan laga itu sudah muncul.

Salah satu masalah yang dihadapi MU adalah dari 20 tim yang berlaga di premier league MU ada di posisi ke-12. Dari 8 laga yang dijalani MU hanya menang 2, seri 3 dan kalah 3 dengan hasil 9 poin. Bandingkan dengan The Reds yang mengoleksi poin sempurna karena dari 8 pertandingan semua dimenangkan Liverpool sehingga mengantongi nilai 24. Angka ini terpaut 8 poin dari pesaing terdekatnya, Manchester City.

“The Reds” akan saling berhadapan dengan catatan MU sudah 202 kali berlaga dengan Liverpool sebagai musuh bebuyutan. MU mengantongi 80 kemenangan. Musim lalu MU menahan seri pasukan Klopp, Liverpool, 0-0 di kandang MU, Old Trafford.

Dengan kondisi yang ada para pengamat mengatakan MU harus menempuh beberapa hal agar bisa menjauh dari zona degradasi.

Langkah pertama adalah pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, diharapkan bisa mengatur ulang strategi terutama tentang formasi pemain. Selama ini Solskjaer menerapkan 4-2-3-1 yang dinilai pengamat tidak pas dengan kondisi MU sekarang. Ada usul agar formasi pemain MU memakai 4-3-3 dengan mengandalkan Paul Pogba dan Anthony Martial.

Hal lain yang jadi persoalan di lapangan adalah kapten bermain. Pada laga dengan New Castle United dengan kekalahan 1-0 Solskjaer mempercayai Marcos Rojo jadi kapten. Padahal, ada sosok lain yang juga jadi andalan MU yaitu Marcus Rashford, David de Gea, dan Harry Maguire.

Penggemar atau fans MU juga berharap agar Solskjaer memperhatikan langkah-langkah yang sering dipakai oleh Sir Alex Ferguson jika menghadapi klub-klub yang jadi pesaing atau musuh bebuyutan.

Yang jadi masalah besar dan sangat sulit diatasi adalah cedera pemain. Solskjaer harus bisa menggantikan pemain muda atau pemain cadangan untuk menggantikan posisi pemain inti yang cedera.

Hal yang sama sebenarnya terjadi juga di Liverpool. Seperti ujung tombak The Reds, Mohamed Salah, juga dikabarkan cedera. Tapi, Liverpool mengatakan tidak ada masalah bagi Salah karena cederanya tidak berat.

Pertandingan antara MU dan The Reds jadi ajang pertemuan musuh bebuyutan di Liga Inggris. MU sendiri menghadapi Liverpool dengan kondisi kalah lima pertandingan sebelumnya, yang terakhir dengan Newcastle di kandang.

MU ada di masa jeda pertandingan internasional jelang laga dengan Liverpool sehingga diharapkan pemain MU bisa istirahat agar segar ketika menghadapi The Reds.

Sedangkan bagi The Reds laga dengan MU merupakan laga yang penting karena kalau menang itu artinya Liverpool menyamai rekor Chelsea yang menang 9 kali berturut-turut antara 14 Agustus 2005 sampai 15 Oktober 2005. The Reds sudah mengantongi 8 kali menang berturut-turut pada musim ini.

Selain itu kemenangan atas MU juga akan membuka kesempatan bagi The Reds mengukir sejarah dengan 18 kali menang berturut-turut di premier league yang sekarang dipegang oleh Manchester City. The Citizens menang terus di premier league antara 26 Agustus 2017 sapai 27 Desember 2017 (Sumber: manutd.com, liverpoolfc.com dan sumber-sumber lain). []

Berita terkait
Kalah di Kandang, City Gagal Dekati Liverpool
Wolverhampton Wanderers kembali membuat kejutan di Liga Premier Inggris. Mereka mengalahkan Manchestr City 2-0 di Etihad, Minggu 6 Oktober 2019.
Man United Retak, Pemain Sudah Abaikan Solskjaer
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer tak lagi dipercaya pemain. Hubungan mereka sudah retak dan Solskjaer dikabarkan bakal dipecat.
Liverpool Vs Salzburg, Susunan Pemain dan Prediksi
Liverpool memburu kemenangan pertama saat menjamu Red Bull Salzburg di Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis 3 Oktober 2019 dini hari WIB.
0
Pengamat Sebut Gerindra Bisa Jadi Koalisi-Kritis
Apabila Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi, partai tersebut bisa berperan menjadi koalisi-kritis.