UNTUK INDONESIA
Asupan Baik dan Buruk Dikosumsi Bareng Obat Antibiotik
Ada sejumlah asupan yang layak dan buruk dikonsumsi bersamaan dengan obat antibiotik.
Ilustrasi minum obat. (Foto: LS/Shutterstock)

Jakarta - Antibiotik digunakan untuk memerangi bakteri berbahaya bagi tubuh. Namun ternyata, ada sejumlah asupan yang layak dan buruk dikonsumsi bersamaan dengan obat antibiotik.

Hal itu dikarenakan sejumlah makanan dan minuman tertentu ketika dikonsumsi bersamaan dengan minum antibiotik dapat menghancurkan apa yang dikenal sebagai bakteri "baik" di usus.

Akibatnya perut menjadi mual, kembung, diare, gangguan pencernaan, sakit perut, atau hilangnya nafsu makan. Manfaat antibiotik pada umumnya yaitu membunuh bakteri secara langsung atau mencegahnya menggandakan diri akhirnya tidak maksimal, atau bahkan hilang.

Dikutip dari laman Healthline.com, berikut asupan baik dan buruk dikonsumsi bersamaan obat antibiotik:

Prebiotik

Mirip dengan probiotik, prebiotik adalah jenis makanan yang secara aktif membantu bakteri baik hidup di dalam usus. Makanan ini bisa dikonsumsi sebelum, selama, dan sesudah minum antibiotik untuk membantu keseimbangan flora usus.

Jenis makanan yang mengandung prebiotik seperti bawang bombay, bawang putih, pisang, dan artichoke. Namun, sebaiknya makanan tetap tersebut tidak dikonsumsi berlebihan ketika sakit, patuhi juga rekomendasi dokter terkait pola makan terlebih ketika menjalani diet.

Makanan fermentasi

Makanan fermentasi mengandung mikroorganisme. Selain itu jenis makanan ini merupakan sumber bakteri baik bagi tubuh.

Jenis makanan ini sebaiknya dikonsumsi sangat masih segar. Sebagian sangat baik dinikmati tanpa dimasak. Alasannya, memasak atau merebus jenis makanan fermentasi tertentu dapat membunuh bakteri berguna yang akan masuk ke tubuh. Seperti misalnya acar.

Adapun makanan fermentasi yang bermanfaat bagi tubuh seperti miso, tempe, kimchi, yoghurt (jenis rendah lemak seperti yoghurt Yunani), acar, salami dan keju segar.

Minum obatIlustrasi minum obat. (Foto: LS/med-easy.co.uk)

Vitamin K

Sebagian besar sayuran hijau mengandung vitamin K. Ketika dikonsumsi, manfaatnya dapat mengurangi dampak antibiotik pada bakteri baik. Selain itu memastikan kadar vitamin K di dalam tubuh tetap stabil.

Makanan kaya dianjurkan dikonsumsi setelah minum antibiotik. Pasalnya serat membantu memulihkan bakteri baik dan melancarkan pencernaan.

Cobalah kangkung, bayam, peterseli, kubis brussel, dan collard yang banyak mengandung vitamin K. Atau beri, buncis, brokoli, lentil, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Hindari Saat Minum Antibiotik

Jika Anda benar-benar ingin menjaga intestinal flora atau flora usus atau mikrobiota dalam tubuh Anda selagi minum atibiotik, sejumlah makanan atau minuman ini sebaiknya dihindari. Maksudnya agar bakteri "baik" di usus tidak hilang saat mengonsumsi obat antibiotik. 

Adapun makanan dan minuman yang sepatutnya dihindari saat mengonsumi antibiotik adalah jeruk bali, lemon, dan jeruk biasa yang beredar di pasar. Pasalnya sifat asam dari makanan ini dapat mengganggu perut.

Selain itu, agar efek samping tidak menjadi lebih buruk maka sebaiknya hindari alkohol. Alkohol dapat mencegah antibiotik bekerja secara efektif.

Anda dapat mengkonsultasikan kepada dokter terkait makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari, terutama alkohol. Namun, jika tidak yakin, sebaiknya jauhi makanan dan minuman tersebut.

Berita terkait
Antibiotik Tak Bisa Dikonsumsi Sembarangan
Tidak semua penyakit harus diobati dengan antibiotik, karena jika digunakan secara sembarangan akan menimbulkan masalah baru
WHO: Hentikan Penggunaan Antibiotik Pada Hewan Sehat
WHO pada Selasa mendesak peternak menghentikan penggunaan antibiotik untuk mendorong pertumbuhan dan mencegah penyakit pada hewan sehat.
Makanan Berisiko Menggugurkan Kandungan Bumil
Dokter Maria Silvia Merry mengingatkan semua ibu hamil memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Bila tidak dijaga bisa berisiko keguguran.
0
Jadwal Belajar di Rumah TVRI Jumat 25 September 2020
Jelang akhir pekan, Jumat 25 September 2020, pelajar SMA dan SMK akan mendapat materi vokasi tentang masa depan dunia film dan penyiaran.