UNTUK INDONESIA
Madu Mongso, Sajian Lebaran di Meja Warga Kediri
Madu mongso, kudapan berwarna hitam memiliki rasa dan bau yang khas layaknya tape menjadi kue tradisional favorit di Kediri saat lebaran.
Nenek Mujilah mengolah Madu Mongso sebagai kudapan saat momen lebaran Idulfitri di Kediri. (Foto: Tagar/Fendhi Lesmana)

Kediri - Momen Hari Raya Idul Fitri identik dengan kegiatan silaturahmi, ngobrol santai, berbagi cerita, bercanda dan tertawa bersama teman maupun keluarga. Meski saat ini suasana lebaran berbeda karena pandemi Covid-19, tetapi sajian saat Idul Fitri tetap tersaji di meja makan warga Kediri.

Dari sekian banyak kue tersaji di meja hidangan ruang tamu, terselip sejumlah sajian tradisional disajikan, seperti madu mongso. Kudapan berwarna hitam memiliki rasa dan bau yang khas layaknya tape.

Enggak afdal rasanya kalau tidak ada hidangan madu mongso di meja saat lebaran.

Begitu menyentuh lidah, rasanya campur aduk. Ada rasa manis khas gula kelapa, serta rasanya yang sedikit asam seperti tape meresap di lidah. Karena rasanya yang khas, tak heran jika madu mongso menjadi salah satu kue tradisional favorit dikala lebaran. Bahkan dari varian kue yang disajikan, kue madu mongso selalu habis lebih dulu.

"Enggak afdal rasanya kalau tidak ada hidangan madu mongso di meja saat lebaran. Setiap tahun jika ada tamu datang berkunjung selalu tanya madu mongso," kata, Mujilah, 60 tahun, Minggu, 24 Mei 2020.

Nenek lima cucu ini menjelaskan untuk membuat kue madu mongso harus telaten, sebab untuk mengkukus dibutuhkan waktu paling lama tiga hari. Pasalnya ketan hitam harus dilakukan fermentasi agar menjadi tape.

"Sebelum dimasak harus disiapkan bahan lainnya seperti gula kelapa, santen kelapa serta ketan," kata warga Kelurahan Bandar Lor ini, Kota Kediri ini.

Setelah menjadi tape dalam kondisi kering, kemudian dioplos dimasukan bahan lainnya seperti santen kelapa plus gula merah. Setelah itu dimasak lagi hingga benar-benar matang. Setelah masak, madu mongso yang sudah matang ini kemudian ditempatkan di baskom plastik berukuran sedang lalu dibungkusi plastik.

"Satu baskom dibungkus plastik kecil jadi 150 bungkus," ujarnya.

Untuk membuat kue tradisional madu mongso Mujilah mengaku harus merogoh kocek dari kantong pribadinya Rp 60 ribu. Uang Rp 60 ribu tersebut, ia pergunakan untuk membeli bahan ketan sebanyak 3 kilo, kelapa 3 biji, serta gula merah kurang lebih satu kilo.

Mujilah mengatakan jika kue madu mongso buatanya ini merupakan resep keluarga yang diwariskan secara turun temurun. Ia berharap kelak, nantinya resep ini bisa diteruskan oleh dua anak perempuannya yang saat ini mulai belajar membuat kue tradisional madu mongso.

Sementara itu, anak Mujilah, Tri Sundari mengatakan, kue tradisional madu mongso ini tidak hanya disukai oleh kalangan warga Kota Kediri saja melainkan juga pecinta kuliner dari luar daerah. Ibu 4 anak ini mengaku jika setiap tahunya, ia selalu mengirim jajanan madu mongso ke mertuanya yang tinggal di Surabaya.

"Setiap lebaran jajanan buatan ibu, madu mongs selalu saya kirim ke Surabaya ke mertua. Keluarga sana juga suka sama kue madu mongso," ucap Tri Sundari. []

Berita terkait
Kerupuk Upil, Suguhan Gurih Saat Lebaran di Sidoarjo
Kerupuk upil lebih nikmat dicocol dengan sambal petis udang khas Sidoarjo dan harganya relatif murah yakni dijual Rp 5 ribu.
Burasa, Makanan Khas Sulsel di Hari Lebaran
Salah satu sajian makanan yang tidak boleh terlewat saat merayakan momen lebaran di Makassar adalah Burasa.
Nasu Likku, Menu Lebaran Khas Bugis Saat Lebaran
Nasu Likku merupakan salah satu menu wajib yang ada di meja makan saat merayakan hari Lebaran setelah sebulan penuh berpuasa di Sulsel.
0
Madu Mongso, Sajian Lebaran di Meja Warga Kediri
Madu mongso, kudapan berwarna hitam memiliki rasa dan bau yang khas layaknya tape menjadi kue tradisional favorit di Kediri saat lebaran.