UNTUK INDONESIA
Lobi Politik Gerindra Jelang Pilkada 2020
Partai Gerindra DIY melancarkan lobi politik ke lima partai jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Apa pertimbangannya?
Ilustrasi kampanye Partai Gerindra. (Foto: Antara)

Yogyakarta - Partai Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melancarkan lobi politik ke lima partai jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Pendekatan dilakukan agar Gerindra dapat mengusung calon kepala daerah (cakada) dari pilihan internal.

Gerindra diketahui tak dapat mengusung calonnya sendiri dalam Pilkada 2020 yang meliputi tiga kabupaten, yakni Sleman, Gunungkidul, dan Bantul. Musababnya di wilayah tersebut Gerindra tak memenuhi persyaratan terkait hasil raihan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Kami harus koalisi untuk mengusung calon," kata Sekretaris DPD Gerindra DIY Dharma Setiawan di Kantor DPD Partai Gerindra DIY pada Jumat 1 November 2019.

Secara alamiah, kami selalu mempertimbangkan partai politik terkuat untuk koalisi.

Dharma yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penjaringan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pilkada 2020 untuk tiga kabupaten DIY menyebutkan Gerindra melakukan penjajakan ke partai yang memiliki basis massa kuat. Sejauh ini, kata dia, ada lima partai yang sedang dalam tahap komunikasi.

Dharma SetiawanKetua Tim Penjaringan dan Penyaringan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pilkada 2020 untuk tiga kabupaten DIY, Dharma Setiawan (tengah, baju putih) di Kantor DPD Partai Gerindra Yogyakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.(Tagar/Hidayat).

PDI Perjuangan (PDIP) menjadi partai pertama yang didekati Gerindra DIY. Selain memiliki massa yang solid, PDIP meraih suara terbanyak dalam Pileg 2019 di DIY.

"Ada trend Gerindra berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Secara alamiah, kami selalu mempertimbangkan partai politik terkuat untuk koalisi," ujarnya.

Kemudian partai yang menurut Dharma berpengalaman menghadapi Pilkada di DIY, yaitu PAN. "Sejarah Pilkada di DIY, juaranya bukan PDI Perjuangan tapi PAN. Gunungkidul PAN, Sleman PAN, Kota Yogyakarta PAN, dan Kulon Progo PAN. Hanya Bantul saja yang tidak," ucapnya.

Partai ketiga yakni PKS yang dianggap paling akrab dengan Gerindra secara nasional. "PKS paling akrab dengan Gerindra secara nasional dan beberapa Pilkada, kami juga koalisi dengan PKS," tuturnya.

Kemudian PKB. Dharma menilai komunikasi yang dijalin ke PKB lantaran sebelumnya Gerindra sempat berkoalisi dengan partai besutan Abdurrahman Wahid alias Gud Dur itu ketika Pilkada Kabupaten Bantul tempo lalu.

"Beberapa kali kami koalisi dengan PKB, dan berhasil seperti Bantul," kata dia. 

Dinamika politik di DIY juga memungkinkan Gerindra membuka tangan menjajakan lobi-lobi politiknya ke NasDem. "Sementara NasDem, khususnya di Gunungkidul, partai ini sangat kuat, dan Bupati yang sekarang juga dari NasDem," kata Dharma. 

Bila tidak tercapai kesepakatan berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung cakada sendiri dari partainya, Dharma mengatakan Gerindra DIY telah mengambil sikap. Pihaknya akan mendukung cakada dari partai lain dengan catatan calon tersebut memiliki visi dan misi yang tidak berseberangan dengan Gerindra DIY.

"Calon itu harus dekat dengan visi misi Gerindra. Kami akan memilih siapa yang paling cocok," tutur dia.

Berita terkait
Pilkada 2020 Gerindra Yogyakarta Siapkan Sandiaga Uno
Gerindra Yogyakarta siap libatkan Sandiaga Uno pada Pilkada 2020 sebagai juru kampanye. Sebab, suami Nur Asia dapat menarik milenial dan emak-emak.
Menhan Prabowo ke Rumah Ketemu Petinggi Partai Gerindra
Setelah dilantik menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo pulang ke rumahnya di Jakarta Selatan. Telah menunggu petinggi Partai Gerindra.
Muhammadiyah Tak Mempermasalahkan Larangan ASN Bercadar
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Muti tak mempermasalahkan wacana melarang pemakaian cadar Aparatur Sipil Negara (ASN).
0
Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras
Polda Metro Jaya telah menyebar sketsa wajah seorang pria yang diduga sebagai pelaku penyiraman cairan kimia terhadap dua pelajar SMPN 229 Jakarta.