UNTUK INDONESIA
Lobi Gerindra ke PKB dan PKS Soal Kursi Pimpinan MPR
Sekjen DPP Partai Gerindra mengaku telah menjalankan lobi-lobi ke Ketua Umum PKB Cak Imin serta Wakil Ketua Dewan Syuro PKS HNW.
Suasana sidang DPR Komisi III DPR mengikuti rapat dengar pendapat dengan perwakilan Forum Umat Islam (FUI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2). (foto: Ant)

Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku telah menjalankan lobi-lobi ke Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin serta Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid soal penentuan paket pimpinan MPR periode 2019-2024.

Hasil terkait penentuan paket pimpinan MPR, kata Muzani, pada ujungnya bergantung pada hasil lobi-lobi politik.

"Semua di gedung ini kan anda tahu bahwa selalu akhirnya kemudian lobi-lobi yang akan menentukan, itu sekarang sedang dalam proses awal. Apakah akan melebur dalam satu paket atau dua paket, nanti kita bicarakan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Antara, pada Kamis 18 Juli 2019.

Peluangnya masih terbuka semua, sebelah sini, sana, semua masih cair.

Menurut dia, hasil pembicaraan dan lobi-lobi dengan berbagai partai politik memungkinkan Gerindra diterima atau maju sendiri dalam proses pemilihan pimpinan MPR.

Sebelumnya Muzani mengaku berbagai kemungkinan terbuka terkait dari mana kursi pimpinan MPR akan diisi. Dia mengatakan, hal seperti itu seperti membuat satu paket dengan partai pengusung Prabowo-Sandi pada Pemilu Presiden 2019, atau bersama Koalisi Indonesia Kerja.

"Peluangnya masih terbuka semua, sebelah sini, sana, semua masih cair. Tadi saya bicara dengan Pak Muhaimin, semua masih cair," ujar Muzani.

Muzani menjelaskan saat ini proses lobi-lobi politik masih dalam tahap awal lantaran proses pemilihan dan penentuan paket pimpinan MPR RI masih lama yaitu akhir September atau awal Oktober 2019.

Baca juga: 

Berita terkait
0
Mahfud MD Paparkan Politik Uang di Sistem Pilkada
Mahfud MD memaparkan aspek negatif politik uang dari pilkada yang dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung.