Indonesia
Gerindra Respons Prabowo Didukung Ikut Indonesian Idol
Waketum Gerindra Arief Poyuono menanggapi santai pernyataan Ketua GNPF Yusuf Martak yang sindir Prabowo secara konyol.
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis (14/3). (Foto: Antara/Wahdi Septiawan)

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi pernyataan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak yang menyatakan bakal dukung Prabowo jika ikut Indonesian Idol. Hal itu ditanggapi santai oleh pihak Gerindra. 

Arief Poyuono mengatakan Gerindra tak mempersoalkan ucapan dari Ketua GNPF pada Senin, 15 Juli 2019 tersebut. Bagi dia, Gerindra sekarang ini legowo dengan apapun bentuk perkataan sindiran yang dituduhkan kepada Prabowo.

"Gak apa-apa, biarin aja. Ngapain persoalan omongan begitu. Mereka mau ngomong apa itu hak mereka tentang Prabowo. Prabowo sendiri gak apa-apa kok, mau dikatain apa biarin aja. Cuek aja," kata Arief Poyuono saat dihubungi Tagar, Kamis 18 Juli 2019. 

Ngapain sakit hati sih. Terima kasih aja kita bersyukur sama Tuhan. Biarin aja, cuekin aja. Kan orang bebas mau ngomong apa saja.

Arief menyatakan Gerindra tidak sakit hati dengan pernyataan Yusuf Martak tersebut. 

Ijtima Ulama dan Tokoh NasionalDemokrat: GNPF Jangan Tekan Prabowo | Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7/2018). Ijtima Ulama yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) ini bertujuan untuk menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

"Ngapain sakit hati sih. Terima kasih aja kita bersyukur sama Tuhan. Biarin aja, cuekin aja. Kan orang bebas mau ngomong apa saja," ujarnya.

Dia menambahkan jika GNPF akan menarik diri sebagai pendukung Prabowo, Gerindra juga tidak akan mempersoalkan hal itu. 

"Ya gak apa-apa. Itu kan hak mereka. Lima tahun ke depan udah persoalan lain. Sekarang persoalan yang paling besar ini adalah bagaimana membangun negeri ini. Itu aja," tuturnya. 

"Gak ada masalah dia mau ngomong  apa, monggo aja. Yang penting bersyukur aja kita sama Tuhan bahwa pemilu ini berjalan dengan lancar. Rakyat juga berdamai semua. begitu kan?!?! Mengenai dukungan apa-apa nanti aja dibicarakan, masih panjang. Kita gak tahu lima tahun ke depan akan kayak apa nanti," ucapnya. 

GNPF Menolak Prabowo Bertemu Jokowi

Sementara Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati juga ikut merespons pernyataan Yusuf Martak itu. Dia menilai apa komentar Ketua GNPF itu adalah bentuk penolakan terhadap sikap Prabowo yang baru-baru ini menemui Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi).

"Saya pikir itu bagian bentuk kelanjutan dari sikap kekecewaan kubu 212 terhadap sikap politik Prabowo yang mulai membuka diri terhadap Jokowi," kata Wasisto kepada Tagar, Kamis, 18 Juli 2019. 

Dia mengatakan ucapan Yusuf Martak itu juga bisa menjadi pertanda bahwa GNPF tidak akan memberi dukungan lagi pada Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. 

"Saya pikir Yusuf Martak menarik dukungan ke Prabowo karena satu, pemulangan HRS tidak terealisasi, dan dua, Lapindo harus tetap membayar hutang ke pemerintah," ucap penulis buku Politik kelas menengah Muslim Indonesia

Menurut dia, sikap yang ditunjukkan GNPF itu sebagai wujud perlawanan atas sikap Prabowo yang telah menjalin komunikasi dengan Jokowi. 

"Benar sekali. Arahnya menjadi oposisi. Jika nanti kepentingan GNPF tetap tidak terakomodasi oleh Prabowo, mungkin mereka bisa membentuk poros ketiga," tutur Wasisto. 

Prabowo Ikut Indonesian Idol

Sebelumnya, Yusuf Muhammad Martak menyatakan dukungan bagi Prabowo Subianto sudah selesai usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK). 

Menurutnya, ijtimak ulama dan tokoh nasional ke-4 tidak akan membahas soal dukungan kepada Prabowo. Namun, ia berkelakar bakal mendukung jika Prabowo kembali berkompetisi, salah satunya jika ikut ajang Indonesian Idol.

"Jadi sekali lagi kalau (Prabowo) mau didukung, mau jadi apalagi? Karena MK sudah terakhir, kecuali kalau mau masuk Indonesian Idol karena itu ada terus setiap saat," ujar Yusuf di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. [] 

Baca juga:

Berita terkait
0
Daftar 100 Universitas Terbaik Indonesia 2019
Kemenristekdikti telah mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019. Lihat 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia