UNTUK INDONESIA
Lima Mitos Keliru saat Menggunakan Masker
Masker menjadi senjata utama untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ada beberapa mitos yang keliru tentang penggunaan masker. Apa saja?
Ilustrasi masker kain. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Jakarta - Masker menjadi senjata utama untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, sejauh ini tak sedikit mitos keliru terkait penggunaan masker yang beredar di masyarakat. Padahal penggunaan masker sangat penting dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Dilansir dari laman Cleveland, berikut Tagar berikan ulasan mengenai mitos keliru terkait penggunaan masker.

1. Tak Ada Gunanya Pakai Masker Kain

Menggunakan masker kain merupakan cara mudah untuk membantu melindungi orang lain yang ada di sekitar kita. Pasalnya, penyebaran utama virus Corona terjadi melalui tetesan droplet yang keluar dari hidung atau mulut saat batuk, bersin, atau berbicara.

Penggunaan masker kain bisa menjadi penghalang fisik untuk mencegah tetesan droplet yang dikeluarkan tidak mengenai orang lain.

Bahkan, penelitian menunjukkan masker kain mengurangi jumlah mikroorganisme yang dilepaskan seseorang ke udara. Sehingga, semakin banyak orang mengenakan masker, kian sedikit pula kemungkinan droplet mengenai orang lain guna meminimalisir penyebaran virus.

Selain itu, memakai masker juga bisa membuat seseorang sulit menyentuh area mulut dan hidung yang menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh.

2. Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Tak semua orang yang terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala, sehingga yang tampak sehat belum tentu terbebas dari virus Corona. Bahkan, penelitian di China membuktikan 80 persen orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.

Cara terbaik dan termudah yaitu menggunakan masker, lantaran sulit menentukan secara pasti apakah kita terinfeksi atau tidak, bahkan tindakan kecil tersebut sangat berkontribusi dalam pencegahan Covid-19.

3. Ketika Pakai Masker, Tidak Perlu Terapkan Physical Distancing

Menggunakan masker menjadi salah satu cara mencegah penyebaran virus Corona. Namun, langkah tersebut juga perlu dibarengi dengan cara lain seperti physical distancing dan menjaga kebersihan diri agar lebih efektif dalam mengantisipasi penyebaran virus.

4. Masker Hanya Perlu Menutupi Area Mulut

Masker yang digunakan harus menutupi mulut dan hidung. Selain itu, masker juga harus nyaman, memiliki ukuran yang pas dengan struktur wajah, dan tidak menghalangi saat bernapas.

Disarankan untuk menghindari menggunakan masker di leher atau dagu agar fungsi dari masker lebih efektif.

5. Pakai Masker Bikin Sakit

Tak sedikit orang yang berpikir menggunakan masker bisa membuatnya sakit, lantaran kembali menghirup karbondioksida yang sudah dikeluarkan.

Menghirup zat tersebut dalam dosis tinggi memang berbahaya, karena hal tersebut terdapat beberapa kelompok usia yang tidak disarankan memakai masker, seperti anak-anak berusia di bawah dua tahun dan orang-orang yang memiliki masalah pernapasan.

Namun, bagi yang memiliki kondisi sehat, mengenakan masker tidak akan menyebabkan risiko tersebut.[]

Berita terkait
Cara Pasien nonCovid-19 Tak Tertular Corona di RS
Selama masa pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sebagian orang merasa khawatir. Nah berikut Tagar rangkum solusinya.
Cara Bantu Anak Belajar di Rumah Saat Pandemi Corona
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi membagikan tips untuk orang tua dalam membantu anak belajar di rumah saat Pandemi Corona.
Cara Aman Belanja di Supermarket Saat New Normal
Memasuki era new normal, masyarakat diimbau agar tetap menjaga keamanan dan kesehatan saat ingin berbelanja kebutuhan harian di supermarket
0
Lima Mitos Keliru saat Menggunakan Masker
Masker menjadi senjata utama untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ada beberapa mitos yang keliru tentang penggunaan masker. Apa saja?