UNTUK INDONESIA
Lima Fakta Menarik Mengenai Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek memiliki beberapa fakta menarik, pasalnya beberapa ritual wajib yang harus dilakukan.
Lilin besar yang akan dinyalakan saat Imlek pada Sabtu 25 Januari 2020 di Wihara Dharma Bhakti Jakarta. (Foto: Rivaldi Dani Rahmadi)

Jakarta - Tahun Baru Imlek salah satu perayaan penting yang dilakukan untuk mendapatkan rezeki yang melimpah. Persiapan yang dilakukan dengan membeli bahan makanan, hingga mendekorasi rumah.

Bagi setiap kalangan dari anak-anak hingga dewasa, akan saling membicarakan tentang karier maupun keluarga. Satu sama lain memberikan saran dan solusi jika mengalami masalah. 

Berikut Tagar rangkumkan beberapa fakta menarik mengenai Tahun Baru Imlek.

1. Angpao

Angpao sebagai salah satu hal utama dalam Imlek. Biasanya yang boleh menerima angpao hanya orang yang belum menikah. Lalu hanya orang yang sudah menikah boleh memberikan angpao. 

Jumlah uang yang dimasukkan ke dalam angpao tidak boleh memuat angka empat maupun jumlah ganjil. 

Bagi para remaja hingga dewasa, mereka akan menabung uang dari angpao yang didapat untuk membelanjakan sesuatu sesuai kebutuhan. 

Tradisi bagi-bagi angpao menjadi salah satu pemberian rezeki kepada saudara, dengan harapan dapat memberikan angpao kepada yang muda di masa yang akan datang. 

Ada satu kata khusus untuk meminta angpao, yaitu dengan postur tangan kanan yang mengepal, satu lainnya menangkap kepalan tersebut.

2. Barongsai

Barongsai menjadi acara atau perayaan Imlek khusus yang banyak diselenggarakan di luar rumah. Biasanya yang dijadikan tempat pelaksanaan acara barongsai seperti vihara dan tempat rekreasi lainnya. 

Pertunjukkan ini menjadi antusiasme para anak-anak usai menyelenggarakan ibadat maupun hal lain selama perayaan tahun baru tersebut. Mereka biasanya akan melihat pertunjukkan yang atraktif disertai tarian khusus.

Banyak orang akan menonton pertunjukkan sampai selesai. Lalu dilanjutkan dengan memberi sedekah dalam bentuk angpao. Kemudian dimasukkan ke dalam mulut barongsai, di dalamnya ada tangan seseorang yang mengambil angpao tersebut. 

Tradisi ini telah dilangsungkan setiap tahun dan tidak akan absen dalam perayaan tahun baru Cina.

3. Serba Merah

Perayaan Imlek yang khas identik dengan warna merah. Penggunaan warna merah pada setiap tempat hingga busana yang dipakai masing-masing orang ternyata memiliki makna. 

Warna merah melambangkan hoki, sejahtera, dan kekuatan. Hal lainnya yaitu dapat mengusir roh jahat atau makhluk buas dalam perayaan yang disebut Nian.

Sebagai bentuk untuk melawan hal tersebut. Maka banyak perayaan Imlek identik dengan menghias rumah dan menggunakan pakaian hingga aksesoris serba merah. 

Penggunaan stempel hingga makanan pun dihiasi dengan warna merah. Kesan warna merah sangat kental dalam perayaan ini.

4. Pantangan

Sebenarnya dalam perayaan Imlek banyak hal yang dihindari. Beberapa masih kental dengan tradisi adat Tiongkok yang menyebar hingga Indonesia. 

Bagi setiap orang terutama etnis Tionghoa meyakini hal tersebut sebagai pantangan terutama bagi semua aliran agama Buddha.

Banyak yang mengatakan kalau membersihkan rumah saat perayaan Imlek akan menghilangkan hoki atau keberuntungan.

Maka itu daripada berakibat buruk pada hal tersebut, mereka akan meninggalkan pekerjaan untuk membersihkan rumah dengan berkumpul bersama keluarga besar.

5. Mengunjungi Saudara

Pergi mengunjungi saudara saat perayaan Imlek menjadi tradisi yang penting. Momen yang sangat dinantikan ini bermanfaat untuk mempererat tali persaudaraan. 

Sebagai silaturahmi antar keluarga, mereka akan menceritakan bagaimana karier mereka hingga kondisi terkini dalam sepak terjang kehidupan dalam keluarga. 

Saudara yang berkumpul dan saling mengobrol akan memberikan solusi untuk memberikan hal terbaik.

Tak hanya itu saja, mereka akan melakukan banyak hal seperti makan bersama yaitu tradisi Yu Sheng. Tradisi ini dilakukan dengan menyajikan makanan dalam satu piring. Mereka akan mengangkat makanan dengan sumpit sambil mengucapkan “Lao Qi atau Lao Hei”.

6. Hidangan Khas

Makanan yang disajikan oleh kaum Tiongho bervariasi. Diantaranya seperti kue lapis legit sebagai rezeki yang berlimpah, mie panjang melambangkan panjang umur, lalu ada kue mangkok, kue keranjang, serta banyak makanan lainnya yang disesuaikan dengan kedua belas shio

Makanan utama yang harus ada yaitu jeruk, lambang keharmonisan bagi kehidupan. []

Berita terkait
Kue Bakul Kuliner Wajib Khas Imlek di Sibolga
Menyambut Tahun Baru Imlek di Sibolga, Sumatera Utara, kue bakul merupakan sajian wajib yang menjadi simbol dan tradisi.
Tim Barongsai TNI Ramaikan Imlek di Makassar
Prajurit TNI dari Batalyon Armed 6 Divisi 3 Kostrad akan meramaikan perayaan Imlek di Makassar dengan pentas Barongsai.
6 Acara Imlek di Jakarta, Barongsai hingga Akrobat
Berikut Tagar rangkumkan 6 tempat yang menghelat acara dan keriaan demi menyambut perayaan tahun baru Cina alias Imlek 2020.
0
Digugat Rp 9,5 M, Gen Halilintar Upayakan Cara Damai
erusahaan label musik Nagaswara melayangkan tuntutan perdata kepada keluarga YouTuber Gen Halilintar dengan nilai nominal mencapai Rp 9,5 miliar.