UNTUK INDONESIA
Lezatnya Sayur Anyang Khas Ranah Minang
Sayur anyang merupakan salah satu makanan tradisional pendamping nasi di Sumatera Barat yang nikmat disantap saat berbuka puasa.
Farida memperlihatkan sayuran anyang yang dijualnya di Pasar Pabukoan Tarandam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Muhammad Aidil)

Padang - Sumatera Barat punya banyak kuliner penggugah selera. Biasanya, makanan khas dan sedap itu akan banjir setiap bulan suci Ramadan. Sebab, orang-orang yang berpuas akan berburu selera jelang masuknya waktu berbuka.

Anyang ini sayuran wajib di sediakan oleh pemilik kedai nasi bagi masyarakat yang membeli takjil.

Salah satu yang cukup terkenal adalah sayur anyang. Makanan ini biasanya dijadikan sayur kudapan ketika makan saat berbuka puasa. Anyang merupakan salah satu olahan sayur campur.

"Anyang ini sayuran wajib di sediakan oleh pemilik kedai nasi bagi masyarakat yang membeli takjil berbuka puasa," kata pedagang takjil yang juga menjual sayur anyang Farida, 54 tahun, kepada Tagar, Selasa, 28 April 2020.

Selain harganya murah, pembuatan sayur anyang ternyata juga sangat mudah. Bahan sayur anyang terdiri dari tauge, kelapa parut, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih, daun pepaya, pakis, garam dan jeruk nipis.

Setelah bahan dasarnya lengkap, sayuran itu pun dipotong-potong lalu direbus setengah matang kemudian ditiriskan. Kelapa parut boleh dikukus atau di sangrai dulu tanpa minyak.

Kemudian digiling halus dengan cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih, garam, ditambah dengan perasan air jeruk nipis.

"Setelah halus diaduk dengan sayur yang sudah direbus tadi dan jangan lupa dicoba dulu rasanya apakah sudah enak di lidah atau belum, setelah itu siap dikonsumsi dengan nasi dan makanan pendamping lainnya," katanya.

Farida mengatakan, satu kantong plastik sayur anyang ia patok dengan harga Rp 5 ribu. Selain itu, perempuan yang juga berprofesi sebagai pedagang cabai di Pasar Tarandam itu juga menjual berbagai penganan lainnya.

"Kami juga menjual cendol delima, es cincau, es timun, pepes ikan, kolak pisang dan mie goreng, semuanya kami patok dengan harga Rp 5 ribu," katanya.

Di sisi lain, Farida mengakui Ramadan di tengah pandemi Covid-19 turut menghancurkan omzet dagangannya. "Biasanya di Ramadan ini saya bisa beromzet Rp 1 juta sehari. Sekarang setengah dari itu pun sulit. Semoga corona ini cepat pergi," katanya. []


Berita terkait
5 Resep Olahan Ayam Cocok untuk Sahur dan Buka Puasa
Selama bulan puasa, umat Muslim diingatkan menyiapkan makanan sehat dan bergizi sebagai hidangan sahur dan berbuka puasa.
Kopi Arab Sajian Takjil Khas Masjid Layur Semarang
Kopi Arab menjadi menu takjil khas Masjid Layur Semarang yang terletak di Jalan Layur, Kelurahan Dadapsari Semarang Utara.
Pallu Butung, Takjil Favorit Buka Puasa di Bantaeng
Menu olahan pisang ambon itu senantiasa masuk dalam daftar sajian saat berbuka warga Bantaeng, Sulsel.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.