UNTUK INDONESIA
Lemahnya Suara Toa Pencegah Banjir Ide Gubernur DKI
Pengeras suara atau toa untuk pencegah banjir yang sempat dipasang Gubernur DKI Jakarta terdahulu memiliki fungsi dan suara lemah.
Ilustrasi toa peringatan dini bencana banjir. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menambah perangkat pengeras suara atau toa untuk pencegah banjir. Anggarannya telah disusun sebesar Rp 4,03 miliar. Warga yang telah merasakan keberadaan toa berdiri di wilayahnya menganggap fungsinya sangat lemah.

Saya ngungsi di kelurahan sampai sehari semalam. Karena kan air tinggi sekali.

Ketua RW 7 Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, Mamat Sahroni mengatakan di wilayahnya terpasang toa berjumlah empat biji. Namun, toa yang mengeluarkan sirine sebagai tanda ada potensi banjir itu bersuara lemah. Jarak terdengarnya hanya beberapa centimeter dari lokasi berdiri toa.

"Nggak ada fungsinya, nggak ada pengaruh. Suaranya pelan paling terdengar 50 meter," kata Mamat saat ditemui di kediamannya, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 22 Januari 2020.

Mamat menjelaskan, suara lemah toa di wilayahnya hanya terdengar tak lama setelah dipasang, sekitar sepuluh tahun lalu. Pengeras suara di atas kantor RW 7 itu kemudian tak berfungsi. "Nggak pernah bunyi lagi," ujarnya.

Sebab itu klaim Pemerintah Provinsi DKI terkait upaya mengevaluasi prosedur peringatan dini yang selama ini dilakukan dengan memasang toa tak dianjurkan Mamat. Menurutnya, anggaran pemasangan toa di enam kelurahan itu sebaiknya dialifungsikan untuk membeli Handy Talky (HT) untuk kebutuhan koordinasi antar RW.

"Lebih efektif HT, jadi 18 RT di RW 7 dikasih satu-satu untuk saling kontak kalau ada peringatan banjir. Kemudian para RT meminta keamanan untuk saling berkeliling memberi tahu warga," kata pria berusia 58 tahun itu.

Toa peringatan dini bencana banjirToa peringatan dini bencana banjir yang terpasang di atas kantor RW 7 Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, 22 Januari 2020. (Foto: Tagar/Yaqin)

Ketika banjir mengepung Jakarta pada awal tahun 2020, Bidara Cina menjadi salah satu wilayah terdampak. Hujan lebat pada malam pergantian Tahun Baru 2020 membuat debit air Sungai Ciliwung meluap, tumpah ke kelurahan di Jakarta Timur tersebut.

Warga RW 7 Bidara Cina, Ana Setiawati mengatakan kediamannya terendam banjir hingga setinggi pintu rumah pada Rabu, 1 Januari 2020. Akibatnya, keluarga Ana harus beralaskan tiker sederhana di kelurahan hingga malam berganti. Dia berkumpul bersama pengungsi banjir yang rata-rata bertempat tinggal hanya bangunan satu lantai.

"Saya ngungsi di kelurahan sampai sehari semalam. Karena kan air tinggi sekali," ucap Ana.

Ana mengaku tak merasakan dampak yang signifikan terhadap peringatan dini banjir di Jakarta. Ketika ada informasi seputar ketinggian air di Bendungan Katulampa Bogor di posisi 170 meter, tiba-tiba air menggenangi pemukiman warga di Bidara Cina. "Rumah kelelep sampai 2 meter. Katanya di Katulampa airnya 170 meter. Eh di sini tiba-banjir aja," ucapnya.

Wewenang Akses Toa

Akibat dari dampak banjir itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan wewenang kepada Ketua RW 7 untuk mengakses toa di wilayahnya. Pasalnya sebelum kejadian banjir awal tahun 2020, hanya pihak BPBD yang bisa membunyikan pengeras suara tersebut.

"Sekarang sudah bisa nyalakan. Kemarin diberi kode biar bisa bunyikan kalau kondisinya mau banjir," katanya.

Dalam pencegahan dan penanganan banjir di wilayahnya, Mamat menilai Anies Baswedan lamban dalam menangani keadaan. Program yang telah dijalankan era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sepatutnya diteruskan karena manfaatnya sudah dirasakan oleh warga.

"Dulu sudah pernah diukur sepanjang kali yang belum dinormalisasi. Tapi ganti gubernur rencana itu tidak jadi sampai sekarang. Kalau dinormalisasi mengurangi debit air. Aturan banjir 2 hari itu cuma beberapa jam," tutur pria asli Banten tersebut. []

Berita terkait
Banjir di Jakarta Produksi Sampah 50 Ribu Ton
Banjir yang mengepung Jakarta pada awal tahun 2020 menyebabkan sampah sebanyak 50 ribu ton.
Pilu Warga Jakarta Rumah Ditelan Banjir Air Ciliwung
Pengungsi banjir Jakarta ini pilu, menceritakan rumah ditelan luapan Sungai Ciliwung hingga hanya menyisakan atap genteng.
Korban Banjir Kampung Melayu Cari WC Sampai Terminal
Pengungsi banjir di Kampung Melayu ketika buang air kecil atau besar harus menempuh jarak ke terminal terdekat.
0
Gisel dan Tyas Diperiksa Polda Jatim Kasus Carding
Sebelumnya Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih sudah dua kali absen memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Polda Jatim kasus carding.