UNTUK INDONESIA
Lawan Tottenham Lagi, City Dibayangi Kegagalan
Manchester City kembali bertemu Tottenham Hotspur di Liga Premier Inggris setelah gagal di Liga Champions.
Manchester City optimistis bangkit saat kembali melawan Tottenham Hotspur di Stadion Etihad, Sabtu, 20 April 2019. Tampak striker City Raheem Sterling di pertandingan melawan Tottenham di Liga Champions.(Foto: dailymail.co.uk)

Jakarta - Kurang dari satu pekan, Manchester City kembali berduel melawan Tottenham Hotspur di Liga Premier Inggris. Manajer Pep Guardiola mengakui City masih dibayangi kegagalan memalukan saat disingkirkan Tottenham di Liga Champions. Namun dia memastikan pemainnya sudah move on

Kegagalan yang belum bisa dilupakan City.  Dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis, 18 April 2019, dinihari WIB, City nyaris menyingkirkan Tottenham saat striker Raheem Sterling mencetak gol di injury time. Sesaat Guardiola bersama ofisial dan pemain di bench merayakan gol itu karena meloloskan The Citizens ke semifinal. 

Namun wasit kemudian meninjau gol itu lewat VAR. Hasilnya, gol dianulir karena Sergio Aguero berada dalam posisi offside sebelum melepaskan umpan ke Sterling. Kubu City pun langsung berduka. Meski menang 4-3 dan agregat kedua tim 4-4, namun mereka tetap gagal karena Tottenham bisa mencetak gol di pertandingan tandang.   

"Anda yakin, ini tidak membuat kami terpukul dan kecewa? Atau saya segera melupakannya? Saya katakan tidak. Saya tidak ingin pemain melupakan apa yang mereka alami. Kami mencetak gol dan kemudian dianulir. Kami harus menerimanya meski sakit," kata Guardiola.

"Pertandingan itu memang penuh emosi atau pendeknya sungguh luar biasa. Kami beruntung bisa merasakannya. Lebih dari 65.000 orang menikmati momen yang luar biasa itu. Tetapi hanya dalam satu detik semua berubah kecewa. Tetapi itulah sepak bola. Itulah kehidupan. Yang penting bagaimana Anda menyikapinya. Anda harus bertarung. Kami menunjukkan reaksi saat tertinggal 1-2. Kami harus mencetak tiga gol dan mampu melakukannya," ujarnya lagi. 

Ditegaskan Guardiola, kegagalan itu memang menyakitkan. Apalagi mereka tersingkir lewat VAR. Namun, menurutnya, pemain tidak larut dalam kekecewaan. mereka sudah move on dan siap kembali menghadapi Tottenham di Liga Premier di Etihad, Sabtu, 20 April 2019. 

City harus segera melupakan kekecewaan dan kegagalan itu. Mereka sudah harus kembali fokus dalam pertarungan memperebutkan titel Liga Premier. Apalagi, City masih tertahan di peringkat dua dengan poin 83 dan terpaut dua poin dari pimpinan klasemen, Liverpool. Hanya, City menyimpan satu pertandingan. 

"Kegagalan itu memang masih membayangi. Tetapi bila selalu menoleh ke belakang, kami tidak akan melangkah maju. Itu memang pertandingan yang berat, tetapi kami sudah bangkit dan melangkah. Kini pemain punya kesempatan untuk menunjukkannya. Saya yakin pemain bisa melakukannya," ujar Guardiola lagi. 

Eks pelatih Barcelona ini optimistis kebangkitan City ditandai dengan kemenangan di laga melawan Tottenham. Ini memberi kesempatan mereka mengambil alih posisi puncak dari Liverpool.[]

Baca juga:

Pesta Jadi Duka, Untung Man City Tak Sujud Syukur

Dikalahkan Man City, Tottenham Tetap ke Semifinal

Man City vs Hotspur, Susunan Pemain dan Prediksi

City Hentikan Palace, Perburuan Gelar Kian Panas

Berita terkait
0
Cerita Ketua LBH Dituduh Komunis-Radikalis-Separatis
Ketua LBH Jakarta Arif Maulana dituduh komunis, separatis, radikalis, bahkan antek asing. Menurutnya banyak sekali label, tuduhan, dan fitnah LBH.