Jepara (Tagar 25/4/2018) – Wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah memiliki potensi bencana alam yang cukup besar. Kenyataan ini membuat semua instansi harus memiliki kemampuan penanggulangan bencana sehingga bisa saling bersinergi.

Hal inilah yang mendasari digelarnya latihan posko penanggulangan bencana di Kodim 0719 Jepara, Rabu-Jumat (25-27/4). Latihan diawali dengan gladi posko bencana alam yang dihadari Komandan Korem Makutarama Kolonel Inf Joni Pardede. Turut hadir pula jajaran Forkopimda, BPBD, Basarnas, PMI dan sejumlah organisasi yang bergerak di bidang kebencanaan di Jepara.

Kolonel Inf Joni Pardede menjelaskan, latihan posko bencana alam merupakan hal yang mendasar yang perlu dilakukan sebagai ajang uji kemampuan bagi Kodim Jepara. Di tubuh TNI, selain tugas keprajuritan, ada 14 tugas lainnya termasuk penanggulangan bencana alam yang seringkali menjadi momok bagi masyarakat.

“Jepara sendiri wilayah cukup rawan karena berada di wilayah pesisir. Puting beliung, gelombang tinggi, banjir hingga tanah longsor,” kata Joni didampingi Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat.

Tujuan dari adanya latihan posko ini tegas dia, agar Kodim bisa bersama-sama membantu Pemkab dan instansi lainnya dalam menanggulangi bencana. Sehingga bisa tercipta sirnegitas. Muaranya, seluruh permasalahan yang muncul yang ditimbulkan dari bencana alam bisa cepat diselesaikan.

“Dengan latihan ini diharapkan kita bisa dan selalu siap jika diperlukan untuk menangani dampak bencana yang timbul. Diharapkan anggota bisa mengikuti secara serius sehingga mampu menyelesaikan tugas secara optimal. Perlu dilakukan evaluasi untuk membenahi segala kekurangan. Sehingga bisa lebih baik,” pungkasnya. (alf)