UNTUK INDONESIA
Kuliah Daring, Mahasiswa Lebak Galau Jaringan Internet
Mahasiswa Lebak galau sistem perkuliahan diganti dengan mekanisme daring yang diterapkan di Universitas Mathlaul Anwar.
Mahasiswa UNMA Banten Meria Andani, Minggu 26 April 2020. (Foto: Tagar/Jumri)

Lebak - Sistem perkuliahan diganti dengan mekanisme daring (online) diterapkan di Universitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten sejak 16 Maret 2020. Pihak rektorat melakukan tindakan ini sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Soalnya sering ketinggalan absen, kadang kalau malam-malam ada kelas.

Salah seorang mahasiswi UNMA, Meria Andani, 19 tahun, mengeluh keterbatasan jaringan internet yang memberikan kesulitan saat belajar di rumah. Menurut dia, penyebabnya jaringan internet tidak merata di wilayah Kabupaten Lebak bagian selatan. 

Dara asal Kampung Cisujen, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengatakan sampai memanjat pohon dan pergi ke rumah teman hanya untuk mengisi absen secara online serta mengikuti mata kuliah melalui aplikasi zoom.

"Rasanya lebih susah dari kuliah biasanya. Ya namanya online, harus selalu punya kuota, signal bagus, sedangkan di rumah signal susah banget, jadi galau kalau gini," ucap Meri kepada Tagar, Minggu, 26 April 2020.

Sistem perkuliahan dengan metode online, kata dia, dipandang lebih mudah karena bisa mengikuti kuliah sembari rebahan, dan santai-santai di kasur. Namun, menurut dia, dengan kondisi yang saat ini dialami, jangankan mengikuti mata kuliah, untuk absen saja sering tertinggal.

"Sering gak absen. Soalnya sering ketinggalan absen, kadang kalau malam-malam ada kelas. Pasti Nurul (teman kelasnya) yang menelpon agar mencari signal untuk absen," ucap gadis yang mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi itu.

Meri pun berharap, pihak dosen dapat memberikan keringanan dalam memberi tugas kuliah. Semisal, dapat memberi kelonggaran untuk tidak terlalu banyak memberikan tugas kuliah. Minimal tugas yang diberikan seperti sebelumnya saat kuliah tatap muka dilaksanakan.

Untuk informasi, pemberlakukan sistem perkuliahan daring berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani oleh Rektor UNMA Banten Abdul Ghani Abdullah tertanggal 15 Maret 2020, dengan nomor : 1-043/UNMA/III/2020.

Sistem pembelajaran mata kuliah dengan cara itu, merupakan alternatif yang dipilih oleh pihak universitas. Karena, pemanpaatan tekonologi saat ini dipandang dapat menjadi solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi UNMA Banten Agus Deni Kencana mengatakan, pihak dosen hanya mengikuti mekanisme pengajaran yang sudah ditetapkan pihak rektorat. Menurut dia, sistem perkuliahan daring ini sesungguhnya dapat disambut baik oleh mahasiswanya. Sebab, Jurusan Ilmu Komunimasi memang harus terbiasa dengan teknologi berbasis internet.

"Kita memang sangat memahami kendala yang dihadapi mahasiswa, namun cara ini dapat disambut baik. Setidaknya kita dapat terbiasa hidup di teknologi 4.0," tutur Agus saat dikonfirmasi Tagar melalui sambungan telepon, Minggu, 26 April 2020.

Pria lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu mengaku, di tengah pandemi Covid 19, dirinya selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi selalu melakukan koordinasi dengan pihak dosen lainnya untuk memberikan pelayanan pengajaran yang dapat mempermudah mahasiswanya.

Kendati demikian dia berharap, mahasiswanya agar tetap semangat meski keterbatasan keadaan terkadang menjadi kendala tersendiri. Namun, bagaimanapun dirinya memandang bahwa sudah saatnya generasi milenial terbiasa dengan teknologi, dan memanpaatkan teknologi dengan bijak. []

Berita terkait
Kisah Pengusaha WO di Lebak yang Merugi Saat Corona
Pengusaha Wedding Organizer (WO) di daerah Malingping, Kabupaten Lebak bagian selatan kehilangan omset 70 persen dari penghasilan biasanya.
Imbas Corona, Fotografer di Lebak Banten Sepi Job
Salah seorang fotografer di Lebak, Banten terkena dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.
Hari Kartini, Polwan di Lebak Bagikan 1000 Sembako
Puluhan anggota Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Lebak Polda Banten melakukan aksi simpatik dalam rangka memperingati Hari Kartini.
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China