UNTUK INDONESIA
Kronologi 226 Jemaat Gereja Bethel Bandung Positif Covid-19
Dari rapid test, 226 jemaat Gereja Bethel Bandung dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19. Bagaimana kronologi penularan virus?
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Tagar/Humas Pemda Provinsi Jawa Barat).

Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebanyak 677 warga Bandung positif virus corona atau Covid-19 dalam rapid test pada Kamis, 2 April 2020. Dari jumlah tersebut, 226 di antaranya merupakan jemaat Gereja Bethel Bandung.

"Yang mengagetkan, dari 15 ribu rapid test itu 677 positif di Kota Bandung, itu kurang-lebih ada 200 yang positif itu datang dari satu jemaat gereja, Gereja Bethel," kata Ridwan Kamil saat melakukan teleconference dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang disiarkan lewat akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia, Jumat, 3 April 2020.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil menyebut ratusan jemaat Gereja Bethel itu sebelumnya melakukan kontak langsung dengan seorang pendeta yang sudah dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia. Pendeta tersebut masuk dalam klaster Seminar Lembang.

"Mereka berkumpul, pendeta melakukan sentuhan fisik dan pendetanya sudah meninggal dunia beserta istrinya karena Covid-19," ujar Emil.

Emil berharap pemerintah pusat segera melakukan rapid test secara besar-besaran. Menurutnya, dengan dilakukannya rapid test, akan lebih banyak ditemukan warga yang terinfeksi Covid-19.

"Tanpa rapid test, saya enggak temukan Klaster Sukabumi yang beratus-ratus, saya tidak menemukan klaster Gereja Bethel. Ini belum saya sampaikan ke publik, baru ke Bapak," kata dia.

Kami berharap keterbukaan ini bukan untuk menyudutkan apalagi menyalahkan.

Angka 677 kasus positif Covid-19 tersebut belum ditetapkan sebagai angka resmi warga Jawa Barat penderita virus corona jenis baru itu. Tes kedua akan dilakukan terhadap 677 warga Jawa Barat tersebut dengan cara swab.

"Kami akan lakukan tes kedua dengan swab. Jadi belum saya laporkan yang 677 positif rapid test itu. Nanti kalau sudah selesai di-swab, baru kami laporkan sebagai angka resmi di Jawa Barat," ujarnya.

Hingga saat ini lima orang jemaat Gereja Bethel Indonesia, meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka terpapar virus setelah mengikuti seminar keagamaan yang digelar di Lembang pada awal Maret 2020. 

Pendeta yang sudah meninggal sampai hari ini

  1. Pdt. Natanael Aslam (Wakil Gembala GBI Rayon 2 Bandung)
  2. Pdt. David Tjakra (Gembala GBI Rayon 2 Bandung)
  3. Pdt. Bambang Gunawan (Wakil Gembala GBI Menteng)
  4. Pdt. Djaja Stefanus (GBI Sukabumi)
  5. Ibu Pdt. Felicia Aslam, istri dari pdt. Natanael aslam.
  6. Ibu Pdt. Sinthce, M.Th gembala GPIB batam.
  7. Pdt. DR. Rundjana, SE, SH, M. Th gembala GBI Pulogadung Trade center.
  8. Pdt. Dr. Bartholomeus Bayu satrio, S.Ked. gembala GBI House of healing, rayon 1G
  9. Pdm. Joko wh, Staf pak david cakra, pengajar di prouskuneo
  10. Bp. Stanley joe, pengerja dan Gembala cool GBI PRJ.
  11. Pdt. Jimmy Mulya, Ka. Ck. 3 Gembala GBI Mangga 2 Square.

Belum ada kepastian dari pihak berwenang apakah semua pendeta tersebut meninggal karena Covid-19. Yang pasti mereka datang ke pertemuan yang dilayani Pdt David Tjakra.

Penjelasan Gereja Bethel Indonesia

Surat Gereja BethelSurat Gereja Bethel. (Foto: Istimewa)

Surat Gereja Bethel 1Surat Gereja Bethel. (Foto: Istimewa)

Gereja Bethel Indonesia melalui dua surat tertanggal 23 Maret dan 25 Maret 2020, membenarkan kejadian jemaatnya ada yang positif Covid-19. Surat ditandatangani Pdt DR. Drs. Daniel Arief Sugiarto, Wakil Gembala GBI Sukawarna.

"Ada 1 orang pasien suspect Covid-19 sembuh, saat ini sedang masa pemulihan di rumah. Ada 4 orang meninggal dunia yang positif Covid-19. Ada 3 orang dirawat di rumah sakit yang positif Covid-19. Ada 1 orang dirawat di rumah yang positif Covid-19," demikian tertulis dalam surat.

Penutup surat menyatakan, "Kami berharap keterbukaan ini bukan untuk menyudutkan apalagi menyalahkan, melainkan untuk kita melakukan social tracking yaitu kewaspadaan pada gejala yang mengarah karena pernah melakukan kontak dan segera melakukan self isolation guna memutus mata rantai penyebaran." []

Baca juga:

Berita terkait
Ibu dan 2 Anak Kelaparan Akibat Physical Distancing
Yuyun Cahyaningsih dan dua anaknya tidak makan selama empat hari karena tidak punya beras, tidak punya uang, akibat physical distancing corona.
Kronologi Kakak Adik di Majalengka Positif Covid-19
Kakak adik di Majalengka, Jawa Barat, positif terjangkit virus corona Covid-19. Siapa tertular, siapa menulari. Ini kronologinya.
Beda Antara Social Distancing dan Physical Distancing
Pada awalnya dikenalkan social distancing, kemudian muncul istilah physical distancing agar tidak tertular atau menularkan virus corona Covid-19.
0
Jenis Olahraga yang Aman Selama Puasa
Namun, saat menjalani puasa Ramadan banyak orang yang malas berolahraga karena takut kelelahan, dan batal puasanya.