Krisis Tesla Jutaan Unit Mobil Listrik Ditarik di AS dan Mogok Kerja di Swedia

Tesla, pada hari Rabu (13/12-2023) waktu setempat terpaksa menarik kembali lebih dari dua juta mobil, hampir seluruh armadanya di AS
Para ahli mengatakan pembaruan perangkat lunak gagal mengatasi masalah sebenarnya, ketidakmampuan Tesla mengenali dan menghindari objek saat dalam mode autopilot (Foto: dw.com/id - South Jordan Police Department/AP/picture alliance)

TAGAR.id - Produsen kendaraan listrik Tesla menarik kembali hampir seluruh mobil listriknya di Amerika Serikat (AS) setelah pihak berwenang menandai adanya kesalahan perangkat lunak autopilot. Di Swedia, para pekerja mengancam akan mogok kerja.

Perusahaan manufaktur kendaraan listrik milik Elon Musk, Tesla, pada hari Rabu (13/12-2023) waktu setempat terpaksa menarik kembali lebih dari dua juta mobil, hampir seluruh armadanya di AS, setelah Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menemukan bahwa perangkat lunak yang mengatur mode autopilot kendaraan tersebut rusak.

Tesla juga mengatakan akan menarik kembali 193.000 kendaraan di Kanada karena masalah serupa. Rencananya, Tesla akan menginstal pembaruan perangkat lunak pada kendaraannya untuk memastikan pengemudi benar-benar memperhatikan jalan ketika kendaraan mereka dalam mode autopilot.

NHTSA pada hari Rabu (13/12/2023) mengatakan bahwa pembaruan ini akan meningkatkan frekuensi peringatan pengemudi serta membatasi area di mana fitur autopilot dapat digunakan.

Langkah ini diambil setelah NHTSA melakukan investigasi selama dua tahun terhadap serangkaian kecelakaan, beberapa di antaranya mematikan di mana kendaraan Tesla kemungkinan besar berada dalam mode autopilot saat mengalami kecelakaan.

NHTSA mengatakan bahwa perlindungan Tesla masih kurang dan dapat menyebabkan, "penyalahgunaan sistem yang dapat diperkirakan."

Meskipun para ahli keselamatan menyambut baik keputusan untuk, "lebih mendorong pengemudi mematuhi tanggung jawab mengemudi yang berkelanjutan," mereka mengatakan pembaruan perangkat lunak tidak mengatasi masalah inti dari sistem Tesla dalam mengidentifikasi dan menghindari rintangan.

Penarikan kembali ini memengaruhi semua Tesla Model Y, S, 3 dan X yang diproduksi antara 5 Oktober 2012 dan 7 Desember 2023.

NHTSA mengatakan penyelidikannya terhadap Tesla yang menabrak kendaraan darurat saat menggunakan autopilot sedang berlangsung pada hari Rabu (13/12/2023), "karena kami memantau keefektifan solusi Tesla dan terus bekerja sama dengan produsen mobil untuk memastikan tingkat keamanan tertinggi."

NHTSA telah menyelidiki 35 kecelakaan Tesla sejak 2016, termasuk serangkaian kecelakaan di mana Tesla yang diduga dalam mode autopilot menabrak kendaraan darurat. Secara keseluruhan, setidaknya 17 orang tewas dalam insiden tersebut.

Logo Tesla dan siluet Elon MuskLogo Tesla dan siluet Elon Musk terlihat dalam sebuah ilustrasi, 19 Desember 2022. (Foto: voaindonesia.com/REUTERS/Dado Ruvic)

Masalah serikat pekerja di Skandinavia

Namun, masalah Tesla tidak berhenti sampai di situ. Di Swedia, produsen mobil ini menghadapi ancaman mogok kerja. Serikat Pekerja Transportasi Swedia pada hari Rabu (13/12) bergabung dengan kelompok-kelompok buruh lainnya dalam mengumumkan potensi penghentian kerja di pabrik-pabrik Tesla di seluruh negeri. Anggota Serikat Pekerja Transportasi mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi "mengumpulkan sampah" untuk perusahaan sampai mereka menerima hak-hak pekerja untuk melakukan perundingan bersama.

Saat ini, perundingan para mekanik Swedia dengan Tesla dan pemiliknya, Elon Musk, mengenai hak-hak perundingan bersama mengenai gaji dan kondisi kerja di perusahaan, masih belum dapat diselesaikan.

Sejauh ini, petugas kebersihan, pekerja dermaga, pengemudi, teknisi listrik, dan pekerja pos telah bergabung dengan perjuangan para mekanik.

Aksi mogok kerja akan dimulai pada 24 Desember 2023 mendatang, jika Tesla gagal mencapai kesepakatan dengan para mekanik.

"Tesla tidak bisa mengabaikan norma di pasar tenaga kerja Swedia," kata Presiden Serikat Pekerja Transportasi Tommy Wreeth.

Musk dan Tesla juga mengalami kemunduran hukum dalam perselisihan yang sedang mereka hadapi dengan pekerja pos Swedia yang bertindak dalam solidaritas dengan para mekanik.

Tesla telah mulai mengambil pelat nomor langsung dari pabrikan untuk menghindari penolakan pekerja pos untuk mengirimkannya.

Namun, pengadilan banding memutuskan bahwa Tesla tidak memiliki hak untuk melakukan hal tersebut dan mengembalikan kasus ini ke pengadilan yang lebih rendah untuk ditinjau lebih lanjut. [bh/ha (AFP, AP, Reuters)]/dw.com/id. []

Berita terkait
PM Thailand Srettha Thavisin Harap Tesla dan Google serta Microsoft Gelontorkan Investasi 5 Miliar Dolar AS
Srettha berbicara kepada wartawan di Bangkok setelah menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York
0
Krisis Tesla Jutaan Unit Mobil Listrik Ditarik di AS dan Mogok Kerja di Swedia
Tesla, pada hari Rabu (13/12-2023) waktu setempat terpaksa menarik kembali lebih dari dua juta mobil, hampir seluruh armadanya di AS