UNTUK INDONESIA
Krisis Air Bersih Parah di Gunungkidul
Krisis air bersih melanda Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jumlah warga yang terdampak tercatat 109. 648 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan
Penyaluran air bersih secara gratis oleh ACT DIY disambut suka cita oleh warga setempat (Foto: Istimewa)

Gunungkidul – Krisis air bersih melanda Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak sedikit warga untuk kebutuhan air minum saja, harus meminta kepada warga yang mempunyai uang membeli air dari pihak swasta.

Dumilah, warga Girisekar, Kecamatan Panggang, mengatakan saat ini telah mengalami kesulitan air bersih sejak empat bulan terakhir. Sumur galian yang biasa menjadi sumber mata air warga, kini airnya telah keruh menyisakan air bercampur endapan kapur.

Sebagian warga hanya untuk keperluan minum saja harus meminta-minta kepada tetangga kanan kiri. "Terpaksa untuk kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat di sini harus membeli air dari truk tangki swasta atau beli dari perorangan yang mempunyai akses air dari PDAM,” katanya, Senin, 31 Agustus 2020.

Menanggapi hal itu, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY melakukan droping air bersih di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Aksi ini untuk merespons kondisi kekeringan yang semakin meluas mencapai 10 kecamatan.

Terpaksa untuk kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat di sini harus membeli air dari truk tangki swasta atau beli dari perorangan yang mempunyai akses air dari PDAM.

Koordinator program droping air ACT DIY mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, mulai Agustus 2020 wilayah Kabupaten Gunungkidul sudah mengalami dampak kekeringan yang cukup luas. Jumlah warga yang terdampak mencapai 109. 648 jiwa dan tersebar di 10 kecamatan.

Dengan rincian per Kecamatan Girisubo (21.718 jiwa), Rongkop (9.902 jiwa), Tepus (12.441 jiwa), Tanjungsari (20.071 jiwa), Paliyan (16.978 jiwa), Purwosari (4.327 jiwa), Panggang (19.315 jiwa), Ponjong (2.702 jiwa), Semanu (1.244 jiwa) dan Saptosari (950 jiwa).

Leta mengatakan dari dua truk tangki yang diterjunkan, masing-masing truk akan mengangkut 4 kali air bersih per hari untuk disalurkan kepada warga masyarakat di Desa Girisekar. "Di desa ini mengalami kesulitan air bersih sejak empat bulan terakhir,” ungkapnya dalam keterangan pers, Senin, 31 Agustus 2020.

Hari pertama droping air bersih dilakukan di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang dengan menerjunkan dua armada truk tangki berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter.

Hadirnya dua armada truk tangki ACT untuk distribusi air gratis, langsung disambut sukacita warga. Bahkan sampai ada yang menangis karena mendapati bantuan air bersih secara gratis, menggambarkan bahwa selama ini ditempatnya tengah dilanda kesulitan air bersih yang cukup serius.

Pada kemarau 2019 lalu, ACT DIY telah menyalurkan bantuan air bersih lebih dari 2,5 juta liter untuk area Gunungkidul dan sekitarnya, semua gratis berbekal sedekah dari para dermawan. "Alhamdulillah, sumbangsih air bersih ini turut meredam krisis air bersih yang terjadi di Gunungkidul,” tutur Leta. []

Berita terkait
Sejumlah Sumur Warga di Aceh Mengalami Kekeringan
Sumur milik warga 6 desa di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Aceh mengalami kekeringan.
DPRD Jabar Ingatkan Kekeringan di Tengah Pandemi
Ketua Fraksi KB DPRD Jabar, Muhamad Sidkon Djampi, ingatkan ancaman kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Jawa Barat
Kemarau, Kekeringan Ancam 8 Kecamatan di Brebes
Delapan kecamatan di Brebes terancam bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini. Mana saja?
0
Cuti Bersama, Protokol Kesehatan di Bukittinggi Makin Ketat
Kota Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata utama di Sumatera Barat akan berlakukan protokol kesehatan ketat di objek wisata.