UNTUK INDONESIA

Korban Meninggal Jatuhnya Pesawat Dikategorikan Syahid

Umat Rasulullah yang meninggal karena tenggelam atau terlempar dari kendaraan termasuk golongan yang mati syahid.
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Tagar/Solopos/Dok)

Jakarta - Insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ini tentunya menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama keluarga korban. Badan SAR Nasional atau Basarnas dibanti dengan petugas yang lainnya masih terus melakukan pencarian korban pesawat tersebut.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan registrasi PK-CLC, dikabarkan hilang kontak sekitar pukul 14.47 WIB. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.36 WIB.

Berdasarkan data, terdapat 56 penumpang, dua pilot, dan empat awak cabin dalam pesawat rute Jakarta-Pontianak yang diduga jatuh dan meledak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pahala Syahid

Para keluarga korban pastinya berharap agar keluarganya tersebut selamat dari kecelakaan pesawat. Namun, jika Allah berkehendak lain, tidak ada sikap terbaik kecuali bersabar dan berserah diri kepada Allah sembali mengucap kalimat, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun” (Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali).

Allah menjanjikan pahala tak terhingga bagi mereka yang bersabar sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: Ayat 10)

Bagi keluarga korban, tidak perlu sedih berlebihan karena Allah tidak memberi musibah kepada seseoarang kecuali atas izin-Nya, dan Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupan-Nya.

Rasulullah menyampaikan bahwa umatnya yang meninggal karena tenggelam atau terlempar dari kendaraan termasuk golongan yang mati syahid. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

“Syuhada (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, (yaitu) 'Orang mati karena terkena penyakit tha'un (lepra); orang yang meninggal karena sakit perut; orang yang mati tenggelam; orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok; dan orang yang gugur di jalan Allah.”

Dengan demikian, insya Allah para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dimasukkan oleh Allah sebagai golongan umat yang meninggal syahid. 

Keutamaan dari mati syahid

  1. Diampuni (seluruh dosanya) pada saat awal terbunuhnya.
  2. Diperlihatkan di dunia tempatnya di surga.
  3. Selamat dari fitnah kubur.
  4. Diselamatkan dari hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat).
  5. Akan dipasangkan di atas kepalanya sebuah mahkota kebesaran dari Yaquut, yang nilainya lebih besar daripada dunia dan seisinya.
  6. Akan dinikahkan dengan 72 bidadari.
  7. Akan diperbolehkan memberikan syafa'at bagi 70 anggota keluarganya di akhirat kelak. (Hadis Hasan, HR At-Tirmidzi dan yang lainnya). [] (Amira Salsabila Aprilia)
Berita terkait
Ustaz Abdul Somad: Rangga Mati Syahid, Tempatmu di Surga
Ustaz Abdul Somad ikut berkomentar terkait aksi Rangga, 9 tahun, yang meninggal dibunuh saat menolong ibunya diperkosa di Aceh.
Fase Pertama Korban Pesawat Sriwijaya Air Diidentifikasi
Posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi fase pertama korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh.
Petugas Temukan Serpihan Pesawat Sriwijaya Air
Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.
0
Korban Meninggal Jatuhnya Pesawat Dikategorikan Syahid
Umat Rasulullah yang meninggal karena tenggelam atau terlempar dari kendaraan termasuk golongan yang mati syahid.