UNTUK INDONESIA
Korban Kebakaran di Bantaeng Tahun 2018 Belum Terima Bansos
Nursiah (55) warga Dusun Birea, Pa'jukukang, Bantaeng, mengeluh karena belum terima Bansos pembangunan rumahnya yang terbakar tahun 2018.
Kondisi rumah Nursiah, korban kebakaran tahun 2018, yang hingga saat ini belum mendapatkan bantuan. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bantaeng - Nursiah (55) mengeluhkan bantuan sosial (Bansos) pembangunan rumah yang tak kunjung diterima hingga di tahun ini. Wanita yang tinggal seorang diri ini merupakan warga Dusun Birea, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kebakaran yang terjadi Januari 2018 meratakan rumahnya dengan tanah.

Saat ini Nursiah tinggal di bangunan sisa-sisa kebakaran. Dinding dan atap rumahnya  dari sisa-sisa seng bekas. Di sisi kanan dua potong bambu menopang dinding dari seng tersebut agar tidak diterbangkan angin. Tempatnya berteduh itu pun hanya beralaskan tanah. 

"Saya sudah pernah menyetor berkas kelengkapan sebagai persyaratan untuk bisa mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, tapi sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda bahwa kami akan dikasi bantuan," katanya kepada “Tagar” (22/8/2019). 

Sejak musibah yang menimpanya, ia baru sekali menerima bantuan yakni dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Bantuan yang saya terima itu Rp 2 juta dari Baznas, kalau bantuan rumah belum ada. Cuma setor berkas saja sampai sekarang menunggu," keluh Nursiah. 

Saat dikonfirmasi, PPTK yang menangani kegiatan Bansos kebakaran di BPBD, Husaen, mengatakan kalau sampai saat ini bantuan untuk korban kebakaran untuk tahun 2018-2019 belum ada yang dicairkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).

"Sampai saat ini anggaran Bansos kebakaran untuk 2018-2019 itu belum ada yang cair sama sekali," katanya saat dijumpai di ruang kerjanya. Menurut dia, keterlambatan pencairan dana tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya kas daerah atau defisit yang terjadi di Kabupaten Bantaeng.

Meski sempat ada dana Bansos yang dikucurkan pada tahun 2018, hanya saja dikembalikan karena ada prosedur administrasi yang belum dilengkapi oleh BPBD. "Ini kita baru mengusulkan ulang penerbitan dana bansos ke pihak BPKAD Pemkab Bantaeng, kita upayakan bantuan ini terealisasi di tahun ini," katanya.

Tetapi keterangan tersebut berbeda dengan yang dikatakan salah satu staf di BPKAD Pemkab Bantaeng, Baharuddin. Saat dijumpai di kantornya, dia menyebut bahwa Bansos untuk korban kebakaran tahun 2018 itu, sebagian sudah ada yang dicairkan dananya ke BPBD. "Tahun 2018 ada pencairan," kata Baharuddin. []

Berita terkait
Gubernur Sulsel Minta Sinergi Jaga Kebakaran Hutan
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah Sulawesi Selatan.
Wiranto: Harus Serius Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan
Menko Polhukam Wiranto mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia 99 persen akibat ulah manusia.
Musim Kemarau, Kabupaten Kulon Progo Rawan Kebakaran
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengatakan, musim kemarau membuat seluruh wilayah Kulon Progo berpotensi tinggi terkena bencana kebakaran.
0
Foto: Karhutla Kalimantan Tengah di Malam Hari
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membakar lahan milik warga pada Minggu, 22 September 2019.