Koptan Budidaya Udang Kluster Kota Lhokseumawe Gagal Panen

Vbanjir terjadi sejak sepekan di wilayah Aceh, khusunya di Kota Lhokseumawe bikin merusak perikanan budidaya Kluster Blang Mangat
Seorang petani budidaya perikanan dan udang paname, Azhar, sedang memperbaiki tambak miliknya pasca banjir di Pemukiman Meuraksa dan Teungoh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh, awal Januari 2022 (Foto: Tagar/Dok Ist)

Kota Lhokseumawe, Aceh - Bencana alam banjir terjadi sejak sepekan di wilayah Aceh, khusunya di Kota Lhokseumawe. Alhasil sentra produksi perikanan budidaya Kluster Blang Mangat di Kemukiman Meuraksa dan Teungoh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, kondisinya saat ini babak belur, selain gagal panen, kerugian diperkirakan puluhan ton.

Diketahui sentra produksi perikanan budidaya Kluster Blang Mangat, dikelola oleh Kelompok Tani (Koptan) Jak U Neuheun, terletak di Kemukiman Meuraksa terdiri dari Gampong Teungoh dan Gampong Tunong.

Sedangkan Pemukiman Teungoh terdiri dari Gampong Ulee Blang Mane dan Gampong Meunasah Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dengan luas tambak sekitar 70 hektar, kondisinya saat ini babak belur setelah dihantam banjir.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe Azhar didampingi Wakil Ketua Koptan Jak U Neuheun Abdul Rauf, Rabu, 5 Januari 2022, mengatakan kerusakan tambak cukup berat, bahkan setelah dihantam banjir seluruh perikanan budidaya lepas dibawa arus.

tambak budidaya udang lhokseumaweFoto udara tambak sentra produksi perikanan budidaya Kluster Blang Mangat, dikelola oleh Kelompok Tani (Koptan) Jak U Neuheun, terletak di Kemukiman Meuraksa terdiri dari Gampong Teungoh dan Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe pasca banjir sepekan di Aceh, awal Januari 2022 (Foto: Tagar/Dok Ist)

“Kerugian petani tambak sudah tidak terhitung lagi, betapa tidak, selama ini petani menggeluti budidaya udang vaname, ikan nila dan ikan bandeng kualitas eksport, namun setelah banjir membuyarkan petani, karena praktis peternakan budidaya yang tinggal panen habis terbawa arus, padahal modal petani ada juga sebagian yang hutang dengan pihak ketiga,” ungkap Azhar.

Ketika disinggung apakah Koptan Jak U Neuheun ada difasilitasi dengan asuransi nelayan, dijawab tidak ada sama sekali. “Ada beberapa kali disuruh mendata anggota kelompok, namun data yang sudah kita kirimkan kepihak Dinas DKP Kota Lhokseumawe sejauh ini tidak tahu kelanjutannya,” kata Abdul Rauf.

Disebutkan petani tambak budidaya di Kecamatan Blang Mangat merupakan kawasan sentra utama penghasil perikanan budidaya diwilayah Lhokseumawe. Setiap kali panen ketika cuaca normal mampu menghasilkan 5 s/d 10 ton udang vaname.

Pengelolaan di sentra produksi kluster Blang Mangat dikelola secara tradisional dan tidak intensif, namun masih bisa menghasilkan sekitar 5 s/d 10 ton per sekali panen udang vaname atau rata rata sekitar 200 /sd 300 kg per hektar tambak,” jelas Azhar.

Sedangkan untuk ikan nila maupun bandeng bisa menghasilkan 2 s/d 3 ton sekali panen. Namun setelah terimbas banjir, urai Azhar, paling hanya tersisa sekitar ratusan kilo saja. “Padahal para petani tambak yang berjumlah sekitar 40 orang itu, kebanyakan modalnya adalah hutang, makanya pusing juga memikirkannya,” katanya.

Ketika ditanya menyangkut kunjungan pihak dinas terkait terhadap musibah banjir terjadi, baik Azhar maupun Abdul Rauf belum ada satupun pejabat yang mengunjungi lokasi sentra produksi perikanan budidaya. “Belum ada, cuma sekedar telepon menanyakan data petani budidaya saja,” tuturnya.

Satu hal, urai mereka berdua berharap agar petani tambak budidaya diasuransikan oleh pihak DKPP Kota Lhokseumawe, sehingga jika terjadi sewaktu-waktu musibah banjir seperti sekarang ini petambak bisa tertolong.

“Minimal hutang untuk modal membeli bibit, obat-obatan dan perbaikan tambak bisa terbantu dari asuransi, sekarang kami bingung bagaimana caranya untuk mengambalikan pinjaman modal kepada pihak ketiga,” ujarnya (Laung). []

Pangdam Iskandar Muda Tinjau Banjir di Aceh Utara dan Antar Bantuan

Bantuan Kesehatan dan Dapur Umum dari Korem 011/Lilawangsa Aceh

Lomba Memancing Lilawangsa Produktif Korem 011/Lilawangsa Aceh

Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Korem 011/Lilawangsa Aceh

Berita terkait
Pangdam Iskandar Muda Tinjau Banjir di Aceh Utara dan Antar Bantuan
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Muhammad Hasan, didampingi Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Bayu Permana, meninjau banjir Aceh Utara
0
Koptan Budidaya Udang Kluster Kota Lhokseumawe Gagal Panen
Vbanjir terjadi sejak sepekan di wilayah Aceh, khusunya di Kota Lhokseumawe bikin merusak perikanan budidaya Kluster Blang Mangat