UNTUK INDONESIA
Komisioner dan Pegawai KPU Surabaya Jalani Tes Swab
Pemkot Surabaya memfasilitasi KPU untuk dilakukan swab pasca satu calon Wali Kota positif terinfeksi Covid-19 pasca pendaftaran.
Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan tes swab kepada komisioner dan pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya. Hal ini dilakukan setelah mendapati adanya calon Wali Kota Surabaya mengumumkan positif terpapar Covid-19 pasca pendaftaran.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, M Fikser mengatakan saat ini telah ada puluhan komisioner dan pegawai KPU menjalani tes swab.

Sejak tanggal 8 September kemarin, kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan di KPU secara terus menerus.

"Jadi yang pertama untuk komisioner sudah melakukan swab secara mandiri. Sedangkan untuk seluruh petugas yang ada di sekretariat di KPU sekitar 46 orang. Nah, dari jumlah tersebut, sudah dilakukan hari ini separuh. Besoknya juga dilakukan separuh, jadi dilaksanakan di Gelora Pancasila," kata Fikser, Jumat, 11 September 2020.

Upaya ini dilakukan Pemkot Surabaya sebagai bentuk tanggung jawab menangani pandemi Covid-19 yang masih tinggi kasusnya. Bahkan, Fikser menyebut setiap hari kantor KPU telah disemprot disinfektan.

"Sejak tanggal 8 September kemarin, kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan di KPU secara terus menerus. Jadi ini bagian dari bagaimana pemkot melakukan penanganan pencegahan di ruang publik, sekarang kita ketahui bahwa KPU menjadi pusat dalam konteks pilkada kali ini," tutur dia.

Sementara itu, ditanya mengenai adanya calon Wali Kota Surabaya positif Covid-19, Fikser menjawab bahwa informasi yang disampaikan oleh KPU cukup lambat.

"Kita tidak bicara di sana, respon kami itu ketika ada informasi awal dari KPU Jatim yang menyebutkan seperti itu. Kita tidak tahu di mana, tapi pemerintah kota bergerak cepat untuk pemutusan Covid-19 itu," ujar dia.

Namun, setelah masalah ini ramai di publik, Pemkot Surabaya langsung melakukan langkah tes swab secara masal kepada seluruh jajaran KPU Surabaya. Supaya hal ini tak berlarut-larut dan cepat tertangani.

"Jadi yang telah kita lakukan adalah meelakukan swab kepada seluruh petugas KPU yang ada di KPU Kota surabaya," ucap Fikser.

Seperti diketahui, petugas KPU Surabaya hari ini menjalani tes swab di Gelora Pancasila. Fikser menyebut hasil tes tersebut akan keluar pada tiga hari ke depan.

Di kesempatan berbeda, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi membantah bahwa ada separuh anggotanya menjalani tes swab pada hari ini. Ia menyebut hanya dua anggotanya yang menjalani tes swab.

"Yang ikut swab hari ini ada 2, aku tidak tahu perkembangan kasusnya," kata Nur Syamsi.

Menurut Syamsi, tes swab sebetulnya telah menjadi langkah yang sudah dilakukan oleh KPU Surabaya. Sebab setiap bulan ada giliran anggota yang menjalani tes tersebut.

"Jadi kan gini, swab ini kan bukan program yang mendadak. Swab ini sebetulnya menjadi bagian tindak lanjut kegiatan rapid yang sudah kita laksanakan secara berkala. Yah kebetulan saja, kegiatan swabnya baru bisa dilaksanakan sekarang, tidak ada hubungannya dengan paslon, tidak ada hubungannya dengan isu yang beredar di media," tutur Syamsi.

Syamsi menambahkan, tes swab rutin dilakukan, bahkan tiga minggu sebelum pendaftaran. Pihaknya juga sudah melakukan tes tersebut pada seluruh anggotanya.

"Swab ini rutin saja, pleno sudah memutuskan tiga minggu yang lalu kita harus melalukan swab, awal bulan Agustus kita sudah memutuskan rapid. Kemudian hasil rapid-nya dipertegas dengan swab. Nah semuanya akan di swab secara berkala, karena hasil rapid sekarang kan dianggap oleh sebagian besar orang kurang akurat maka dilanjutkan dengan swab," ucap Syamsi.[](PEN)

Berita terkait
Kata Risma soal Syarat Baru Masuk ke Surabaya
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memberlakukan syarat masuk di pintu masuk Surabaya.
Positif Covid-19, Machfud Arifin Isolasi Mandiri
Bakal calon Wali Kota Surabaya mengaku dirinya positif Covid-19 dari seorang tim pemenangannya. Machfud masuk kategori OTG.
1 Bakal Calon Wali Kota Surabaya Positif Covid-19
KPU Surabaya merahasiakan sosok calon kepala daerah yang positif Covid-19 usai menerima surat dari RSU Dr Soetomo Surabaya tentang hasil swab.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.