Kisah Cerdas George Soros Saat Investasi Saham

Skeptisme ini kemudian menjadi ciri penting filosofi Soros yang dia pikirkan secara mendalam dan strategi keuangan yang baru.
George Soros (Wikipedia)

Jakarta - George Soros menjadi investor saham yang dikenal dengan kecerdikannya. Dari kisahnya, banyak tindakan cerdas yang dia lakukan saat berinvestasi dalam saham. George Soros adalah seorang keturunan Yahudi yang lahir di Budapest Hungaria pada 1930. Dia merupakan putra kedua dari pasangan Tivadar Soros dan Erzebet.

Pengalaman masa perang Soros sangat mempengaruhi cara pandangnya terhadap dunia. Pada masa itu, kegilaan zaman dan penghancuran terhadap kehidupan melahirkan pada dirinya tentang rasionalitas dan kekuasaan manusia

Skeptisme ini kemudian menjadi ciri penting filosofi Soros yang dia pikirkan secara mendalam dan strategi keuangan yang baru.

sebelum menjadi bagian dari hiruk pikuk kegiatan Wall Street, Soros sempat menempuh pendidikan di London School of Economics yang merupakan kampus menarik bagi seluruh mahasiswa dunia. Dia juga sempat menjadi sales sebelum hijrah ke New York, Amerika Serikat.

Kisah kecerdasan George Soros dalam dunia saham.


Hijrah Ke Amerika

George Soros menemukan jati diri nya setelah pindah ke Amerika, kemampuannya dalam menganalisa investasi pun semakin terasah. Namun, pada saat itu para investor Amerika tidak mau membeli saham-saham eropa karena para pialang tidak tahu apa-apa tentang Eropa.

Soros akhirnya mengembangkan “Arbitrasi Internal” yang memperdagangkan surat berbeda yang terkait dengan perusahaan yang sama. Sebagaimana dilawankan dengan saham perusahaan yang sama di bursa yang berbeda. Dengan penghasilan dan karirnya yang semakin meningkat, pada tahun 1959 dia pindah ke Wertheim & Co.


Meninggalkan Wertheim Kemudian Mendirikan Perusahaan Sendiri

Tahun 1963, Soros meninggalkan Wertheim dan bergabung dengan perusahaan Jerman Arnhold dan S. Bleichorder. Dia menghabiskan 3 tahun pertama dengan filosofisnya sendiri. 

Soros kemudian menciptakan Reksa Dana First Eagle Fund. Perusahaan itu mempunyai kinerja yang begitu baik sehingga dua tahun kemudian Soros juga merancang perusahaan investasi baru, Double Eagle dengan modal investasi sebesar 4 juta dolar.

Di perusahaanya kemampuan Soros dalam menganalisis pasar semakin tajam, dia tahu kapan saham akan naik dan dia juga dapat memprediksi kapan saham tersebut akan jatuh. Lalu bersama sahabatnya Jim Roger mereka mendirikan Soros Fund tahun 1973 dengan modal investasi sebesar 12 juta dolar. Kantor mereka menghadap Central Park, jauh dari Wall Street.

Soros dan Roger juga selalu melihat informasi terbaru dalam segala bidang, dari dunia fashion, teknologi, budaya, trend terkini, pergunakan untuk meningkatkan keakuratan analisis pasar bagi perkembangan perusahaan mereka.

Bukan hanya itu, Roger juga memiliki kemampuan dalam melobi para pemegang kebijakan dalam pemerintahan. Dengan bekal pengetahuan dan koneksi yang mereka miliki, Dana Soros semakin besar.


Membuat Mata Uang Pound Jatuh

Rabu 16 september 1992 Bank of England dilanda krisis. Hari itu pukul 8.00 pagi, 8 pialang valas berkumpul di Bank Inggris. Mereka dengan penuh kekalutan membeli pound untuk menopang rentang nilai tukar mata uang tersebut.

Pada saat yang tepat untuk menteri keuangan Inggris Norman Lamon menelepon Perdana Menteri John Mayor yang sedang mengadakan pertemuan dengan pejabat senior di gedung Admiralty Lama. Menteri keuangan melaporkan kepada sang perdana menteri bahwa mereka telah melakukan berbagai usaha untuk mempertahankan nilai Pound.

Hanya tersisa satu pilihan, yakni mereka harus menaikkan nilai suku bunga jika tidak ingin mundur dari nilai tukar. Pada pukul 11.00, pemerintah mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 2 persen.

Akhirnya pasar dibanjiri perintah menjual pound. Pada pukul 14.15 sore ketika pemerintah mengumumkan kenaikan suku bunga dengan total 3 poin, nilai tukar sudah terapresiasi 15 persen. Hari itu juga pemerintah mengucurkan sepertiga dari 44 miliar pound cadangan valasnya ke pasar.

Namun, upaya untuk melindungi pound tersebut mengalami kegagalan. Bank Inggris dipaksa mengaku kalah untuk pertama kalinya dan nilai mata uang Pound jatuh di pasaran. Hari itu dikenal dengan "Rabu Kelabu" dan satu bulan kemudian Surat harian menyingkap nama orang yang menghancurkan Bank. Dia adalah George Soros.[]


(Christina Febrinola)

Baca Juga:

Berita terkait
Memahami Kelemahan dan Risiko dalam Berinvestasi
Tidak ada yang namanya total investasi bebas dari risiko dan selalu ada risiko kerugian dari investasi yang dimiliki.
Kunjungan Jokowi di UEA Hasilkan Komitmen Investasi 32,7 M Dolar AS
Kunjungan Presiden Jokowi ke UEA pada minggu ini berhasil menghasilkan komitmen investasi senilai 32,7 miliar dolar AS
6 Jenis Investasi yang Paling Menguntungkan
Investasi bertujuan untuk menguntungkan atau juga memberikan timbal balik yang besar kepada investornya.
0
Kisah Cerdas George Soros Saat Investasi Saham
Skeptisme ini kemudian menjadi ciri penting filosofi Soros yang dia pikirkan secara mendalam dan strategi keuangan yang baru.