Keyakinan Menpora Kepada PSSI dan PT LIB Soal Liga 1 dan 2

Menpora menjelaskan bahwa tempat penyelenggaran atau venue untuk pertandingan dilakukan secara fleksibel dengan mengikuti level situasi.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (Foto: Raiky/kemenpora)

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali meyakini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai penyelenggara mampu menyelenggarakan helatan Liga 1 dan 2 dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplindi tengah situasi pandemi Covid-19.

Keyakinan Menpora Amali tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, keadaan pandemi saat ini angka penularan virus di berbagai daerah di Indonesia sudah menunjukan penurunan.

Disisi lain, upaya pemerintah untuk melakukan vaksin kepada masyarakat sudah menunjukan. Disisi lain, kegiatan olahraga juga harus terus dilakukan dengan terobosan dan kreatifitas.

“Nah kita sudah punya pengalaman melakukan kegiatan tengah-tengah pandemi. Turnamen pramusim bulan Maret dan April yang lalu dan itu sukses. Pengalaman itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kita untuk menjalankan Liga 1 dan Liga 2,” ujar Menpora Amali di situs Kemenpora, Minggu, 8 Agustus 2021.

Dengan suksesnya turnamen pramusim Piala Menpora, itu artinya penyelenggara memiliki kemampuan untuk menggelar kegiatan walaupun dalam suasana extra ordinary atau luar biasa karena pandemi. Walaupun turnamen waktunya lebih pendek dan kompetisi agak panjang sedikit, namun kompetisi nantinya dilaksanakan dengan fleksibel dan protokolnya lebih ketat.

“Ternyata dari pemaparan tadi, kita menyimpulkan bahwa PSSI dan LIB siap. Bahkan lebih ketat dari apa yang dilaksanakan ketika turnamen pramusim Piala Menpora yang lalu. Jadi kalau dari sisi teknis penyelenggaraan sebagaimana yang sudah dipaparkan oleh PSSI dan LIB kita punya keyakinan bahwa penyelenggara mampu melaksanakan itu,” katanya.

Berdasarkan paparan PSSI dan LIB, Menpora menjelaskan bahwa tempat penyelenggaran atau venue untuk pertandingan dilakukan secara fleksibel dengan mengikuti situasi dan level 2 atau masuk kategori aman.

Selain itu, masyarakat nantinya akan tetap menonton di rumah. Sebab, akan dilakukan siaran langsung oleh televisi dan livestreaming di media sosial seperti Piala Menpora yang lalu.


Nah kita sudah punya pengalaman melakukan kegiatan tengah-tengah pandemi. Turnamen pramusim bulan Maret dan April yang lalu dan itu sukses.


“Dan tidak boleh ada nonton bareng, karena tadi saya mengingatkan itu kepada teman-teman. Apabila ada yang semunyi-bunyi melakukan nonton bareng ya silahkan informasikan saja kepada penyelenggara dan PSSI pasti akan segera dintidak,” ujarnya.

Sementara itu, untuk yang berada di dalam stadion hanya boleh berapa orang saja. Mereka harus mematuhi protokol kesehatan yakni saat berangkat ke tempat pertandingan sudah dilakukan tes swab dan dites lagi sebelum masuk stadion.

“Sebenarnya kalau saya melihat penyelenggaranya sudah siap, apalagi fleksibel menyesuaikan dengan situasi, ini luar biasa,” katanya.

Disamping itu, kompetisi ini harus digelar dengan sejumlah alasan antara lain untuk menjadi hiburan masyarakat. Apalagi sekarang ini orang terkurung di dalam rumahnya dan pasti merasa bosan. Diharapkan, dengan kompetisi liga ini imun masyarakat naik di tengah wabah ini.

“Kemudian dari segi ekonomi pasti akan berputar lagi, berapa pemain, berapa pelatih, berapa official yang hidupnya tergantung secara ekonomi dari berputarnya kompetisi atau dari kegiatan sepakbola ini,” katanya.

Bukan hanya itu, pada tahun 2023, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-23 atau FIFA World Cup U-23. Tentu saja Indonesia tidak hanya diharapkan jadi tuan rumah yang baik, tapi harus meraih prestasi dalam ajang ini.

“Coba bayangkan kalau nggak ada kompetisi, ada kompetisi saja untuk membentuk Timnas setengah mati, harus mencari pemain. Apalagi kalo tidak ada kompetisi. Kita tidak ingin, kita hanya menjadi penyelenggara saja,” ujarnya.

Baca Juga: Liga 1 dan Liga 2 Ditunda, Menpora Minta Penonton Bersabar

Berita terkait
Target Medali di Olimpiade, Menpora Perluas Cabang Olahraga
Menpora Zainudin Amali mengatakan akan memperluas cabang olahraga di Indonesia yang ditargetkan dapat meraih medali di Olimpiade berikutnya.
Menpora Zainuddin Amali Sambut Kontingen Garuda di Tanah Air
Zainuddin menyampaikan apresiasi kepada para pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Menpora Usung Paradigma Baru Tingkatkan Prestasi Olahraga
Menpora Zainudin Amali mengusung paradigma baru untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia yang mengacu pada desain besar olahraga nasional.
0
Keyakinan Menpora Kepada PSSI dan PT LIB Soal Liga 1 dan 2
Menpora menjelaskan bahwa tempat penyelenggaran atau venue untuk pertandingan dilakukan secara fleksibel dengan mengikuti level situasi.