UNTUK INDONESIA
Kerajinan dan Batik Harus Berinovasi di Era Milenial
Kerajinan dan batik dituntut berinovasi di era milenial. Sektor ini dapat cepat mengakselerasi ekonomi ekonomi dan nasional.
Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati (kiri) saat ditemui di kantornya pada Rabu 12 Februari 2020. (Foto: Tagar/Hidayat)

Yogyakarta- Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Titik Purwati Widowati menyebut kerajinan dan batik dituntut harus terus selalu berinovasi di era milenial. Meski sektor industri ini memiliki kemampuan adaptasi ketika terjadi krisis ekonomi.

“Industri Kerajinan dan Batik merupakan salah satu sektor industri yang dapat mengakselerasi perekonomian daerah dan nasional dengan cepat. Industri Kerajinan dan Batik juga memiliki resiliansi yang tinggi terhadap krisis ekonomi,” kata Titik saat ditemui di kantornya pada Rabu 12 Februari 2020.

Titik mengungkapkan pada krisis ekonomi 1998 silam, industri ini justru meraih manfaat dari penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Kekuatan dari Industri kerajinan dan batik bersumber dari kreativitas sumber daya manusia yang membuatnya, faktor lainnya adalah bahan bakunya yang relatif banyak tersedia. “Pada era revolusi industri 4.0 ini industri kerajinan dan batik dituntut harus terus selalu berinovasi,” ucapnya.

Menurutnya beberapa langkah inovasi yang dapat dilakukan pada industri kerajinan dan batik yakni inovasi produk baru, proses produksi, bisnis, dan pemanfaatan prinsip industri 4.0. “Industri atau bisnis berbasis big data dan artificial inteligence dapat menjadi jalan keluar agar industri kerajinan dan batik dapat berkembang dari stigma industri kecil atau rumah tangga menajdi industri besar,” katanya.

Industri Kerajinan dan Batik merupakan salah satu sektor industri yang dapat mengakselerasi perekonomian daerah dan nasional dengan cepat.

Ia menyebut Yogyakarta merupakan lokasi yang cocok, tepat dan lengkap untuk mengembangkan industri kerajinan dan batik. Di daerah ini memiliki akar budaya tradisi yang kuat, Sumber Daya Manusia yang dikenal kreatif dan ulet, akses bahan baku dan sumber daya alam yang cukup mudah.

Dalam upaya meningkatkan daya saing komersial, produktivitas , serta potensi ekspor sektor industri batik dan kerajinan, melalui pendekatan inovasi pihaknya menggelar kegiatan Innovating Jogja 2020. “Kegiatan ini berupa melakukan pencarian startup berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik yang dilaksanakan melalui sistem kompetisi,” katanya.

Mereka yang boleh mendaftar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berusia di bawah 45 tahun, memiliki inovasi dan semangat untuk menjadi wirausaha.

Pendaftaran bisa melalui website innovatingjogja.id atau bbkb.kemenperin.go.id atau mengirimkan secara langsung idenya dengan format yang diunduh melalui http://bit.ly/FormPendaftaran_IJ2020 paling lambat 31 Maret 2020. “Mereka akan disaring pleh panitia dan diminta melakukan presentasi,” ujarnya.

Peserta yang dipilih nantinya mengikuti kegiatan bootcamp yang isi kegiatannya yakni penajaman visi bisnis, workshop rencana bisnis dan rencana kerja melalui pendampingan konsultan Bisnis dari Bio Hadikesuma Management Training and Consulting (BHMTC). Juri juga akan memilik 3 sampai 4 ide bisnis dari peserta menjadi tenant inkubator bisnis teknologi Innovating Jogja 2020 dan berhak mendapatkan fasilitas bahan produksi sebesar Rp 20 juta. []

Baca Juga: 

Berita terkait
Pujian Untuk Pameran Legenda Batik Nusantara 2020
Menurut Lina, Jawa Barat memiliki potensi besar di bidang industri kreatif terutama batik, bordir tenun dan kerajinan lainnya
Secercah Harapan Lewat Goresan Batik Kriyan Cirebon
Di atas goresan motif khas batik Kriyan terukir doa dan harapan warga Cirebon untuk mengubah nasib yang lebih baik.
Pohon Natal dari Kain Batik di Rembang
Pohon Natal di gereja Rembang, Jawa Tengah terbuat dari kain batik bermotif daun warna hijau.
0
Nabi Hud AS, Sebelum Angin Membinasakan Segala
Kenapa angin bertiup sehebat-hebatnya selama tujuh malam delapan hari membinasakan Ad, kaum bertubuh besar dan kuat pada zaman Nabi Hud AS.