UNTUK INDONESIA
Kenapa Survei Internal BPN Prabowo-Sandi Dirahasiakan?
Juru Debat BPN Prabowo-Sandi Ahmad Riza Patria menjabarkannya.
Ada momen calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) refleks berjoget dalam debat capres di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis malam (17/1/2019). Kemudian refleks juga calon wakilnya Sandiaga Uno (kanan) memijit-mijit punggungnya. Itu terjadi saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta, (Tagar 21/3/2019) - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berkali-kali mengklaim bahwa pihaknya telah menggelar survei internal elektabilitas terkait Pilpres 2019. Namun, tidak detail survei tak pernah dijelaskan, membuat survei tersebut terkesan dirahasiakan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Debat BPN Prabowo-Sandi Ahmad Riza Patria buka suara terkait alasan dirahasiakannya detail informasi mengenai survei internal.

"Tidak dirahasiakan, tapi memang tidak disampaikan ke publik," katanya kepada Tagar News melalui sambungan telepon, Kamis (21/3) siang.

"Prinsipnya, kita memang selalu ada survei (internal) secara berkala, yang memang tidak pernah dipublikasikan. Karena ini kan memang untuk konsumsi internal," imbuhnya.

Meski begitu, Ketua DPP Partai Gerindra itu justru mengaku belum mengetahui perihal teknis waktu pengambilan survei. Riza Patria hanya mengungkapkan jajak pendapat dilakukan mengikuti metode pengambilan survei sejenis, seperti yang biasanya digunakan lembaga-lembaga survei nasional.

Dirinya juga mengucap syukur dalam survei internal tersebut angka elektabilitas Prabowo-Sandi terpantau terus mengalami kenaikan.

"Persisnya saya belum tahu, karena kemarin saya enggak hadir rapatnya, nanti saya salah. Tapi kalo metode ya sama. Survei dimana-mana kan random ya, tidak mungkin disensus orang per orang," kata dia.

"(Teknis) Saya enggak tahu persisnya, nanti saya salah. Saya enggak membidangi dan bukan bagian saya. Saya hanya tahu kalau hasil survei tidak pernah dipublish, karena memang untuk kepentingan internal (sebagai) evaluasi, kita syukuri bahwa Prabowo-Sandi dalam survei selalu bertumbuh atau angkanya selalu naik," tambahnya.

Terkait tudingan miring yang menyebut hasil survei internal akal-akalan BPN demi mengimbangi survei yang lebih dulu beredar, Riza Patria mengatakan jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas dapat menjadi rujukan karena hasilnya sesuai dengan hasil survei internal BPN.

"Orang mau nuding macam-macam ya silakan. Sekarang ya liat Kompas saja. Dari Kompas bisa dilihat bahwa kita terus naik," pungkasnya.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku pihaknya telah menggelar survei internal. Dalam survei tersebut, elektabilitas Prabowo-Sandi berada di angka 54 persen, mengungguli Jokowi-Ma'ruf yang berada di angka 40-an persen.

"Hasil survei kami, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persenan sedang Jokowi 40an (persen)," kata Dahnil lewat pesan singkat yang diterima wartawan, Senin (11/3).

Sayangnya, hingga kini tidak ada kejelasan informasi mendetail terkait metode survei, jumlah koresponden yang disurvei dan di mana saja wilayah yang dijadikan sampel dalam jajak pendapat tersebut.

Baca juga:

Berita terkait
0
Bos Lippo Group James Riady Mangkir Panggilan KPK
Bos Lippo Grup Tjahaja Riady mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.