UNTUK INDONESIA
Kemeriahan Perayaan Imlek di Wihara Dhanagun Bogor
Wihara Dhanagun Bogor merayakan Tahun Baru Imlek dengan meriah, setiap jamaah dengan semangat melakukan ibadah yang dikalukan setahun sekali ini.
Jemaah Wihara Dhanagun Bogor yang sedang beribadah, Sabtu, 25 Januari 2020. (Foto: Tagar/Rivaldi)

Jakarta - Hari Raya Imlek di Wihara Dhanagun Bogor berjalan dengan hikmat, meskipun diguyur hujan. Masyarakat sekitar Bogor datang silih berganti, melakukan ibadah menyambut pergantian Tahun Baru China.

Wihara Dhanagun Bogor yang berada di kawasan pecinan, tepatnya Jalan Raya Surya Kencana, Kota Bogor selalu ramai dikunjungi, terlebih ketika Tahun Baru Imlek.

Melalui pantauan Tagar, ketika memasuki pintu masuk terlihat patung macan berwarna putih, gapura dengan gambar naga, serta sejumlah karangan bunga.

Beberapa karangan bunga yang terpampang di depan Wihara Dhanagun Bogor dikirim oleh sejumlah kalangan, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor.

Memperingati Hari Raya Imlek, tempat beribadah ini disulap mejadi kawasan yang penuh dengan hiasan khas Imlek, kental dengan nuansa warna merah. Beberapa pernak-pernik terpajang, antara lain lampion, lilin-lilin yang menyala, dan ornamen khas lainnya.

Pengurus Wihara Dhanagun Bogor Koh Ayung mengatakan jika lilin-lilin besar yang jumlahnya banyak ini dinyalakan khusus untuk Tahun Baru Imlek 2571.

"Lilin besar ini dinyalakan khusus untuk Imlek dan akan dinyalakan sampai habis. Untuk total jumlah seluruhnya 100 sampai 200," kata pria berusia 69 tahun itu kepada Tagar, Sabtu, 25 Januari 2020.

Perayaan ImlekTampak dalam Wihara Dhanagun Bogor, Sabtu, 25 Januari 2020. (Foto: Tagar/Rivaldi)

Koh Ayung juga menjelaskan jika semua persiapan menyambut Imlek memakan waktu kurang lebih satu bulan lamanya.

"Persiapannya kemarin kurang lebih selama satu bulan," ujarnya.

Momen Tahun Baru Imlek di Wihara Dhanagun tahun ini terus diguyur hujan sejak pagi. Meski begitu, tidak membuat semangat warga keturunan etnis Tionghoa menurun. Terlihat dari ramainya jemaah yang datang untuk melakukan ibadah.

Koh Ayung mengatakan jika jemaah yang datang ke sini mayoritas berasal dari sekitar wilayah Bogor.

"Biasanya jemaah yang datang ke sini sekitar Bogor, antara Depok, Jakarta, Cicurug, ya sekitar-sekitar sini paling jauh juga Leuwiliang," katanya.

Ketika memasuki bagian dalam bangunan wihara yang terbilang cukup luas ini, suasana berubah menjadi lebih hikmat. Jemaah bergantian sembahyang di beberapa sudut menggunakan hio atau dupa yang sudah dibakar sebelumnya.

Koh Ayung mengatakan saat melakukan ibadah, pihak pengurus Wihara Dhanagun membuat urutan untuk sembahyang.

"Untuk melakukan ibadahnya kita bikin urutannya menggunakan nomor, namun jika jemaah tidak mengikuti urutannya juga tidak menjadi masalah," ucap dia. 

Sistemnya, lanjutnya, harus mengutamakan sang pencipta langit dan bumi. Jadi biasanya tuan rumah, kata dia, dewa bumi yang menguasai bumi dibantu Dewi Kwan Im dan Dewa Kwang Kong.

Wihara Dhanagun Bogor menjadi salah satu wihara tertua yang ada di Bogor, Jawa Barat. Untuk hari-hari biasa tempat ibadah satu ini umumnya dibuka setiap hari mulai dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore.

Memaknai Perayaan Imlek

Setiap jemaah yang beribadah terlihat sangat khusyuk tanpa menghiraukan orang lainnya. Mereka benar-benar fokus memanjatkan doanya dari dalam hati guna menyambut tahun baru Imlek 2571.

Suasanya menjadi lebih hikmat ketika pengurus Wihara Dhanagun memutar lantunan musik khas Tionghoa di bagian dalam bangunan, menambah kemeriahan Imlek.

Koh Ayung mengatakan jika tradisi Imlek yang ada di Wihara Dhanagun Bogor tidak jauh berbeda dengan tempat lainnya.

"Tradisi unik di sini mungkin bagi saya hal yang wajar, namun bagi para turis sih unik," ucapnya.

Selain itu, Koh Ayung memaknai Tahun Baru Imlek ini dengan pengingat bertambahnya usia dirinya sendiri.

"Sebetulnya makna imlek kan berarti usia saya sudah tambah satu tahun lagi, berarti saya dikasih kepercayaan untuk menikmati hidup ini dari sang pencipta," ucapnya. 

Makna sebenarnya, menurut dia, berarti sudah menikmati hidup selama ini. Ia mengatakan karena dosa sudah banyak, jadi diberi kesempatan untuk bertaubat. 

"Jadi sebenarnya Imlek perhitungan penanggalan berdasarkan bulan, selama bulan masih beredar berarti itu Imlek," katanya.

Koh Ayung juga menjelaskan harapan di Imlek kali ini sama dengan semua yang dimiliki sesama umat manusia. Menurut dia, semua harapan manusia maunya rezekinya berlimpah, rezekinya dibukakan, agar hidupnya berlimpah dan menikmati kesejahteraan, semoga selamat dan sehat serta panjang umur. 

"Itu kan semua harapan-harapan manusia yang wajar," ucapnya.

Salah satu jemaah lama yang setiap tahunnya datang untuk beribadah di Wihara Dhanagun Bogor sejak tahun 1995 bernama Rian Dinata, 25 tahun. Ia menceritakan tentang makna Imlek sebagai momen penuh harapan untuk tahun ke depannya.

"Makna imlek untuk saya sendiri semoga dari tahun ke tahun bertambah saja rezekinya, terus semakin banyak makhluk hidup yang dimudahkan lah kalau di agama saya Budha kan ada karma jadi semoga dijauhkan dari karma," katanya kepada Tagar, Sabtu, 25 Januari 2020.

Rian juga menceritakan tentang Imlek yang menjadi tradisi budaya Tionghoa yang masih dipegang teguhnya. Menurut dia, Imlek datangnya dari China, jadi lebih merayakan budayanya. 

"Kalau di Indonesia itu seperti lebaran saja. Tradisi tionghoa yang masih dipegang teguh simpelnya seperti kumpul keluarga. H-1 itu kan kalau di muslim ada takbiran, nah kita sama seperti itu. Jadi kumpul dengan keluarga, memanjatkan rasa syukur, kurang lebih mirip-mirip sih ya," tuturnya.

Perayaan Imlek

Jemaah Wihara Dhanagun Bogor yang sedang beribadah, Sabtu, 25 Januari 2020. (Foto: Tagar/Rivaldi)

Selain itu, Rian juga memberikan harapan untuk ke depannya dalam Tahun Baru Imlek kali ini. Ia berharap rezeki diperlancar. Karena, menurut dia, tahun ini perekonomiannya agak merosot. 

"Semoga dipermudah ekonominya terus warga yang merayakan dan tidak merayakan bisa menikmati makna dari imlek ini," ujarnya.

Berbeda Richard Lee, 18 tahun, yang mengaku baru pertama kali merayakan Imlek di Wihara Dhanagun Bogor.

"Saya merantau baru kuliah di Bogor, jadinya baru pertama kali merayakan imlek di Wihara Dharmagun," katanya kepada Tagar, Sabtu, 25 Januari 2020.

Bagi Richard juga menceritakan tentang makna Imlek. Biasanya ia melakukan kumpul keluarga atau ke wihara lebih berdoa agar tahun depan bagus, lancar, dan keluarga sehat. 

"Makna imlek buat saya mungkin new year new me kali ya, jadi seperti kita berusaha memperbaiki kesalahan di tahun sebelumnya," katanya.

Tidak hanya itu, Richard juga menjelaskan jika tradisi Imlek itu menjadi budaya bagi dirinya yang masih memegang teguh pelajaran Tionghoa serta momen memberikan harapan untuk ke depannya.

"Saya beragama Budha, menurut saya Imlek itu budaya. Sebenarnya Imlek itu kan bukan dari agama Budhanya, tapi lebih karena tradisi turun-temurun sih karena keturunan Tionghoa," ucap Richard. 

Pelajaran Tionghoa, lanjut dia, masih dipegang teguh. Kumpul keluarga dan tetap terikat dengan sanak keluarga setiap Imlek.

"Jadi ke sini baru pertama kali tidak bersama keluarga. Harapan saya di Imlek ini, karena kan saya tahun pertama kuliah jadi semoga diberikan kelancaran kuliahnya, dan teman-teman serta keluarga tetap sehat agar tahun depan bisa kumpul lagi," ucapnya. [] 

Baca juga: 

Berita terkait
Lima Fakta Menarik Mengenai Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek memiliki beberapa fakta menarik, pasalnya beberapa ritual wajib yang harus dilakukan.
35 Ucapan Tahun Baru Imlek untuk Keluarga dan Teman
35 ucapan yang cocok diucapkan saat merayakan Imlek kepada teman, keluarga, dan kerabat dekat.
Cara Warga Tionghoa Sambut Imlek di Rokan Hilir
Warga Tionghoa di Rokan Hilir mempunyai cara yang berbeda menyambut Tahun Baru Imlek. Berikut penjelasannya.
0
Sudah Mundur, Mahathir Mohamad Masih PM Sementara
Raja Malaysia, Sultan Abdullah Shah telah menerima pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.