UNTUK INDONESIA

Kemensos & BPS Tanda Tangani PKS Pemutakhiran DTKS

Kemensos lakukan kerja sama dengan BPS melalui penandatanganan PKS untuk pastikan proses pemutakhiran data terselesaikan pada Juli 2021.
Usai Penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Hartono Laras bersama Sestama BPS Margo Yuwono di Kantor BPS Jakarta. (Foto: Tagar/dok.Kemensos)

Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) lakukan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna pastikan proses pemutakhiran data terselesaikan pada Juli 2021.

“Hari ini, telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua lembaga. Kami siapkan lebih dari 100 ribu petugas yang akan bekerja memutakhirkan data. Dan ini perlu bimbingan dari BPS untuk pemutakhiran data judul bisa," kata Sekretaris Jenderal Hartono Laras pada Rabu 11 November 2020.

BPS - KemensosPenandatanganan PKS yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Hartono Laras bersama Sestama BPS Margo Yuwono di Kantor BPS Jakarta. (Foto: Tagar/dok.Kemensos)

Penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Hartono bersama Sestama BPS Margo Yuwono di Kantor BPS Jakarta ini menurut Hartono merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dilaksanakan Kemensos dan BPS pada 2018 lalu, khususnya dalam pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang akan dilaksanakan pada 2021 dan harus selesai pada bulan Ramadhan Juli 2021.

Beberapa hal yang menjadi fokus kerja sama yakni pelatihan petugas lapangan, penyiapan instrument dan petunjuk pengisian, model pemeringkatan, dan jaminan kualitas.

Dalam DTKS Kemensos terdapat 40% data penduduk yang miliki penghasilan rendah, untuk itu Kemensos akan tingkatkan data warga miskin yakni 60%. Ini sejalan dengan saat ini dimana pandemi meningkatkan jumlah orang yang miskin.

Pendataan DTKS tahun 2021 direncanakan mencakup sekitar 60% penduduk Indonesia. Untuk pemutakhiran DTKS dan jaringan komunikasi yakni sebesar 60% penduduk miskin, Kemensos juga akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,36 triliun di tahun 2021.

Kementerian sosial sendiri telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyusun program yang terencana, terarah, dan sistematis.

"Jadi dengan PKS ini tujuannya untuk mewujudkan DTKS yang reliabel, mutakhir dan valid sesuai perluasan cakupan data untuk mendukung transformasi perlindungan sosial dan percepatan penanggulangan kemiskinan,” kata Hartono.

Pemutakhiran data yang dilakukan oleh Kemensos akan mencakup target sebesar 41.697.344 rumah tangga di 34 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota. Guna mewujudkan target tersebut Kemensos akan siapkan petugas lapangan sebanyak 83.395 enumerator, 16.679 pengawas, dan 7.242 Koordinator Kecamatan, di luar Instruktur Utama, Intruktur Nasional dan Intruktur Daerah, dan tentu juga dengan kementerian atau lembaga terkait lainnya.

"Mereka akan datang dari rumah ke rumah mendata masyarakat yang memenuhi persyaratan masuk dalam DTKS. Untuk itu, mereka perlu pembekalan dari BPS, " jelas Hartono.

Dengan adanya dukungan serta bimbingan dari BPS ini, pemutakhiran data ditargetkan akan selesai pada awal Juli 2021.

" Dengan demikian diharapkan kita punya data yang realible, mutahir dan akuntabel," ucap Sekjen

Hartono pun menambahkan DTKS dinilai penting sebagai usaha dalam meningkatkan keberhasilan Kemensos dala menyalurkan bantuan yang tepat sasaran.

"DTKS penting sebagai upaya peningkatan efektifitas dan ketepatan sasaran program-program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan" tambahnya.

Dirinya juga mengatakan pihaknya sebagai pemilik program akan lakukan secara professional.

"Kami sebagai pemilik program akan melaksanakan secara profesional dan mengharapkan bantuan dari BPS, " ucapnya. []

Baca juga:


Berita terkait
Kemensos: 20 Nama Diajukan Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional
Kemensos menyampaikan sudah ada 20 calon yang diajukan ke Presiden untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Kemensos Salurkan Bantuan Keserasian Sosial & Kearifan Lokal
Kementerian Sosial salurkan bantuan Program Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal kepada Kabupaten Kuningan.
Kemensos Salurkan BST kepada 1,4 Juta KPM di Jawa Tengah
Kemensos beri Bantuan Sosial Tunai kepada 1,4 juta Keluarga Penerima Manfaat di Jawa Tengah.
0
Kemensos & BPS Tanda Tangani PKS Pemutakhiran DTKS
Kemensos lakukan kerja sama dengan BPS melalui penandatanganan PKS untuk pastikan proses pemutakhiran data terselesaikan pada Juli 2021.