UNTUK INDONESIA
Kemenperin Dukung Pelaku Industri Tekstil dan Produk Tekstil
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk tetap produktif di masa pandemik.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, Selasa, 6 Oktober 2020. (Foto:Tagar/dok.kemenperin.go.id)

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar bisa tetap menjalankan usahanya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Sebab, saat ini pelaku industri dituntut untuk lebih inovatif supaya mampu kompetitif di pasar. 

“Oleh karena itu, salah satu unit kerja di bawah binaan kami, yakni Balai Besar Tekstil menyelenggarakan Kelas Online Santai (Kelosan) untuk industri TPT melalui platform Zoom Meeting,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, Selasa, 6 Oktober 2020.

Kelosan diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri dari pelaku industri TPT skala besar, industri kecil dan menengah (IKM), serta wirausaha baru (WUB). Selain itu, terdapat sivitas akademisi, perwakilan Balai dan Baristand di lingkungan Kemenperin serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. 

Adapun dua tema yang menjadi bahasan, yaitu Pengenalan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 untuk upgrading IKM berdaya saing. Juga topik tentang pemahaman parameter uji terkait Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L). 

Dalam situasi pandemi saat ini, seyogyanya kita menciptakan inovasi-inovasi metode pembelajaran, sehingga industri tidak kehilangan kesempatan.

"Dalam situasi pandemi saat ini, seyogyanya kita menciptakan inovasi-inovasi metode pembelajaran, sehingga industri tidak kehilangan kesempatan untuk meningkatkan wawasan serta kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Doddy. 

Kemenperin memiliki unit litbang Balai Besar Tekstil di Bandung yang selama ini berperan strategis dalam menyiapkan pelaku industri TPT yang berdaya saing. Upaya tersebut dijalankan sesuai dengan kapasitas unit litbang tersebut dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan jasa teknis untuk industri, khususnya berupa bimbingan teknis, pelatihan, konsultansi serta pengujian terhadap mutu produk TPT. 

Kepala BPPI menyampaikan, industri TPT merupakan salah satu sektor yang strategis bagi perekonomian nasional. Peran vitalnya itu antara lain sebagai sektor padat karya, memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri, serta penghasil devisa ekspor nonmigas dengan nilai yang cukup signifikan. 

"Di tengah pandemi Covid-19, industri TPT kita masih memperlihatkan pertumbuhan yang ditunjang oleh permintaan domestik dan kinerja ekspor yang tinggi,” ujarnya. 

Kemenperin mencatat, kinerja ekspor industri TPT sepanjang 2019 mencapai USD12,89 miliar, dan pada periode Januari hingga Juli 2020 telah menembus hingga USD6,15 miliar. 

Tantangan baru lainnya yang akan dihadapi oleh industri TPT di tanah air adalah mulai dilakukannya pengawasan terhadap barang beredar yang terkait K3L.

"Hingga tahun 2019, dari total 4.984 SNI di bidang industri, sebanyak 113 SNI telah ditetapkan sebagai SNI Wajib dengan tujuan melindungi konsumen dalam aspek kesehatan, keamanan, dan lingkungan, serta mengamankan industri dalam negeri dari serangan produk impor yang tidak berkualitas," jelas Doddy. 

Dalam proses registrasi K3L telah diatur metode pengujian 17 kategori tekstil dan produk tekstil, di mana semua parameter ujinya mengacu pada SNI, yaitu logam berat terekstraksi, formaldehida, senyawa azo, total senyawa phthalates, bahan kimia anti api dan bahan kimia anti air. 

"Tentunya hal ini dilakukan agar daya saing produk nasional dapat meningkat dari sisi produsen, sekaligus sebagai perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dari sudut pandang konsumen, yakni terkait dengan unsur keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup," ujarnya. [] 

 Baca juga: 

Berita terkait
Kementerian Perindustrian Perkuat Industri Baja
Seiring pembangunan infrastruktur, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperkuat industri baja nasional.
Kementerian Perindustrian Dukung Sertifikasi Produk Farmasi
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pelaku industri farmasi dan alat kesehatan memiliki sertifikat.
Strategi Gunungkidul Menjadi Basis Industri Batik Nasional
Kabupaten Gunungkidul berpotensi menjadi basis industri batik nasional. Berikut strategi mewujudkannya.
0
Satpam di Bantul Ditemukan Tewas di Penginapan Usai Mabuk
Saksi mata, pemilik penginapan di Bantul, DIY mengatakan sebelumnya korban datang dalam kondisi mabuk.