Kemenkes Minta Masyarakat Tak Ragu Gunakan Vaksin Covid-19

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk tidak meragukan efektivitas vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Kemenkes menyatakan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca aman untuk dikomsumsi masyarakat. (Foto: Tagar/pexels)

Jakarta  - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch  CTMAV547. Namun, hal itu hanya tepat bagi vaksin dalam batch  atau kumpulan produksi CTMAV5 mungkin 448.480 dosis.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga meminta masyarakat untuk tidak meragukan efektivitas vaksin Covid-19 AstraZeneca, mengingat vaksin ini terbukti aman secara global, atau memiliki manfaat yang lebih banyak dibandingkan risiko infeksi Covid-19.

Dalam hal ini, dia juga menyatakan bahwa, Indonesia akan tetap menggunakan vaksin AstraZeneca, meski ada satu 'batch'  vaksin jenis ini yang digunakan untuk penggunaan.

Alasan diberhentikannya penggunaan batch CTMAV457 tersebut, untuk menunggu hasil akhir, dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua pekan.


Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap berjalan karena vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar, jadi masyarakat tidak perlu ragu karena vaksin ini aman.


Vaksin AstraZenecaVaksin AstraZeneca telah dibuktikan aman secara global, atau memiliki manfaat yang lebih banyak dibandingkan risiko. (Foto: Tagar / Pexels/Gustavo Fring)

Meskipun begitu, secara total Indonesia telah menerima sekitar 6,4 juta dosis vaksin AstraZeneca, namun hanya 1 'batch' yang terdiri dari 448 ribu dosis yang digunakan sementara. 

Selain itu. penghentian ini merupakan upaya dalam menanggapi laporan dua warga Jakarta yang meninggal usai disuntik vaksin tersebut.

Siti Nadia juga menyebabkan kematian kedua warga tersebut masih dalam belanja oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (Komnas KIPI). Sebab, belum ada kejadian akhir apakah peristiwa tersebut berkaitan langsung dengan vaksinasi.

Pernyataan aman menggunakan vaksin juga di perkuat oleh pakar pernyataan imunisasi, Elizabeth Jane Soepardi yang mengatakan vaksin AstraZeneca sejauh ini terbukti aman berdasarkan rekam jejak penggunaan secara global.

“Lebih dari 1 miliar dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca telah diterima masyarakat dunia. WHO juga telah menyatakan vaksin ini aman,” ucap Jane.

Dia juga mengatakan Svaksin AstraZeneca juga merupakan jenis vaksin yang paling banyak digunakan di dunia. Lebih dari 70 negara telah menerbitkan izin penggunaan darurat penggunaan otorisasi / EUA untuk vaksin AstraZeneca.

Pasalnya, negara-negara di Eropa setelah melakukan program vaksinasi Covid-19 salah satunya menggunakan AstraZeneca telah melaporkan penurunan angka kematian yang signifikan. 

Bahkan, hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 21 hari pasca-penyuntikan dosis tunggal vaksin AstraZeneca atau Pfizer-BioNTech, terjadi penurunan angka infeksi Covid-19 sampai 65 persen.

Oleh karena itu, kejadian yang menyebabkan dua orang warga Jakarta meninggal dunia tersebut, bukan berarti yang berkaitan langsung dengan vaksinasi, melainkan harus diselidiki untuk memastikan bahwa masalah keamanan dengan cepat. [ ]

Berita terkait
22.736 Perusahaan Daftarkan Diri Vaksinasi Gotong Royong
Ketum Kadin sebut animo terhadap vaksinasi Gotong Royong tinggi terbukti dengan 22.736 perusahaan daftarkan diri
Jokowi Berharap Vaksinasi Gotong Royong Pulihkan Produktivitas Industri
Presiden RI Joko Widodo meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong untuk pekerja di pabrik PT Unilever Indonesia.
78 Istri TNI di Kodim 0108/Agara Aceh Divaksinasi Covid-19
Untuk memutus penyebaran Covid-19 sebanyak 78 anggota Persit Kodim 0108/Agara, Aceh Tenggara, Aceh, jalani vaksinasi Covid-19
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.