Keluarga Taiwan Pertahankan Usaha Bikin Uang Sesajen Imlek

Sebuah pabrik kecil di Taiwan berusaha mempertahankan tradisi membuat uang kertas untuk keperluan sesajen secara tradisional
Chen Kun-huei, 82 tahun, bekerja di bengkel kertas joss yang dirintis oleh kakeknya menjelang Tahun Baru Imlek di Miaoli, Taiwan, 20 Januari 2022 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Ann Wang)

Jakarta – Sebuah pabrik kecil di Taiwan berusaha mempertahankan tradisi membuat uang kertas untuk keperluan sesajen secara tradisional. Menjelang Tahun Baru Imlek, berbagai persiapan dilakukan masyarakat Tionghoa untuk merayakannya. Sebuah pabrik kecil di Kabupaten Mialo, Taiwan, tak ketinggalan disibukkan oleh persiapan itu.

Sekelompok perempuan tua di pabrik tersebut sibuk membuat uang roh atau uang kertas sesajen. Mereka dengan sungguh-sungguh menghiasi lembar demi lembar kertas kuning berlapis warna emas dan perak itu secara tradisional.

Chen Kun-hue kerja di pabrik kertas jossChen Kun-huei, 82 tahun, bekerja di pabrik kertas joss warisan kakeknya menjelang Tahun Baru Imlek di Miaoli, Taiwan, 20 Januari 2022 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Ann Wang)

Keluarga Chen, pemilik pabrik itu, sama sekali menghindari penggunaan mesin untuk membuat uang sesajen tersebut, tidak seperti halnya pabrik-pabrik uang seperti itu di kota-kota besar.

Mereka meyakini uang yang dibakar untuk persembahan kepada para dewa dan leluhur ini akan lebih bermakna bila dibuat dengan tangan sendiri.

Chen Feng-e, pemilik sekaligus pekerja di pabrik itu, merasa bangga dengan apa yang telah dikerjakannya selama ini. Perempuan berusia 70 tahun ini mengatakan, "Saya sudah melakukan ini selama lebih dari 10 tahun. Sulit untuk menghitung berapa lembar sehari yang saya buat. Satu tumpukan seperti ini saja sudah lebih dari 100 lembar."

pekerja tempelkan selembar kertas perak tipisSeorang pekerja tempelkan selembar kertas perak tipis di atas kertas joss menjelang Tahun Baru Imlek di bengkel kerja Chen Kun-huei di Miaoli, Taiwan, 20 Januari 2022 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Ann Wang)

Permintaan uang sesajen menjelang Tahun Baru Imlek memang meningkat secara signifikan. Banyak orang membelinya untuk untuk kemudian dibakar sewaktu berdoa meminta keturunan, kemakmuran dan umur panjang.

Chen Miao-Fang, putri pemilik pabrik itu, mengaku bisnisnya terancam oleh pabrik-pabrik besar yang memanfaatkan mesin. Tapi ia mengatakan, ia akan terus bertahan selama memungkinkan.

“Sekarang ini, uang sesajen di pabrik kami dibuat dengan tangan, tidak seperti di tempat-tempat lain. Mereka bisa memproduksi sebanyak yang diinginkan para pelanggan. Kami tidak bisa melakukan itu. Kami perlahan-lahan berubah menjadi industri yang sekarat dan perlahan-lahan akan memudar. Di masa depan, produksi uang sesajen mungkin akan digantikan oleh mesin," jelasnya.

Permintaan uang sesajen biasanya tinggi selama liburan Tahun Baru Imlek dan peringatan Bulan Hantu yang tahun ini dirayakan pada bulan Agustus (ab/uh)/Reuters/voaindonesia.com. []

Hadfana Firdaus, Pria Penendang Sesajen di Semeru Minta Maaf

Resep Nasi Liwet Rumahan yang Mudah dan Nikmat

Imlek yang Berbeda di Vihara Avalokitesvara Pematangsiantar

Makanan yang Mengundang Kemalangan Saat Imlek

Berita terkait
Hadfana Firdaus, Pria Penendang Sesajen di Semeru Minta Maaf
Hadfana Firdaus, sosok pria yang viral dalam sebuah video karena menendang dan membuang sesajen di kaki Gunung Semeru meminta maaf.
0
Keluarga Taiwan Pertahankan Usaha Bikin Uang Sesajen Imlek
Sebuah pabrik kecil di Taiwan berusaha mempertahankan tradisi membuat uang kertas untuk keperluan sesajen secara tradisional