UNTUK INDONESIA
Keluarga Petinggi Golkar Garap Proyek Kartu Prakerja
Ada perusahaan milik keluarga petinggi Partai Golkar ditunjuk untuk menjalankan pelatihan Kartu Prakerja.
Ilustrasi Kartu Prakerja. (Foto: Antara)

Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyebut program kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin penuh dengan konflik kepentingan. Dia membeberkan ada perusahaan milik keluarga petinggi Partai Golkar ditunjuk untuk menjalankan pelatihan.

Sebagai bukti permulaan, tim kami berhasil menelusuri adanya hubungan kepentingan salah satu perusahaan, yaitu Bukalapak, dengan pejabat tinggi Partai Golkar.

Seperti diketahui, ada delapan mitra pelatihan Kartu Prakerja, yaitu Ruangguru, Tokopedia, Bukalapak, Mau Belajar Apa, Sekolahmu, Pijar Mahir, Sisnaker, dan Pintaria.

Dari penelusuran yang dilakukan Uchok, dalam akta perusahaan PT Bukalapak terdapat nama Pandu Satria Sjahrir sebagai salah satu pemilik sahamnya. Pandu sendiri merupakan keponakan kandung Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Tidak hanya itu, Pandu Sjahrir juga menjabat sebagai CFO dari Toba Bara Sejahtera, grup perusahaan tambang batu bara milik sang paman yang saat ini menjabat ketua dewan penasehat Partai Golkar.

"Sebagai bukti permulaan, tim kami berhasil menelusuri adanya hubungan kepentingan salah satu perusahaan, yaitu Bukalapak, dengan pejabat tinggi Partai Golkar. Dalam akta perusahaan yang kami dapatkan, tampak ada nama Pandu Satria Sjahrir sebagai pemilik saham di PT Bukalapak," kata Uchok Sky di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

Menurut Uchok, kondisi ini memperjelas proyek senilai Rp 5,6 Triliun ini memang penuh dengan konflik kepentingan. Sebelumnya, ramai diperbincangkan publik terkait platform Ruangguru yang juga menggarap proyek tersebut. Hal ini mengakibatkan mundurnya CEO Ruangguru Adamas Belva Devara mundur dari Staf Khusus Presiden.

"Jadi penanggung jawab program ini adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang sekaligus Ketua Umum Golkar, sementara salah satu perusahaan yang ditunjuk sebagai mitra adalah milik keponakan kandung Ketua Dewan Pembina Golkar," ucap dia.

Berdasarkan penelusuran, kata Uchok, kedekatan Airlangga Hartarto dengan Bukalapak sudah terjalin cukup dekat sejak lama. Dalam sebuah kliping berita online tanggal 23 Mei 2018, di suatu acara Relawan Golkar Jokowi (GoJo) yang dihadiri Presiden Jokowi dan CEO Bukalapak, Airlangga diberitakan menyanjung platform jual beli online itu.

Uchok meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan audit terkait penggunaan anggaran dalam proyek program kartu Prakerja ini. Dengan begitu agar informasi yang keluar menjadi jelas pemanfaatannya.

"Agar nanti masyarakat tidak semakin mencurigai Program Kartu Prakerja hanya menguntungkan kelompok tertentu, sebaiknya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera masuk untuk melakukan audit dalam penggunaan dana pelatihan Kartu Pra Kerja yang sebesar Rp 5,6 triliun ini," ujarnya. []

Berita terkait
Indef Rekomendasikan Evaluasi Kartu Prakerja
Direktur Indef, Tauhid Ahmad menyayangkan skema penunjukkan mitra Kartu Prakerja yang dinilainya terkesan menyalahi aturan yang berlaku.
KPK Respons Laporan Dugaan Korupsi Kartu Prakerja
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi permintaan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) untuk mengusut dugaan korupsi Kartu Prakerja.
MAKI Colek KPK Usut Dugaan Korupsi Kartu Prakerja
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi proyek Kartu Prakerja.
0
Keluarga Petinggi Golkar Garap Proyek Kartu Prakerja
Ada perusahaan milik keluarga petinggi Partai Golkar ditunjuk untuk menjalankan pelatihan Kartu Prakerja.