UNTUK INDONESIA
Keluarga Kurang Yakin Motif Pembunuhan Wartawan Sulbar
Keluarga mengaku kurang yakin motif pembunuhan salah satu wartawan di Mamuju Tengah (Mateng), hanya karena menganggu perempuan
Demas Laira, wartawan media online Sulawesi Barat yang tewas dibunuh. (Foto: Tagar/Dok. Demas Laira)

Mamuju - Keluarga mengaku kurang yakin dengan motif pembunuhan salah satu wartawan di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar), Demas Laira, 28 tahun, yang ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk.

"Kami masih kurang yakin jika hanya persoalan sepele, nyawa Demas Laira harus dihabisi,"kata salah satu keponakan Demas Laira, Yosgi, Jumat 23 Oktober 2020.

Yosgi mengungkapkan, sosok Demas Laira di mata keluarga adalah seorang anak yang baik dan sangat turut sama orang tuanya.

Kami masih kurang yakin jika hanya persoalan sepele, nyawa Demas Laira harus dihabisi.

"Jadi, tidak mungkin Demas Laira mau mengganggu seorang perempuan, apalagi kalau dia tidak kenal,"katanya.

Namun, kata Yosgi, jika motif pembunuhannya memang seperti itu, pihak keluarga masih bertanya-tanya, mengapa harus sampai dibunuh.

"Kurang masuk akal kalau motifnya seperti itu sehingga Demas Laira harus terbunuh,"kata Yosgi.

Dia berharap motif pembunuhan Demas Laira dapat diungkap sejelas-jelasnya oleh pihak kepolisian karena mereka menganggap bahwa motif yang diakui pelaku kurang meyakinkan.

"Kami minta kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku,"katanya. []

Berita terkait
Wanita, Tersangka Baru Pembunuhan Wartawan Demas Laira
Kepolisian Mamuju Tengah kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus pembunuhan wartawan Demas Laira.
Keluarga Mengaku Tidak Mengenal Pembunuh Demas Laira
Keluarga almarhum Demas Laira, mengaku tidak mengenal pelaku pembunuhan terhadap Demas.
Kronologi Pelaku Menghabisi Demas Laira, Wartawan di Sulbar
Pelaku pembunuhan wartawan media online di Sulawesi Barat mengaku dendam terhadap korban. Ini penyebabnya.
0
Keluarga Kurang Yakin Motif Pembunuhan Wartawan Sulbar
Keluarga mengaku kurang yakin motif pembunuhan salah satu wartawan di Mamuju Tengah (Mateng), hanya karena menganggu perempuan