UNTUK INDONESIA
Kelangkaan Pupuk Subsidi di Dairi Teratasi
Kadis Pertanian Kabupaten Dairi juga telah menerbitkan SK realokasi ke empat kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.
Gudang penyangga PT Pupuk Iskandar Muda di Jalan Pakpak, Sidikalang. Distributor telah mengambil pupuk dari gudang tersebut, disalurkan ke kios pengecer (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, teratasi. Dirjen PSP Kementerian Pertanian dan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatra Utara telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang realokasi pupuk subsidi.

Tindak lanjutnya, Kadis Pertanian Kabupaten Dairi juga telah menerbitkan SK realokasi ke empat kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian antar kecamatan di Kabupaten Dairi.

Plt Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Dairi Palti Pandiangan, menegaskan hal itu, Jumat 25 Oktober 2019.

Disebutkan, penambahan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Dairi setelah realokasi, 4.070 ton. Rinciannya, Urea 920 ton, SP-36 1.700 ton, ZA 1.000 ton, NPK 350 ton, dan Organik 100 ton.

Lebih lanjut dipaparkan Palti, alokasi terbesar untuk Kecamatan Sumbul 620 ton, Tanah Pinem 610 ton, Parbuluan 604 ton, Tigalingga 412 ton, Sidikalang 330 ton dan Gunung Sitember 302 ton.

Masyarakat diminta mengawal dan memonitor penyaluran pupuk bersubsidi ini

Disusul kemudian, Kecamatan Siempat Nempu Hulu 260 ton, Pegagan Hilir 163 ton, Berampu 160 ton, Lae Parira 142 ton, Silima Pungga-Pungga 133 ton, Siempat Nempu Hilir 109 ton, Sitinjo 98 ton, Siempat Nempu 90 ton serta Kecamatan Silahisabungan 37 ton.

Palti menyebut, penambahan alokasi tersebut memang masih kurang, jika dibandingkan dengan usulan. Namun jika dilihat dari persentase, patut disyukuri. Penambahan alokasi pupuk subsidi Kabupaten Dairi berada di peringkat 5 dari 33 kabupaten kota di Sumatra Utara.

Bupati Dairi kata Palti, akan melakukan pengawasan ketat penyaluran pupuk bersubsidi tersebut, dengan turun langsung ke kios pengecer. Memastikan pupuk tepat sasaran, sampai kepada petani yang berhak dan membutuhkan.

"Masyarakat diminta mengawal dan memonitor penyaluran pupuk bersubsidi ini," kata Palti.

Sementara itu, Handrian, Staf Perwakilan Daerah Penjualan II Sumatra Utara PT Petrokimia Gresik, melalui telepon, membenarkan bahwa distributor telah mengambil pupuk dari gudang penyangga, untuk disalurkan ke kios pengecer.

Demikian halnya dengan staf PD Martadiguna, Erik Simbolon, dikonfirmasi terpisah menyebut, pihaknya telah mengambil pupuk dari gudang penyangga.

"Mulai hari Selasa, kami sudah menyalurkan ke beberapa kios pengecer. Untuk Urea telah tersalur 258 ton sampai hari ini. Tersalur di 6 kecamatan layanan PD Martadiguna," kata Erik.

Terdapat enam distributor di Kabupaten Dairi. Yaitu, CV. Manik Pratama Jaya, PD. Martadiguna, CV. Karya Gemilang, ketiganya distributor Urea (PIM). Sementara distributor SP-36, ZA, NPK dan Organik (Petrokimia), yaitu CV. Pratama Karya, CV. Mutiara Agro Lestari serta PT. Prima Tani.[]

Berita terkait
Pupuk Langka, Sidak Bupati Dairi Sebatas Pencitraan
Inspeksi mendadak (sidak) Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bulan lalu, ke beberapa gudang pupuk, dinilai hanya sebatas pencitraan.
Pupuk Tetap Langka, Petani Dairi Terancam Gagal Panen
Langkanya pupuk bersubsidi itu, dikhawatirkan berimbas pada petani gagal panen.
Ribuan Pupuk yang Ditimbun di Dairi Milik Produsen
Pupuk itu tidak akan bisa diambil, jika tidak ada realokasi. Sebaliknya, segera didistribusikan, jika ada realokasi.
0
Ganjar Pranowo, Gubernur Paling Sigap Atasi Covid-19
Ganjar Pranowo dinobatkan sebagai gubernur paling sigap dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ini profil Gubernur Jawa Tengah tersebut.