UNTUK INDONESIA
Kebijakan Pemerintah Bantaeng untuk Rakyat Menengah
Bupati Bantaeng Ilham Azikin meniadakan penarikan retribusi untuk pedagangan di sejumlah pasar yang ada di Bantaeng. Imbas dari pandemi Covid-19.
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin pada konfrensi pers di posko induk kewaspadaan Corona di Lamalaka Bantaeng, Kamis, 2 April 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bantaeng - Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat ini tengah menyusun kebijakan terkait peran pemerintah bagi rakyat kelas menengah kebawah yang terkena dampak langsung Covid-19. Kebijakan itu berupa peniadaan penarikan retribusi untuk pedagangan di sejumlah pasar yang ada di Bantaeng. Upaya ini dilakukan agar pedagang tidak terbebani dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Beberapa hal kita sampaikan ke DPRD Bantaeng. Diantaranya, mulai april membebaskan retribusi selama 6 bulan pada pedagang di pasar," kata Ilham Azikin dalam keterangan resminya di posko dan media center gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Kamis, 2 April 2020.

Selain itu, jam operasional pasar juga akan dibatasi. Dalam waktu dekat, akan ada surat instruksi untuk pembatasan jam operasional pasar ini. Dia menambahkan, saat ini, eksekutif juga telah melakukan sejumlah upaya untuk merelokasi anggaran. Menurut dia, relokasi ini dilakukan dengan melakukan konsultasi dengan DPRD Bantaeng.

Mulai april membebaskan retribusi selama 6 bulan pada pedagang di pasar.

Ilham menambahkan, kebijakan ini masih dalam tahap finalisasi dan menunggu kebijakan lainnya dari pemerintah pusat. Selain kebijakan peniadaan retribusi, kebijakan lain yang dipersiapkan adalah dengan memberikan bantuan terhadap 10 ribu kepala keluarga yang terkena dampak sosial ekonomi dari pelaksanaan protokol Covid-19 ini.

Menurutnya, proses pendataan ini telah dilakukan Pemkab Bantaeng sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi.

"Intervensi akan kita lakukan, sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Jadi pendekatannya adalah kepala rumah tangga yang memang aktivitas rentan terdampak kondisi pandemi covid-19 ini. Kita akan realokasi dan refokus kegiatan. Dan itu kita akan konsultasikan dengan DPRD," jelas Ilham.

Terpisah, Ketua DPRD Bantaeng, Hamsyah Ahmad mengaku legislatif akan selalu mendukung langkah yang diambil eksekutif. Namun demikian, dia meminta agar langkah-langkah yang diambil harus tepat sasaran.

"Yang jelas kami di DPRD sangat mensupport usaha Pemkab. Termasuk untuk mengalokasikan anggaran terhadap dampak sosial ekonomi yang diakibatkan oleh masalah yang melanda negara kita khususnya di kabupaten Bantaeng," ujar Hamsyah Ahmad.

"Tetapi tetap melihat payung hukum penganggaran dan lebih fokus ke sasaran yang mendapat dampak," lanjut dia.

Hamsyah juga menyebut, pihaknya sejauh ini belum menerima rancangan realokasi dari Pemkab Bantaeng. Sebab DPRD meminta mekanisme pendistribusian agar semua usaha yang dilakukan tidak sia-sia atau tepat sasaran sesuai kebutuhan.

"Tetap berpedoman pakai data akurat by name by adres yang jelas, supaya tepat sasaran," ujarnya. []

Berita terkait
38 Warga Binaan Rutan Bantaeng Dikeluarkan
Sebanyak 38 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) penghuni rumah tahanan (Rutan) kelas II B Bantaeng Sulawesi Selatan bebas.
Pemda Bantaeng Buat Masker Gratis untuk Warga
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin memantau langsung proses pembuatan masker yang akan dibagikan secara gratis kepada warga
35 Warga Selayar Terkatung-katung di Bantaeng
Sebanyak 35 Warga Selayar terkatung-katung di pelabuhan TPI Birea Bantaeng. Ini alasannya.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.