Kawasan Muria Kudus Didorong Jadi Wisata Terintegrasi

Objek-objek wisata di lereng Gunung Muria Kudus diharapkan mampu bersinergi dan saling terintegrasi mempromosikan pariwisata yang ada.
Plt Bupati Kudus HM Hartopo bersama Kepala Disbudpar Bergas Catursari P dan Pemerintah Desa Japan meninjau wisata agro kopi jembangan. Wisata di lereng Muria diharapkan bisa saling terintegrasi agar pariwisata yang ada lebih hidup. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus menyambut baik kemunculan objek-objek wisata baru di kawasan lereng Gunung Muria. Sejumlah detinasi tersebut diharapkan dapat bersinergi membentuk sebuah wisata terintegrasi satu dengan lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Bergas Catursari Penaggungan mengatakan desa-desa di lereng Gunung Muria memiliki sajian wisata yang beragam. Seperti Desa Kajar yang dikenal dengan kuliner getuk, Desa Colo dengan wisata religinya dan Desa Japan dengan kopi dan jeruk pamelonya.

Keragaman wisata yang ada di lereng Gunung Muria tersebut diharapkan bisa saling mempromosikan hingga wisata yang ada bisa saling terintegrasi menjadi sebuah paket pariwisata.

"Di Japan punya destinasi wisata kopi dan jeruk pamelo. Kami harapkan banner-banner di sini tidak hanya menampilkan produk-produk lokalnya saja. Tetapi juga bisa ikut mempromosikan wisata yang ada di daerah sekitarnya juga," jelasnya, Sabtu, 21 November 2020.

Kami harapkan banner-banner di sini tidak hanya menampilkan produk-produk lokalnya saja. Tetapi juga bisa ikut mempromosikan wisata yang ada di daerah sekitarnya juga.

Dengan wisata terintegrasi maka wisatawan yang datang tidak hanya puas dengan sajian wisata yang ada satu tempat. "Tetapi bisa diberitahu kalau di daerah bawah Desa Dukuh Waringin ada wisata olahan madu. Lalu di desa ini ada wisata ini juga lho, seperti itu," sebutnya.

Dengan sistem promosi wisata seperti ini, Bergas optimis desa-desa wisata di lereng Gunung Muria bisa tumbuh dan berkembang bersama dengan baik.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan pengelolaan wisata di Kudus yang kian berkualitas diharapkan dapat membangkitkan kembali geliat ekonomi kreatif masyarakat di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Baca juga: 

Tak hanya itu, kemunculan wisata-wisata baru di sekitaran Gunung Muria diharapkan dapat saling memberikan dukungan dengan destinasi wisata religi yang telah ada.

"Selama ini orang kalau pergi ke Muria, yang terbesit di pikiran adalah wisata religi. Dengan adanya wisata-wisata ini orang kalau pergi ke Muria tidak hanya berwisata religi. Wisatawan juga bisa berwisata alam dan kuliner," tutur dia.

Untuk itu, Hartopo mendorong desa-desa yang ada di Kudus agar serius dalam mengelola potensi yang ada di daerahnya. Dari wisata-wisata ini pendapatan asli daerah bisa terdongkrak, begitupun dengan ekonomi masyarakat di sekitarnya. []

Berita terkait
Situs Patiayam Kudus Dibidik Jadi Rujukan Wisata Purbakala
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus memproyeksikan situs Patiayam jadi rujukan wisata purbakala Tanah Air. Sosialisasi dimasifkan.
Lima Wisata Religi di Kudus, Jejak Walisongo Berbalut Budaya
Kota Santri dan Keretek, begitu Kabupaten Kudus dipanggil. Meninggalkan jejak Walisongo menyiarkan Islam tak lupa balutan budaya Hindu dan Budha.
Penghijauan untuk Dukung Pariwisata di Dawe Kudus
Penghijauan di Waduk Logung Kudus dapat mendukung ragam pariwisata di Kecamatan Dawe.
0
Hari Sepeda Dunia, Anies Ajak Warga Gowes Sepeda ke Kantor
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Ibu Kota untuk berkendara menggunakan sepeda dalam memperingati Hari Bersepeda Sedunia.